Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Alangkah Mengerikan Jahannam Itu!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 September 2020 09:22 9:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 September 2020 09:22
Bagikan
Ilustrasi: Pintu Neraka
Bagikan

Hidayatullah.com | ALLAH  Ta’ala banyak memberikan gambaran tentang Neraka di dalam al-Qur’an. Pada beberapa ayat, Neraka digambarkan sebagai api yang bergejolak dan mampu mengelupaskan kulit kepala (al-Maarij [70]:15-16 dan al-Muddassir [74]: 29). Pada ayat lain Neraka digambarkan sebagai api yang sangat panas (al-Qoriah [101]:11) dan menyala-nyala (al-Mulk [67]:5).

Lalu, dalam surat al-Humazah [104]:6-7, Allah Ta’ala menggambarkan bahwa Neraka adalah api yang dinyalakan dan naik sampai ke hati. Rasulullah ﷺ menjelaskan maksud dari ayat ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak, “Sesungguhnya Neraka itu memakan penghuninya. Ketika telah naik ke hati, ia baru berhenti, kemudian kembali lagi seperti semula. Selanjutnya ia memakan penghuninya lagi sampai naik ke hatinya. Begitulah selamanya.” 

Di dalam Surat al-Hajj [22] ayat 22, Allah Ta’ala juga menceritakan bahwa para penghuni Neraka, karena tak kuat menahan siksa, berusaha untuk keluar dari Neraka.

كُلَّمَآ أَرَادُوٓا۟ أَن يَخْرُجُوا۟ مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُوا۟ فِيهَا وَذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ

“Setiap kali mereka hendak keluar darinya (Neraka) karena tersiksa, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan) ‘Rasakanlah azab yang membakar ini’.”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Rasulullah ﷺ pernah menjelaskan, sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Hurairah, “Neraka dinyalakan selama seribu tahun sampai memerah, lalu dinyalakan seribu tahun lagi sampai memutih, kemudian dinyalakan lagi selama seribu tahun sampai menghitam, sehingga akhirnya ia menjadi hitam pekat.”

Allah Ta’ala juga menjelaskan dalam al-Qur’an bahwa Neraka memiliki tingkatan.

لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَٰبٍ لِّكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ

“Jahannam itu memiliki tujuh pintu. Tiap-tiap pintu telah ditetapkan untuk golongan tertentu dari mereka.” (Al Hijr [15]:44).

Ali bin Abu Thalib dalam sebuah khutbah berkata tentang ayat ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Ismail Ibnu Aliyyah dan Syu’bah, “Sesungguhnya pintu-pintu Jahannam itu bertingkat-tingkat. Sebagian berada di atas sebagian yang lain.”

Adapun nama-nama tingkatan tersebut, menurut Ibnu Juraij, adalah Jahannam, Lazha, Saqqar, Huthomah, Jahim, Sa’ir, dan Hawiyah. Imam al Qurthubi dalam bukunya Rahasia Kematian, Alam Akhirat, dan Kiamat, menjelaskan lebih detil soal pintu-pintu tersebut.

Pintu pertama, Jahannam, berarti “menjumpai”. Maksudnya, Neraka pasti akan menjumpai manusia lalu memakan daging mereka. Sebagian ulama menyebut siksaan dalam Neraka tingkatan ini paling ringan. Ia diperuntukkan bagi umat Muhammad ﷺ yang durhaka.

Pintu kedua, Lazha, berarti “api yang bergejolak”. Ia mampu mengelupaskan kulit kepala. Sedang pintu ketiga, Saqqar, berarti “burung elang”. Ia tak hanya memakan daging, tapi juga meluluhkan tulang.

Pentu keempat, Huthomah, yakni Neraka menyala-nyala dan naik sampai ke hati, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Humazah [104] ayat 5 sampai 7. Neraka ini juga melontarkan bunga-bunga api sebesar istana, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam al-Mursalat [77] ayat 32 dan 33:

إِنَّهَا تَرْمِى بِشَرَرٍ كَٱلْقَصْرِ

كَأَنَّهُۥ جِمَٰلَتٌ صُفْرٌ

“Sesungguhnya Neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning.”

Pintu kelima, Jahim, berarti “selalu menyala-nyala.”  Onggokan baranya sangat besar, bahkan lebih besar dari dunia. Kemudian pintu keenam, Sa’ir, berarti “yang membakar”. Ia tak pernah padam sejak diciptakan. Di dalamnya terdapat tiga ratus istana, dan di setiap istana terdapat 300 rumah, dan di setiap rumah ada 300 macam siksaan. Di dalamnya juga terdapat sumur al-huzni, atau sumur kesedihan yang paling dahsyat.

Pintu ketujuh, Hawiyah, berarti “jurang yang dalam.” Siapapun yang jatuh ke dalamnya tak akan bisa keluar lagi untuk selama-lamanya. Di sinilah musuh-musuh Allah Ta’ala akan dilemparkan. Di dalamnya terdapat gunung api. Para penghuninya akan kepayahan mendaki karena terus menerus disiksa. Ini digambarkan oleh Allah Ta’ala dalam surat al-Muddassir [74] ayat 17, “Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan.”

Untuk membandingkan seperti apa perbedaan para penghuni Neraka dan para penghuni Surga, Rasulullah ﷺ pernah bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Anas bin Malik, bahwa di hari kiamat nanti Allah Ta’ala mendatangkan seorang kafir yang hidupnya sangat enak selama di dunia. Allah Ta’ala kemudian berfirman, “Tenggelamkan ia sekali saja ke dalam Neraka.”

Orang tersebut pun ditenggelamkan. Setelah keluar, ia ditanya , “Hai fulan, apakah engkau merasakan kenikmatan barang sekali saja?”  Ia menjawab, “Tidak! Aku tidak merasakan ada kenikmatan sama sekali.”  Ia telah lupa dengan segala kenikmatan yang pernah ia rasakan selama di dunia.

Lalu , Allah Ta’ala mendatangkan seorang mukmin yang hidupnya sangat menderita selama di dunia. Allah Ta’ala berfirman, “Tenggelamkan ia sekali saja ke dalam Surga.”

Orang tersebut pun ditenggelamkan. Setelah keluar, ia ditanya, “Hai fulan! Apakah engkau mengalami satu penderitaan atau kesengsaraan sekali saja?”

Ia menjawab, “Aku tidak mengalami penderitaan dan kesengsaraan sama sekali.” Rupanya ia telah lupa dengan segala kesengsaraan yang pernah ia rasakan selama di dunia.

Demikianlah, sungguh dahsyat dan mengerikan siksa Neraka, sampai Ka’ab al-Ahbar, seorang perawi hadits dari kalangan tabi’in, mengatakan, “Demi Allah yang jiwa Ka’ab berada dalam gengamann-Nya, seandainya kamu berada di dunia belahan timur dan Neraka berada di dunia belahan barat dalam keadaan terbuka, niscaya otakmu akan keluar melalui sepasang lubang hidungmu karena pengaruh panasnya.”

“Wahai manusia,” kata Ka’ab lagi. ”Apakah kalian mempunyai kekuatan dan kesabaran menghadapi hal itu? Ketahuilah, taat kepada Allah jauh lebih ringan bagi kalian dari pada menanggung azab tersebut.” Wallahu a’lam. */Mahladi Murni

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hawiyahjahannamJahimnerakapintu nerakapintu surga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya jamaah tabligh Indonesia akan Pulangkan 122 WNI Jamaah Tabligh yang Terjebak di India
Tulisan selanjutnya OKI, Liga Arab Bersatu untuk Solusi Masalah keluarga Menghadapi Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Kolom

Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat

Kolom
2 Juli 2026 13:30
Pemerintah, DPR, dan MUI Sambut Positif Wacana RUU Pidana LGBT
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin

Terbaru

  • Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral
  • Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil
  • ‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
  • PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU
  • Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
  • Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus
  • Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional
  • Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump
  • Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026
  • Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?