Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ketum Muhammadiyah Tak Habis Pikir Narasi yang Membenturkan Islam dengan Keindonesiaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Desember 2020 11:20 11:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Desember 2020 11:15
Bagikan
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengaku tak habis pikir dengan pihak-pihak yang terus membentuk narasi bahwa umat Islam berbenturan dengan Pancasila maupun Keindonesiaan.

Haedar lantas mengurai kesenyawaan Indonesia dan Islam secara historis. Indonesia, jelasnya, pada mulanya merupakan kepulauan tempat bertemunya berbagai suku bangsa dari Timur dan Barat, yang kemudian saling berinteraksi secara adaptif.

“Proses ini terus menggumpal. Dalam konteks agama itu juga moderat. Dulu dari agama setempat mayoritas Hindu, lalu Islam masuk dan demografi berubah. Transisi konversi dari Hindu ke Muslim ini prosesnya juga damai. Ini contoh dari Indonesia yang moderat bahkan dalam relasi agama,” ujar Haedar pada forum Refleksi Akhir Tahun tentang Moderasi Keislaman dan Keindonesiaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (30/12/2020) secara daring.

Dalam relasi antar etnis, Haedar menilai, Indonesia juga mengutamakan sikap moderat dan kompromi. Sebagai contoh yaitu pemilihan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional walaupun etnis melayu berjumlah kecil dibandingkan mayoritas suku Jawa.

“Nanti ketika (merdeka) nama Indonesia dipilih juga bukan Nusantara atau Melayu, ketika semua pemuda bersepakat namanya adalah Indonesia. Dan ketika proklamasi namanya adalah proklamasi Indonesia, bukan proklamasi Nusantara, proklamasi Melayunesia, atau Insulinda,” ujar guru besar di bidang Sosiologi ini dikutip website resmi PP Muhammadiyah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sedangkan bagi Islam sendiri, tambahnya, nilai moderasi secara konstruktif terangkum dalam jiwa dan pokok pikiran Islam melalui konsep umat tengahan (ummatan wasathan). Banyak contoh, jelasnya, yang dapat dirujuk, baik dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi di mana prinsip moderat itu satu jiwa, satu nafas dengan karakter Islam itu sendiri.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:haedar NashirindonesiaIslam dan IndonesiaMuhammadiyahNegarapancasila
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AM Hendropriyono Sebut Organisasi Pelindung FPI Menunggu Giliran
Tulisan selanjutnya Habib Rizieq: FPI Dibubarkan, Amar Ma’ruf Nahi Munkar Harus Tetap Diperjuangkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?