Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bush Tandatangani UU Anti-Aborsi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 November 2003 09:38 9:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 November 2003 09:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tak urung, atas pemberlakukan UU ini, kelompok-kelompok yang menamakan gerakan pendukung anti-aborsi menganggapnya sebagai kemenangan penting, sementara berbagai organisasi wanita dan para dokter menyatakan akan menentang undang-undang baru hingga ke Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Tahun lalu, waktu masih menguasai Kongress, Partai Republik, untuk pertama kalinya menggolkan undang-undang anti-aborsi ini. Undang-undang ini melarang apa yang oleh kalangan yang menentangnya disebut sebagai “kelahiran sebagian.” Dalam operasi ini janin dikeluarkan dari kandungan ketika kehamilan sudah berada pada bulan-bulan akhir.

Mantan Presiden Bill Clinton beberapa kali memveto undang-undang tersebut. Alasan utamanya undang-undang ini melarang operasi walaupun bisa menyembuhkan atau bahkan menyelamatkan nyawa sang ibu. George W. Bush berjanji kepada Partai Republiknya, terutama Kristen kanan, bahwa ia akan menggolkan undang-undang tersebut. Dan hal itu dilakukannya Rabu kemarin.

“Ini adalah wujud terbaik kedermawanan dan pengampunan bangsa kita. Sikap itu diperlihatkan lewat undang-undang larangan pengguguran kandungan pada kelahiran sebagian tahun 2003, yang akan saya tandatangani sekarang secara resmi. Semoga Tuhan memberkati….”, ujar Bush seperti dikutip Radio Nederland.

Sejak 1972 pengguguran kandungan dianggap legal di Amerika Serikat. Tetapi gerakan-gerakan militan anti-aborsi yang menamakan diri “Pro-Life” tidak pernah menghentikan aksi mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Undang-undang anti-aborsi ini dianggap langkah penting dalam usaha menghapus undang-undang hak aborsi sepenuhnya. Organisasi-organisasi perempuan cemas, kelompok penentang aborsi pada suatu saat akan menang. Gerakan “pro-choice” yang mendukung hak wanita menentukan pilihan sendiri ketika hamil, menganggap tandatangan Bush sebagai ancaman serius.

Kate Michelman, ketua organisasi NARAL Pro Choice Amerika, sekaligus pejuang utama hak perempuan menggugurkan andungannya menyatakan, “Undang-undang ini mengancam kesehatan wanita pada umumnya, mengancam praktek-praktek kedokteran dan mengancam hubungan pasien dengan dokter. Demikian pula hak perempuan untuk memilih serta hak keleluasaan pribadi. Saya berharap warga Amerika akan melakukan aksi protes ketika memberikan suara pada pemilu tahun depan.”

Gugatan

Satu jam setelah Presiden Bush menandatangani undang-undang ini, hakim pengadilan negara bagian AS Nebraska mendukung keberatan yang diajukan empat orang dokter terhadap undang-undang baru tersebut. Hakim memblokade undang-undang anti-aborsi, dengan alasan tidak menjamin kesehatan kaum perempuan.

Di San Francisco, negara bagian Kalifornia, undang-undang ini juga digugat. Mahkamah Agung Amerika di Washington, yang menggolkan undang-undang aborsi tahun 1972, pada akhirnya akan menentukan apakah undang-undang yang ditandatangani Presiden Bush melanggar hak-hak konstitusional perempuan dan hak keleluasaan pribadi. Sementara itu menjelang pemilihan presiden tahun depan Bush telah mengabulkan janji yang pernah diucapkan kepada sebagian pendukung setianya. (rnml/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Larangan Hamil Tanpa Suami
Tulisan selanjutnya Prestasi Kristen Liberal: Gay Jadi Uskup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?