Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

KPK Bantah Ada Radikalisme dan Tuduhan ‘Taliban’ di Institusinya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Januari 2021 21:14 9:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Januari 2021 21:14
Bagikan
penyuap kasus korupsi bansos
Ketua KPK Firli Bahuri (tengah) memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka kasus suap pengadaan bantuan sosial penanganan Covid-19 di Gedung KPK, Jakarta, Ahad (06/12/2020). Menteri Sosial Juliari P Batubara dan Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial Adi Wahyono ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Bagikan

Hidayatullah.com– Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak ada isu radikalisme dan tuduhan “Taliban” di komisi antirasuh tersebut. Penegasan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Nurul Ghufron dan Alexander Marwata.

“Selama satu tahun saya dan pimpinan KPK periode 2019-2023 memimpin KPK, kami pastikan tidak ada radikalisme dan ‘Taliban’ di KPK seperti yang disebutkan,” ujar Ghufron, Senin (25/01/2021).

Ghufron menjelaskan video yang kembali diramaikan soal isu “Taliban” itu merupakan video lama dari kegiatan audiensi KPK pada tanggal 11-12 September 2019. Kala itu, KPK menerima beberapa perwakilan masyarakat antikorupsi seperti Gerakan Antikorupsi (GAK) dan akademisi serta perwakilan pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang konsen dengan isu antikorupsi.

“KPK mencurigai diangkatnya isu tersebut adalah upaya pihak-pihak yang punya tujuan-tujuan tertentu apa pun itu,” ujarnya.

Baca: KPK Lantik 38 Pejabat Struktural Baru, Novel Baswedan: Saya Prihatin

Alexander turut membantah adanya isu radikalisme dan tuduhan “Taliban” yang kembali muncul terhadap lembaga yang dipimpin oleh Firli Bahuri itu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Alex mengatakan bahwa isu tersebut sudah lama ia perkirakan sejak tahun 2019 lalu. “Kita sudah pastikan dan tegaskan bahkan dari lembaga mana itu yang menyampaikan bahwa tidak ada di KPK itu unsur-unsur radikalisme atau ‘Taliban’,” ujar Alex di Gedung KPK, Jakarta, Senin (25/01/2021) dikutip laman Antara News.

Ia menilai isu “Taliban” itu kemungkinan dalam pengertian militan untuk urusan pemberantasan korupsi. “Kalau ‘Taliban’ dalam pengertian militan dalam melakukan pemberantasan korupsi mungkin iya tetapi kalau ‘Taliban’ yang lain mungkin hanya ada di Afghanistan,” katanya.

Ia menambahkan sebenarnya hal itu sudah pihaknya klarifikasi sebelumnya bahwa isu tersebut tidak ada.

Sedangkan penyidik senior KPK Novel Baswedan, sebelumnya dalam keterangannya di Jakarta, Senin telah menanggapi isu radikalisme dan “Taliban” yang kembali mencuat. Novel menilai isu itu telah sering dipakai para pendukung koruptor.

Novel menilai isu itu tidak benar dan mengada-ada. Katanya, kalau isu itu diembuskan biasanya ada kepentingan mereka yang terganggu di KPK dan selama ini memang demikian.

“Bila KPK sedang bekerja benar untuk perangi korupsi maka mereka (para pendukung koruptor) menyerang menggunakan isu itu,” sebutnya.

Baca: Terbukti Terima Uang dari Mantan Menpora Imam Nahrawi, Pengawal tahanan KPK dipecat

Diketahui, pada 2019 lalu, isu “Taliban” di KPK pernah dilontarkan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Saat itu Neta menyebut ada “polisi Taliban” merujuk pada kubu Novel dan “polisi India” kubu di luar Novel.

Sedangkan isu radikalisme dan “Taliban” kembali mencuat belakangan ini. Pantauan hidayatullah.com pada Senin (25/01/2021) malam, isu ini menggelinding di media sosial.

Diketahui KPK saat ini terus mengusut kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara yang juga politikus PDI Perjuangan (PDIP). Dalam perkembangan penanganan kasus ini, sejumlah politikus PDIP lainnya diduga terlibat. Selain Juliari, ada nama Herman Hery dan Ihsan Yunus.

“Jadi polanya gini ya, ketika KPK mulai diserang isu radikal-radikul atau taliban, itu artinya sedang ada misi yang sdg dijalankan oleh koruptor & antek2 buzzerRpnya.

Tahun 2019 mereka gencar saat akan merevisi UU KPK. Kalau skrg ada lagi, berarti sdg ada kasus korupsi besar,” tulis paijodirajo @paijodirajo di Twitter.

Akun @digawebungah membalas twit dengan komentar, “Klo ada kasus besar, biasanya ada kasus radikal yg muncul dipermukaan.”* (SKR)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Juliari Peter BatubaraKorupsiKPKPDIPradikalismeTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya vaksin-covid-19-gaza Orang yang Sudah Divaksinasi Masih Dapat Ketularan dan Menularkan Covid-19
Tulisan selanjutnya Covid-19: Angka Kematian di AS Lampaui Korban Perang Dunia II, Sejak Februari 420 Ribu Warga AS Meninggal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?