Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Al-Qarawiyyin, Bukti Lahirnya Arsitek Muslimah Pertama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 November 2020 14:51 2:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 November 2020 14:51
Bagikan
Masjid al-Qarawiyyin Fez Moroko
Bagikan

Hidayatullah.com | SALAH  satu bukti peradaban Islam yaitu ilmu arsitektur. Tidak terhitung jumlah bangunan bersejarah peninggalan peradaban Islam di masa lampau dalam bidang ini. Padahal pada masa itu belum dikenal teknologi-teknologi canggih seperti sekarang.

Namun Islam yang tersebar tidak lebih dari 100 tahun, mampu menunjukkan warisan peradaban dalam bidang satu ini. Salah satu warisan aristektur yang hingga kini masih dapat kita saksikan yaitu Universitas Al-Qarawiyyin, Maroko.

Universitas yang memiliki nama lain Al-Karaouine terletak di jantung kota tua Fez, Maroko. Dari kampus yang masuk dalam Guinness Book World of Records sebagai universitas tertua sedunia ini,  telah melahirkan dan mencetak banyak ilmuwan-ilmuwan penting dalam peradaban, baik ilmuwan Barat maupun Islam.

Diantaranya yaitu Ibnu Khaldun yang terkenal dengan karya Mukaddimahnya dan Gerber of Auvergne (930 M – 1003 M) yang akhirnya menjadi pemimpin umat Katolik, Paus Sylvester II.  Menariknya, universitas yang berawal dari bangunan masjid pada tahun 859 M ini dibangun oleh seorang Muslimah bernama Fatimah Al-Fihri.

Fatimah juga terlibat langsung dalam proyek pembangunan masjid dan universitas yang mengambil gaya arsitektur Moor, dengan struktur bangunan mengikuti bentuk masjid tradisional bangsa Arab. Arsitektur jenis ini merupakan perpaduan antara gaya Afrika Utara dengan gaya Visigoth dari Semenanjung Iberia.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Fatimah Al-Fihri atau Umm al-Banin lahir sekitar tahun 800 M di Tunisia. Sumara Khan dalam tulisannya “Fatimah, The Founder of The World’s University” menuturkan, bahwa wanita ini merupakan anak dari saudagar sukses, Mohammad bin Abdullah al Fihri yang  pernah tinggal di kota Qayrawan.

Saudagar ini hidup pada masa pemerintahan Sultan Maroko, Idris II, yang pada masa kekuasaannya, ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam meraih kemajuan yang pesat. Sepeninggal ayah, suami dan saudara laki-lakinya, Fatimah bersama saudara perempuannya, Maryam, menerima harta warisan yang melimpah dari sang ayah.

Harta tersebut tidak ia habiskan untuk berfoya-foya, melainkan digunakan untuk membangun masjid. Demikian pula saudaranya, Maryam juga membangun masjid Andalusia pada tahun yang sama.

Sumara Khan mencatat, Fatimah secara eksklusif mendanai konstruksi pembangunan masjid dan universitas. Sumber-sumber sejarah juga mencatat bahwa ia turun langsung dan ikut mengawasi jalannya  pembangunan dengan sangat rinci.

Humas PPI Maroko, Muharril Ashary menerangkan, Fatimah tidak mengambil sedikitpun walau sebutir debu dari bahan-bahan bangunan masjid yang ia beli. Para pekerja bangunan  menggali pondasi sedalam-dalamnya karena di dalamnya terdapat pasir, tanah, dan batu yang bisa digunakan untuk membangun masjid.

Pekerjaan tersebut dimulai dengan penggalian halaman tengah untuk membuat sebuah sumur yang berguna sebagai sumber minum para pekerja dan membantu pengadukan semen. Fatimah juga meminta para pekerja menggali pondasi bangunan lainnya sedemikian rupa hingga masjid terlihat luas dan kokoh.

Ia dengan tekun menghabiskan semua waktu dan uang untuk melihat proyek yang dibangunnya tersebut selesai. Proyek tersebut memakan waktu hingga dua tahun lamanya. Bahkan menurut sejarawan Dr. Abdel Hadi at-Tazi, Fatimah senantiasa berpuasa dan bernazar untuk berhenti puasa jika selesai perenovasian masjid ini

Fatimah membangun masjid tersebut dengan struktur yang hampir sama dengan Masjid Qayrawan di Tunisia. Aula shalat beratap atau yang disebut dengan mughatta hanya terdiri dari empat saf aisle (barisan tiang yang membentuk sebuah lorong) dengan panjang 30 meter. Sedangkan di sebelah barat aula tersebut, dibangun sebuah halaman terbukan dan menara.

Dua abad kemudian (1135 M), Ali bin Yusuf, khalifah Al-Murabitun, memerintahkan dua arsiteknya asal Andalusia untuk membuat sebuah mihrab baru di bagian tengah dinding kiblat. Mihrab masjid tersebut memiliki corak Kordoba dengan lengkungan tapal kuda dan ornamen khas ijmiznya.

Sedangkan ornament penghias mihrab Masjid dihiasi motif floral, geometri dan kaligrafi Kufi khas Andalusia. Tidak hanya itu, sejumlah mimbar kayu untuk keperluan khutbah dan kuliah pun didatangkan langsung dari Kordoba.

Aktivitas ilmiah dengan sistem halaqah yang diadakan dalam masjid merupakan cikal bakal berdirinya Universitas Al-Qarawiyyin. Mereka yang datang dalam diskusi tersebut tidak hanya terdiri dari penduduk sekitar, namun juga masyarakat pendatang yang berasal dari kota Qayrawan, Tunisia.

Pengajar dan mahasiswa duduk melingkar di lantai masjid, antara pelajar laki-laki dan perempuan terpisah. Hingga kini, sistem halaqah tersebut masih tetap dipertahankan sebagai metode pengajaran dalam universitas.

Halaqah yang diadakan dalam masjid pada awalnya hanya membahas seputar Hadits, ilmu tafsir dan fikih. Namun lambat laun lahir kajian-kajian ilmu lain seperti filsafat, linguistik, ekonomi, seni rupa, sastra, politik, matematika, sejarah, arsitektur, kedokteran, teknik, musik, psikologi, sosiologi dan berbagai cabang ilmu lainnya.

Seiring dengan bertambahnya jumlah pelajar, pihak universitas menetapkan syarat ketat. Mereka yang ingin menjadi mahasiswa Al-Qarawiyyin harus bisa menguasai ilmu al-Qur’an, Bahasa Arab dan ilmu-ilmu umum. Hal ini tidaklah mengherankan, karena kegiatan keilmuan dalam universitas berasal dari subsidi dan dana kas para Sultan dari masa ke masa.

Meski syarat dan sistem seleksi yang diterapkan ketat, mereka yang belajar di Al-Qarawiyyin diberikan kebebasan oleh pihak universitas untuk mengambil studi apapun yang diminatinya walau lebih dari satu cabang ilmu. Maka tidak heran, dengan aturan tersebut lahir banyak sarjana yang menguasai lebih dari satu cabang ilmu.

Selain itu, Sumara Khan juga menyebutkan, universitas yang juga melahirkan Ibn Al-Arabi dan Filsuf Yahudi, Maimonides ini berhasil mengumpulkan sejumlah manuskrip paling berharga untuk Islam yang hingga kini masih tersimpan dalam perpustakaannya.

Manuskrip tersebut diantaranya Muwatta, Imam Malik yang tertulis pada perkamen (kulit, red) kijang, Sirah Ibnu Ishaq, transkrip utama Ibnu Khaldun “al-‘Ibar” dan salinan kitab al-Qur’an yang dihadiahkan oleh Sultan Ahmed al-Mansur untuk universitas pada tahun 1602 M.

Dari fakta-fakta sejarah yang telah diungkapkan itulah, maka Al-Qarawiyyin menjadi saksi dan bukti sejarah lahirnya arsitek Muslimah pertama dalam peradaban Islam. Kini, namanya diabadikan dalam “the Erasmus Mundus Fatima Al-Fihri Programme”, suatu program dari Erasmus Mundus untuk mempromosikan pendidikan tinggi pada orang-orang Eropa.*/Sarah, diambil dari majalah  Suara Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-QarawiyyinArsitek MuslimahmarokoUniversitas Al-Qarawiyyin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Luar Negeri Veteran Suriah dan Pembela Setia Bashar Assad Walid Al-Moallem Meninggal
Tulisan selanjutnya Pejabat Iraq: Sejumlah Roket Mendarat di Zona Hijau Baghdad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?