Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

12 Jurnalis Masih Mendekam di Penjara Mesir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 April 2014 14:49 2:49 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 April 2014 11:55
Bagikan
Jurnalis Peter Greste (kanan) bersama rekannya Mohamed Fahmy dan Baher Mohamed
Bagikan

Hidayatullah.com–Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) menyatakan, pemerintahan sementara Mesir telah menahan lebih dari 60 wartawan sejak Juli tahun lalu. 12 orang di antaranya saat ini masih berada di balik jeruji penjara.

Pekan lalu, dua wartawan yang bekerja untuk website Freedom and Justice News Gate, Ahmad al-Ajos dan Abdul Rahman Shaheen, ditangkap aparat berwajib negara itu.

Keduanya dituduh memicu dan terlibat dalam aksi protes belum lama ini.

Website tempat mereka bekerja itu dinilai memiliki hubungan dengan Al Ikhwan al Muslimun, partai pemenang Pemilu demokratis pertama di negara itu yang kini justru dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah dukungan militer.

Wartawan asal Australia Peter Greste pekan lalu kembali dihadapkan ke pengadilan dan permintaan tahanan luar lagi-lagi ditolak oleh pengadilan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Jika pemerintah Mesir serius mempersiapkan pilpres yang bebas dan adil, seharusnya mereka menghentikan pemberangusan kebebasan pers dan membebaskan semua jurnalis yang dipenjara,” kata Sherif Mansour, Koordinator CPJ untuk Timur Tengah, dikutip laman Radio ABC Australia.

CPJ menuduh pemerintah Mesir menyalahgunakan hukum untuk melecehkan dan memenjarakan wartawan.

CPJ menyebutkan tiga wartawan didakwa bulan lalu dengan tuduhan “menyebarkan informasi palsu” dan “menyebarkan kekacauan”. Ketiganya telah dipenjara sejak Agustus tahun lalu.

Namun, setidaknya, ketiga jurnalis itu bisa disebut beruntung, karena ada dakwaan resmi.

Wartawan lainnya, Abdullah El-Shamy yang bekerja untuk Aljazeera, tidak memiliki “keistimewaan” didakwa secara resmi.

Ia dipenjarakan sejak Agustus tahun lalu, ketika meliput pembasmian pendukung Ikhwanul Muslimin oleh tentara di Masjid Rabaa Al Adawiya.

El-Shamy telah melakukan aksi mogok makan hampir tiga bulan ini, dan kini istrinya Gehad Khaled juga melakukan aksi serupa sebagai bentuk solidaritas atas nasib suaminya.

Keluarga El-Shamy menyatakan kesehatan wartawan ini kian menurun dan ia telah kehilangan 30 kg berat badannya.

Pihak keluarga menuntut agar El-Shamy dilepaskan dari penjara.

Dari kasus wartawan asal Australia, Greste, tampaknya pemerintah Mesir tidak terpengaruh oleh tekanan internasional.

Peradilan atas Greste terus berlanjut tanpa diketahui kapan akan berakhir. Sidang berikutnya dijadwalkan 22 April mendatang.

Jaksa penuntut dalam kasus ini mengajukan bukti-bukti yang justru tidak terkait dengan terdakwa.

Dalam persidangan pekan lalu misalnya, jaksa mengajukan tayangan dari Sky News Arabia, bukannya tayangan Aljazeera, tempat Greste bekerja.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jurnalisMesir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Sudah Bayar Diyat, Satinah segera Bebas
Tulisan selanjutnya Bagaimana Kita Berbeda Pendapat?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?