Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Mindset

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Maret 2014 23:03 11:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Maret 2014 23:03
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

TAHU lalu produksi daging sapi nasional Indonesia hanya 430.000 ton atau sekitar  1.8 kg per kapita. Kalau datanya FAO menyebutkan konsumsi daging rata-rata kita adalah 10 kg per tahun per kapita, maka tambahannya perlu diisi dari  daging ayam, kambing/domba dan tentu saja daging impor. Ini hanya sekedar untuk mempertahankan tingkat konsumsi daging yang sekarang, lantas bagaimana kita bisa meningkatkan konsumsi daging per kapita sama dengan rata-rata konsumsi masyarakat dunia yang sekitar 42 kg per tahun per kapita? jawabannya ada di mindset!

Memenuhi tingkat kebutuhan daging rata-rata sekarang saja sudah sangat berat, apalagi bila hendak meningkatkan lebih dari empat kalinya untuk sekedar menyamai rata-rata konsumsi daging penduduk dunia. Rasanya tidak terbayangkan.

Tetapi itulah kita, kalau kita berpendapat tidak akan bisa – maka kita memang tidak akan bisa. Sebaliknya bila kita berpendapat insyaAllah bisa, maka insyaAllah kita-pun bisa. Allah menjanjikan hal ini dalam hadits qudsiNya : “Aku seperti sangkaan hambaku…” Siapa yang lebih benar janjiNya selain Allah?

Maka inilah yang harus ditempuh di setiap perubahan besar yang akan kita lakukan, yaitu merubah dahulu mindset kita bahwa kita akan bisa. Kemudian setelah itu kita mencari jalannya. Bila mindset kita sudah tidak bisa – maka kitapun pasti tidak mencari jalan untuk bisa.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Mindset adalah sekumpulan asumsi-asumsi yang membentuk pola pikir dan pola tindak kita. Dalam kaitan daging misalnya, asumsi-asumsi itu antara lain adalah daging identik dengan daging sapi – padahal misalnya daging domba dan kambing juga tidak kalah baiknya.

Kita juga berasumsi bahwa untuk beternak sapi, domba dan kambing yang murah dperlukan lahan gembalaan berupa padang rumput yang luas. Karena asumsi-asumsi inilah kita menyerah pada Australia dan New Zealand untuk kebutuhan daging dan susu kita. Sama dengan ketika berperang, begitu kita berasumsi bahwa musuh lebih kuat maka kita akan defensive atau bahkan menyerah.

Maka solusi besar dari masalah besar perdagingan – yang berpengaruh langsung pada kwalitas generasi kini dan nanti ini – harus dimulai dari perubahan besar pada  mindset kita, perubahan asumsi-asumsi di pikiran kita yang kemudian akan membentuk perubahan pada pola tindak kita.

Lantas dari mana memulainya? Mumpung kita baru mulai perubahan ini – maka bisa dari awal kita arahkan untuk mengikuti petunjukNya agar tidak (lagi) tersesat dalam perjalanan panjang ke depan.

Kita mulai dari yakin-se yakin-yakinnya bahwa janjiNya pasti benar, bahwa bila kita berpikir Dia memberi rezeki kita (termasuk daging di dalamnya) minimal sama dengan yang diberikannya pada rata-rata penduduk dunia – maka kitapun akan mendapatkannya demikian – mengikuti hadits qudsi tersebut di atas.

Lantas karena Dia akan memberi kita daging yang jauh lebih banyak dari yang sekarang kita terima, maka jalanNya-lah yang berlaku – dan bukan jalan yang selama ini kita tempuh. Bila setelah jungkir balik memproduksi daging sapi kita hanya menghasilkan daging sapi yang setara 1.8 kg per tahun per kapita, maka terlalu jauh produksi ini bila mengejar konsumsi daging yang 42 kg per tahun per kapita – seperti konsumsi rata-rata penduduk dunia!

Lantas dari mana lompatan besar itu akan kita peroleh ? dari mana lagi kalau bukan dari Al-Qur’an dan sunnah-sunnah nabiNya ! Al-Qur’an yang dengannya gunung-pun bisa terbelah (QS 59:21), yang menjadi jawaban atas segala sesuatu (QS 16 :89), yang menjadi petunjuk, penjelasan atas petunjuk dan pembeda (QS 2:183) – pasti sangat bisa menjawab seluruh persoalan daging ini.
Perhatikan rangkaian ayat-ayat berikut misalnya :

“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan hijauan , zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.” (QS ‘Abasa[80]: 24-32)

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لَّكُم مِّنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ
يُنبِتُ لَكُم بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالأَعْنَابَ وَمِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS an-Nahl [16]: 10-11)

Pemahaman dan pendalaman ayat-ayat tersebut akan segera merubah mindset kita. Bahwa lahan-lahan gembalaan terbaik itu bukan padang rumput yang luas seperti yang dimiliki oleh Australia dan New Zealand misalnya.

Lahan-lahan gembalaan yang diresepkanNya itu adanya di antara kerindangan tanaman-tanaman lain dari jenis biji-bijian, kurma, anggur, zaitun, segala macam tumbuh-tumbuhan, buah-buahan , rumput-rumputan, dan segala tanaman yang membentuk kebun-kebun yang lebat. Negeri mana yang memiliki ini semua?

Utamanya adalah negeri-negeri tropis yang memiliki keaneka ragaman hayati yang sempurna. Negeri mana itu? Salah satu yang terbaiknya tentu adalah negeri ini, Indonesia!

Jadi resep penggembalaan dari Al-Qur’an tersebut di atas justru paling fit bila diterapkan di negeri ini, lebih dari negeri-negeri lain yang selama ini membentuk mindset kita seolah merekalah yang bisa memproduksi daging dan susu yang murah itu.
Masalahnya adalah kebun-kebun yang luas dari perkebunan, kehutanan, industry dlsb adalah bukan milik rakyat, dimana rakyat bisa menggembalakan ternak-ternaknya? Jawabannya ada di hadits berikut :

“Orang-orang Muslim itu bersyirkah dalam tiga hal, dalam hal padang rumput, air dan api.” (Sunan Abu Daud, no 3745).

Kuncinya ada di syirkah atau kerjasama itu, ketika kita tidak bersyirkah seperti sekarang – dengan potensi ladang gembalaan yang paling baik-pun kita tetap tidak bisa makan daging secara cukup.

Kita bisa bersyirkah dengan para pemilik perkebunan, perhutani, pengelola jalan tol dan bahkan pengelola-pengelola lapangan golf untuk bisa menggembala di lahan gembalaan yang sangat luas.

Orang-orang yang pesimis pasti akan melihat masalah demi masalah. Menggembala di lahan perkebunan tidak akan diijinkan pemiliknya, juga di perhutani. Menggembala di pinggir jalan tol akan meningkatkan kerawanan pengguna tol. Menggembala di lapangan golf akan merusak keindahan lapangan golf dan segudang permasalahan lainnya.

Tentu ini kembali ke hadits qudsi tersebut di atas, bila kita beranggapan tidak bisa karena penuh masalah – maka kita memang tidak akan bisa karena kita tidak beranjak untuk berusaha mengatasi masalah-masalah yang ada.

Sebaliknya bila kita optimis bisa, kita menyadari ada tantangan-tantangan besar di depan – maka kita akan mulai berusaha memecahkan masalahnya satu demi satu. Golongan kedua inilah yang ingin kami ajak rame-rame untuk mulai berbuat mengatasi masalah yang nampaknya sepele – masalah daging – tetapi bisa menjadi penghancur kwalitas generasi ini.

Kita ubah dahulu mindset kita untuk bisa, maka insyaAllah kitapun akan bisa. InsyaAllah!

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kardinal Pell Bantah Terlibat Diskusi Ganti Rugi Korban Pelecehan Seksual Anak
Tulisan selanjutnya Analis: Rakyat Palestina masih setia pada Hamas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?