Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Kemana Akhir Resolusi 478 DK PBB yang Mengecam Upaya Pencaplokan Yerusalem Timur oleh ‘Israel’?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2020 21:21 9:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Agustus 2020 17:28
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com | HARI ini 40 tahun silam, pada 20 Agustus 1980, Dewan Kemananan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) mengeluarkan resolusi DK PBB 478. Resolusi ini adalah resolusi kedelapan dari resolusi DK PBB dengan tema yang sama; menuntut pelanggaran ‘Israel’.

Sebelumnya ada 7 resolusi telah dikeluarkan, yang pertama adalah resolusi 242 tahun 1967. Resolusi ini menuntut ‘Israel’ untuk menarik militernya dari wilayah yang diduduki dalam perang 1967.

Itu bukan lah babak baru dalam sejarah resolusi DK PB yang menuntut pelanggaran ‘Israel’. Setelah resolusi 478, DK PBB juga telah mengeluarkan 7 resolusi. ‘Israel’ secara mencolok telah berulangkali tidak mematuhi keputusan resolusi ini sebagai hukum internasional.

Ada lusinan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menegur dan menuntut ‘Israel’ atas pelanggarannya terhadap warga Palestina. Namun ‘Israel’ terus melanggaranya, tapi DK PBB tidak mampu meminta pertanggungjawaban atas kegagalan pelaksanaan resolusinya. Dalam kasus yang sama, PBB bisa bertindak lebih tegas terhadap negara lain.

Dalam resolusi 478 ini secara khusus DK PBB mencatat ketidakpatuhan pemerintah Zionis ‘Israel’ terhadap resolusi DK PBB 476 dan mengutuk Undang-undang ‘Israel’ tahun 1980 yang menyatakan Yerusalem atau Baitul Maqdis sebagai ibu kota ‘israel’.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Resolusi 478 DK PBB menegaskan tidak akan mengakui Undang-undang ‘Isreal’ tahun 1980 dan menyerukan kepada negara-negara anggota untuk menerima keputusan DK PBB. Resolusi ini disahkan dengan 14 suara dan tidak ada yang menentang. Hanya Amerika Serikat yang menyatakan abstain.

Resolusi 478 menegaskan bahwa pencaplokan wilayah dengan kekerasan tidak dapat diterima. Resolusi menyatakan prihatin atas diberlakukannya “hukum dasar” di Knesset atau parlemen ‘Israel’ yang menyatakan perubahan karakter dan status Kota Suci Yerusalem. Hal ini menurut PBB dapat berimplikasi pada perdamaian dan keamanan.

Sejak pembentukan pemerintah Zionis dari permpasan tanah Palestina pada tahun 1948, PBB sudah mengeluarkan banyak resolusi untuk menuntut pelanggaran ‘Israel’ seperti tuntutan atas pembantaian dan pengusiran kepada warga Palestina dalam peristiwa Nakba tahun 1948.

Membalikkan Resolusi PBB

‘Israel’ memang lolos dari semua jerat hukum Internasional tapi entitas Zionis ini tidak bisa lepas dari bayang-bayangnya. Oleh karena itu “Kesepakatan Abad ini” yang dimotori oleh Presiden AS Donald Trump pada awal tahun ini diperlukan untuk membalikkan resolusi-resolusi tersebut dengan melegitimasi tindakan illegal ‘Israel’.

Walau ‘Israel’ sering mengabaikan hukum internasional, tapi di sisi yang lain ‘Israel’ butuh kekuatan hukum internasional terutama untuk mendapatkan pengakuan dan sebagai alat untuk menggebuk Palestina sendiri.

Nantinya lewat “Kesepakatan Abad ini” semua pelanggaran ‘Israel’ akan dilegalkan. Termasuk melegitimasi pencaplokan ‘Israel’ atas tanah Palestina yang diduduki dan menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota ‘Israel’.

Proyek “Kesepakatan abad ini” atau ambisi ‘Israel’ untuk merampok semua tanah Palestina berkedok perdamaian ini didukung oleh banyak negara-negara Arab. Sponsor utamanya adalah Uni Emirat Arab yang dipimpin oleh pemimpin de facto Putra Mahkota Mohamad bin Zayed. Perjalanan proyek ambisi penjajahan ‘Israel’ ini tentu ada hubungannya dengan kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik UEA-Zionis.

Sehingga narasi-narasi UEA melakukan normalisasi untuk menghentikan pencaplokan ‘Israel’ atas tanah Palestina di Yerusalem adalah tidak benar. Malah, normalisasi UEA-Zionis adalah bentuk pengukuhan dan konsolidasi dalam penjajahan Palestina.

Menjadi Momentum Baru

Perjalanan panjang dari resolusi 478 DK PBB 40 tahun lalu hingga “Kesepakatan Abad Ini” dan normalisasi hubungan UEA-Zionis hari ini bisa saja menjadi awal lenyapnya “Israel” atau minimal menyalakan kembali gerakan intifadha baru di Palestina dan Dunia Islam.

Perjalanan mungkin masih panjang. Tapi dalam waktu dekat mungkin akan ada sedikit perubahan.

Sebelumnya, perjuangan Palestina berjalan parsial. Kepemimpinan Palestina banyak berjalan sendiri-sendiri. Berbagai kesepakatan jahat atas Palestina yang semakin terang-terangan dapat menyatukan perlawanan rakyat Palestina.

Proses negosiasi yang dipayungi oleh organisasi dan hukum internasional sudah tidak dapat diandalkan. Ini bisa dilihat dari respon terhadap “Kesepekatan abad Ini” dan normalisasi hubungan diplomatik UEA-Zionis.

Para pemimpin Palestina, dari Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dari Fatah sekuler yang dianggap moderat oleh ‘Israel’ hingga pemimpin Hamas Kepala Biro Politik Ismail Haniyeh yang gigih melawan penjajahan, mereka hanya memiliki satu kata; Lawan!.* Rofi Munawwar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul MaqdisDewan Keamanan PBBDK PBBisraelpalestinaResolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsaResolusi PBB untuk Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Esensi Hijrah
Tulisan selanjutnya Perusahaan China Klaim Sudah Imunisasi Covid-19 Pekerjanya yang Dikirim ke PNG

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?