Hidayatullah.com—Walt Disney mengakhiri perjalanan salah satu nama paling tersohor dalam industri hiburan, 20th Century Fox.
Langkah tersebut menyusul keputusan bulan Januari lalu untuk mengubah nama perusahaan berusia 85 tahun itu, dari 20th Century Fox menjadi 20th Century Studios.
Tahun lalu Disney menuntaskan kesepakatan $71,3 miliar untuk membeli aset-aset Rupert Murdoch di Fox media.
Disney juga mengubah nama sejumlah studio televisinya, termasuk mengubah ABC Studios dan ABC Signature Studios menjadi ABC Signature sementara Fox 21 Television Studios akan menjadi Touchstone Television.
“Nama-nama baru studio dan logo kami menandai hari baru bagi ABC Signature, 20th Television dan Touchstone Television, seraya menghormati sejarah kaya mereka dan kekuatan kreativitas The Walt Disney Company,” kata Craig Hunegs, presiden studio-studio televisi Disney, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir BBC Rabu (12/8/2020).
20th Century Fox Television, yang akar sejarahnya dapat ditelusuri ke belakang sampai 1949, menelurkan banyak program televisi yang populer seperti seri orisinil Batman, M*A*S*H dan The Simpsons.
Awal tahun ini, ketika 20th Century Fox diubah namanya, tampak Disney ingin menjaga jarak dengan jaringan televisi Fox News milik Rupert Murdoch yang dikenal sebagai media beraliran sayap kanan.
Disney sendiri sudah dominan dalam industri kanal berita televisi di Amerika Serikat, sebagai pemilik jaringan ABC. Perusahaan itu juga menantang Netflix dengan membuat layanan streaming sendiri Disney+.
Studio film 20th Century Fox dikenal karena memproduksi film-film besar yang sangat populer seperti Avatar dan Titanic.
20th Century Fox dilahirkan pada tahun 1935 ketika Twentieth Century Pictures dan Fox Films bersatu.
Sejarah pembuatan film Disney dimulai pada 1937, dengan Snow White and Seven Dwarfs (Putri Salju dan Tujuh Kurcaci). Sekarang perusahaan itu mencakup Lucasfilm, yang melahirkan waralaba Star Wars, dan Marvel Studios serta sejumlah perusahaan film mapan lainnya.*