Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Terhadap Kitab Harus Beradab

Thoriq
Terakhir diupdate: 14 Juli 2020 03:53 3:53 am
Thoriq
Dipublikasikan 14 Juli 2020 03:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- DI SAMPING mengandung ajaran aqidah dan syari’ah, ia juga amat memperhatikan akhlak dan adab. Tidak hanya adab terhadap sesama manusia, Islam juga menekankan ajaran adab kepada benda-benda yang memiliki kemuliaan, seperti kitab-kitab ilmu.

Bagi penuntut ilmu sendiri, kitab merupakan sarana yang amat penting dalam menuntut ilmu. Imam Badruddin Ibnu Jama’ah berkata,”Hendaklah bagi penuntut ilmu untuk memiliki perhatian dalam memperoleh buku-buku yang diperlukan yang dimungkinkan diperoleh dengan cara membeli. Jika tidak, maka dengan menyewa atau meminjam, karena ia merupakan alat untuk memperoleh (ilmu).” (Tadzkirah As Sami` wa Al Mutakallimin, hal. 161)

Meminjamkan Buku Perkara yang Mustahab (Sunnah)

Meminjamkan buku hukumnya mustahab, jika peminjam tidak dirugikan karena hal itu, kepada pihak yang dipinjami yang juga tidak dirugikan karena hal itu. (Tadzkirah As Sami` wa Al Mutakallimin, hal. 162)

Dan peminjam buku hendaklah berterima kasih kepada orang yang meminjaminya, dan tidak berlama-lama meminjamnya jika tidak perlu untuk itu tapi segera mengembalikannya jika keperluannya sudah selesai. (Tadzkirah As Sami` wa Al Mutakallimin, hal. 163)

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Peminjam buku tidak diperbolehkan membenarkan isi buku tanpa izin dari pemiliknya, juga tidak menulis catatan pinggir, serta tidak menulis sesuatu pun di halaman kosong, baik di halaman awal mauapun di akhir halaman. (Tadzkirah As Sami` wa Al Mutakallimin, hal. 163)

Peminjam buku juga tidak boleh meminjamkan buku itu kepada orang lain, dan tidak pula menitipkannya jika tidak dalam kondisi darurat. (Tadzkirah As Sami` wa Al Mutakallimin, hal. 164)

Adab Meletakkan Buku

Hendaklah tidak meletakkan buku di atas tanah, namun diletakkan di atas alas, baik itu alas buku, maupun kayu atau sejenisnya, sehingga buku tidak cepat rusak.

Demikian pula perlu memperhatikan adab dalam meletakkan buku-buku dengan melihat dari segi ilmu dan kemuliaanya, serta melihat para penulisnya dan kebesaran mereka. Maka perlu meletakkan buku yang paling mulia di tempat paling atas, kemudian diikuti sesuai dengan urutannya. Jika di antara buku-buku itu ada mushaf Al Qur`an, maka ia diletakkan paling atas. (Tadzkirah As Sami` wa Al Mutakallimin, hal. 164)

Mushaf Al Qur`an Diletakkan di Tempat Tinggi

Para ulama sepakat mengenai kewajiban untuk menjaga mushaf Al Qur`an dan memuliakannya. Untuk memuliakan Al Qur`an, ketika ia diletakkan di rak, maka ia diletakkan di bagian paling atas dari rak itu dan diharamkan meletakkannya di lantai, tapi harus ditinggikan darinya meskipun sedikit, sesuai dengan urf. (Tuhfah Al Habib, 1/554)

Imam Ibnu Hajar Al Haitami dalam fatwanya mengharamkan membuka lembaran mushaf dengan jari-jari yang diberi ludah. Tidak boleh menempelkan ludah di bagian manapun dari mushaf. (Hasyiyah At Tarmasi, 1/702)

Kemudian buku-buku Hadits seperti Shahih Muslim, kemudian tafsir Al Qur`an, kemudian tafsir Hadits, kemudian buku-buku ushuluddin, lalu ushul fiqih, lalu fiqih, lantas nahwu dan tashrif, lalu kitab syair-syair Arab lantas Al Arudh. (Tadzkirah As Sami` wa Al Mutakallimin, hal. 164)

Jika ada dua kitab dalam satu displin ilmu, maka yang paling tinggi adalah yang paling banyak terdapat Al Qur`an atau yang terbanyak Haditsnya. Jika dalam hal itu keduanya sama, maka yang dipertimbangkan adalah kebesaran penulisnya. Jika dalam hal itu sama, maka yang dipertimbangkan adalah yang paling dulu ditulis, dan paling banyak dimiliki oleh para ulama dan orang-orang shalih. Jika hal itu sama, maka yang diutamakan adalah kitab yang paling shahih. (Tadzkirah As Sami` wa Al Mutakallimin, hal. 164)

Hendaklah tidak menjadikan buku sebagai alas kepala, juga tidak sebagai kipas, juga tempat bersandar, juga tidak sebai tempat untuk membunuh kutu. (Tadzkirah As Sami` wa Al Mutakallimin, hal. 164)

Adapun menjadikan kitab sebagai bantal dikarenakan hanya itu satu-satunya cara agar kitab tidak dicuri, maka perbuatan itu dibolehkan. (Syarh Ta’lim Al Muta’allim, hal. 58)

Tidak juga melipat sudut kertas atau pinggirnya dan tidak mengajarkan kitab dengan ranting, tapi dengan kertas. Jika memiliki kuku panjang, maka hendaklah tidak membuka halamannya dengan kuku secara kuat. (Tadzkirah As Sami` wa Al Mutakallimin, hal. 164)

Termasuk adab terhadap kitab, tidak menjulurkan kaki kepada kitab, juga tidak meletakkan sesuatu di atas kitab. Syeikh Burhanuddin mengisahkan dari seorang ulama, bahwasannya ada seorang faqih meletakkan tempat tinta di atas sebuah kitab, maka ia pun berkata,”Engkau tidak memperoleh manfaat darinya.” Namun Qadhi Fakhruddin berpendapat, jika hal itu dilakukan tidak dalam rangka meremehkan, maka tidak mengapa dilakukan, namun lebih baik ditinggalkan. (Ta`lim Al Muta’allim, hal. 83)

Berwudhu ketika Memegang Kitab

Az Zarnuji berkata,”Dan termasuk pengagungan terhadap ilmu adalah pengagungan terhadap kitab. Maka hendaklah bagi penuntut ilmu tidak mengambil kitab kecuali dalam keadaan suci.” Dikisahkan dari Syeikh Syams Al A’immah Al Hulwani, di mana ia berkata,”Sesungguhnya aku memperoleh ilmu ini dengan pengagungan. Sesungguhnya aku tidak memegang buku, kecuali dalam keadaan suci.” (Ta’lim Al Muta’allim, hal. 82)

Imam Syams Al A’immah Asy Syirakhsyi suatu saat menderita sakit perut dalam suatu malam. Dan saat itu ia mengulang wudhu hingga delapan belas kali. Hal itu dikarenakan Asy Syirakhsyi tidak menela’ah kitab kecuali dalam keadaan memiliki wudhu. Karena baik wudhu maupun ilmu kedua-duanya adalah cahaya, ketika ada dua cahaya, maka semakin bertambah cahaya ilmu (Syarh Ta’lim Al Muta`allim, hal. 57)

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Semua Mobil Baru di Mesir Harus Pakai Gas Alam
Tulisan selanjutnya Meski Tersangka Tewas, Polri Didukung Tetap Selidiki Kasus WNA Predator Seksual 305 Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris

Berita
30 Juni 2026 16:35
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?