Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Boikot Acara dan Produk yang Tak dukung Umat Islam

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Maret 2014 10:35 10:35 am
Ahmad
Dipublikasikan 31 Maret 2014 11:30
Bagikan
Mantam wartawan Metro TV Luviana saat melakukan aksi Stop Nonton Metro TV di Bundaran HI
Bagikan

Hidayatullah.com–Umat Islam sesungguhnya merindukan kehadiran televisi yang menyajikan tuntunan syariat Islam. Hal itu terrungkap dalam talkshow bertama “Let’s Speak, Grab Your Audience!”, di Masjid Agung Sunda Kelapa, Sabtu, 29 Maret 2014.

“Kami merindukan televisi syariah yang memunculkan siraman rohani pada jam tayang utama. Kalau kita lihat sekarang, kebanyakan tausyiah ada di jam 4 atau jam 5 pagi. Siapa yang akan menonton jam segitu? Tidak banyak!”cetus seorang peserta talkshow di depan pembicara yang tak lain penulis buku ‘Bokis’ dan ‘Matahati’, Maman Suherman.

Menanggapi hal itu, Maman menyampaikan, belasan tahun lalu sesungguhnya pernah berdiri televisi Islam, Muslim TV (MTV), namanya. Tak berapa lama kemudian, berubah menjadi Music Television (MTV) yang sekarang akhirnya bermetamorfosis menjadi Global TV.

“Anda diam, kok! Tidak pernah lagi menuntut, kemana acara Muslimnya? Kalau Islam mau masuk dalam jiwa pertelevisian, Andalah nanti jadi ujung tombaknya,”ulas Maman pada seluruh peserta talkshow jamaah MY Night (Muslim Youth Night) Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA).

Selain itu, pria yang pernah menjadi Managing Director di Rumah Produksi Avicom itu menghimbau pada masyarakat untuk tidak terpaku pada label syariah pada sebuah acara atau bahkan stasiun televisi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Jangan terpesona dengan format islami, tapi terkesan tidak. Setiap bulan Ramadhan semua menyatakan dirinya islami. Lalu setelah itu, mereka lepas lagi. Lalu Anda bahagia bahwa kita telah islami? Anda jangan (mau) dibohongi oleh kemasan,”tukas Maman.

Penulis skrip untuk berbagai program acara di televisi itu juga mencontohkan berbagai acara yang dilabeli sebagai acara religi namun tidak sesuai syariat.

“Ada beberapa Sinetron yang dilabeli sebagai Sinetron Islami namun tidak sesuai dengan jalan cerita. Tapi yang kita lihat apa? Nilai-nilai Islam yang masuk di dalamnya? Cuma cerita pacaran dan sebagainya, lalu kemudian kita senang,” ulas alumni jurusan Kriminologi FISIP-UI itu.

Meski demikian ia melihat ada potensi besar yang dimiliki umat Islam.  Penggagas Panasonic Gobel Awards itu mencontohkan gerakan penolakan para Ibu di Amerika Serikat (AS) terhadap penayangan sebuah film. Di mana film tersebut mengumbar banyak kata-kata makian, celaan dan hinaan.

Rupanya para ibu khawatir hal tersebut berpengaruh buruk bagi perilaku anak-anak mereka. Akhirnya mereka menuntut stasiun penayang menghentikan acara tersebut.

Televisi itu menolak karena film tersebut menempati rating tertinggi di antara acara lainnya. Akhirnya para Ibu seluruh AS berkumpul dan mendeklarasikan sebuah gerakan: pemboikotan produk yang beriklan saat film tersebut ditayangkan. Mereka tidak akan membeli produk selama film masih diputar.

Apa yang terjadi? Acara itu gulung tikar dengan sendirinya. Tidak berapa lama kemudian, muncul kebijakan penghentian penayangan.

Kekuatan yang sama, diyakini Maman, juga dimiliki oleh umat Islam di Indonesia. Sesungguhnya umat Islam memiliki kekuatan merubah nasib bangsanya.

“Umat Islam di Indonesia harus menyatakan, kami tidak akan membeli produk yang menjelek-jelekkan umat Islam di televisi,” tuturnya. Selanjutnya, industri televisi akan perlahan mati jika ditinggalkan oleh penontonnya yang mayoritas beragama Islam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:TV Islami
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UU di Indonesia Kebanyakan Menguntungkan Asing
Tulisan selanjutnya KH Cholil Ridwan : Kita Menjadi “Muslim Dzimmi” di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?