Hidayatullah.com– Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang memberikan keringanan utang bagi rekrutan militer baru di tengah upaya Moskow memperkuat angkatan bersenjatanya yang masih berperang dengan Ukraina.
Mereka yang menandatangani kontrak setelah 1 Mei tahun ini akan dihapuskan utangnya sampai 10 juta rubel, lansir DW.
Dekrit itu, yang ditandatangani pada hari Senin (25/5/2026), menyatakan bahwa dekrit itu berlaku juga untuk utang suami/istri yang bersangkutan.
Supaya mendapatkan fasilitas penghapusan utang, kontrak dengan militer harus minimal selama satu tahun. Kontrak juga menyatakan behwa peminat harus bersedia “melaksanakan tugas-tugas operasi militer khusus,” istilah yang digunakan Kremlin untuk invasi skala penuh ke negara tetangganya. Utang tersebut juga harus telah terjadi sebelum tanggal 1 Mei 2026.
Menurut database real estate Russian Cian, 10 juta rubel itu setara sekitar harga apartemen satu kamar berukuran 35 meter persegi (377 kaki persegi) di Moskow.
Selama lebih dari empat tahun, Rusia menawarkan gaji yang menggiurkan kepada para pria yang mendaftar untuk ikut berperang melawan Ukraina.
Putin juga menyerukan agar para veteran perang Ukraina diberi posisi bergengsi di Rusia ketika mereka kembali dari medan perang. Para veteran juga akan diprioritaskan saat mendaftar ke universitas atau perguruan tinggi.*




