Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Bentuk Cinta pada Rasulullah ﷺ

Bambang S
Terakhir diupdate: 3 Februari 2021 05:43 5:43 am
Bambang S
Dipublikasikan 3 Februari 2021 05:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Bahrul Ulum

Hidayatullah.com | Salah satu tanda yang paling jelas bagi seorang hamba kalau  ia mencintai Allah  SWT yaitu mengikuti segala yang dibawah Rasulullah Muhamad ﷺ. Dalam al-Qur’an Allah berfirman,

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS:  Ali Imran: 31).

Ayat ini menjelaskan, salah satu bentuk pengakuan cinta kepada Allah SWT yaitu mengikuti perintah Rasulullah ﷺ. Ibnu Katsir berkata, “Perintah Rasululullah ﷺ merupakan petunjuk, sunnah-sunnah, dan syariat-syariat beliau. Jadi, setiap ucapan dan perbuatan kita harus ditimbang dengan ucapan dan perbuatan beliau. Suatu perkataan, kalau sesuai dengan perkataan beliau, maka kita terima; tetapi kalau tidak sesuai, maka kita tolak, siapa pun yang mengatakannya.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Orang yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir wajib taat kepada Rasulullah ﷺ. Dalam al-Qur’an, Dia menyebutkan ketaatan kepada Rasul lebih dari 30 kali.

Anas mengisahkan, pernah ada seseorang datang kepada Nabi dan bertanya, “Wahai Rasulullah, kapankah datangnya hari kiamat?” Rasulullah ﷺ berdiri lalu mengerjakan shalat. Setelah menyelesaikan shalatnya, beliau bertanya, “Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?” Orang yang tadi bertanya menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.” Rasulullah ﷺ lalu bertanya kepadanya, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari tersebut?” Orang itu menjawab, “Demi Allah, aku tidak mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak puasa dan sadaqah. Hanya saja aku cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.” Maka beliau bersabda, “Seseorang itu akan bersama dengan yang dicintainya. Dan engkau akan selalu bersama dengan yang engkau cintai.” Anas berkata, “Aku tidak pernah melihat kegembiraan kaum muslimin sesudah memeluk Islam seperti kegembiraan mereka setelah mendengar hadits ini.” (HR. Turmudzi, Imam Turmudzi berkata, hadist ini shahih).

Ibnu Taimiyah berkata, “Allah telah menerangkan hak-hak Nabi di dalam al-Qur’an. Di antaranya, agar (kaum muslimin) taat kepada beliau, mencintai, mengagungkan, menghormati, dan membela beliau, berhukum kepada beliau, ridha dan menerima hukum yang ditetapkan oleh beliau, mengikuti beliau, mengucapkan salam dan shalawat kepada beliau, mendahulukan beliau di atas kepentingan diri, harta, dan keluarga, menyerahkan segala perselisihan kepada ketentuan beliau, dan lain-lainnya.” (dalam Majmu’ Al-Fatawa [I/68]).

Baca: Inilah 10 Sahabat Terbaik Hasil Didikan Nabi ﷺ

Bentuk Cinta Rasul

Hati yang hidup ialah hati yang mencintai Allah SWT. Barangsiapa yang mencintai Dia, maka hendaklah mencintai  Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad ﷺ.

Sebagai bentuk kecintaaan kepada Rasulullah ﷺ di antaranya:

Pertama,  mencintai beliau, setelah mencintai Allah, dan mendahulukan cinta kepada keduanya daripada cinta kepada selain keduanya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Anas,  berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda;

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ رواه البخاري

“Tidak beriman seorang hamba hingga aku lebih dia cintai daripada keluarga, harta dan manusia seluruhnya.‘” (HR. Bukhari).

Kedua, mentaati seluruh yang diperintahkannya dan berhenti dari seluruh yang dilarangnya. Karena beliau memerintah hanyalah berdasarkan  perintah Allah dan melarang berdasar larangan-Nya. Ini sesuai dengan firman Allah yang berbunyi;

وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

“….Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah ia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS: Al Hasyr:7).

Baca: Shalawat di Hari Jumat

Berdasar keterangan ini kemudian para ulama (bersepakat), wajib hukumnya  bagi kaum muslimin mengakui Rasulullah ﷺ itu sebagai manusia yang maksum dan terjaga dari kesalahan dalam hal risalah yang dibawahnya. Rasul tidak akan salah dalam menyampaikan risalah Allah SWT.

Tugas beliau hanyalah menyampaikan semua risalahNya dan ada tidak satu pun yang disembunyikan. Karena itu Allah memerintahkan kaum muslimin  untuk mengikuti sunnah beliau, baik berupa ucapan maupun perbuatan, dan menjadikan beliau sebagai suri teladan.  (QS. Al-Ahzab: 21).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ayat ini menjadi dasar dalam mengikuti Nabi baik dalam ucapan, perbuatan, maupun keadaannya. Ayat ini juga menjelaskan bahwa bentuk kecintaan kepada beliau adalah mengikuti segala apa yang dibawanya yang berasal dari Rabb-nya.”

Ketiga, memberi nasehat bagi Rasulullah ﷺ, yaitu membenarkan dan mengimani segala apa yang beliau sampaikan. Imam Nawawi berkata di dalam kitab Syarah Shahih Muslim, “Adapun nasehat bagi Rasulullah (maknanya) adalah membenarkan risalah yang beliau bawa, mengimani segala yang beliau sampaikan, taat kepada perintah dan larangan beliau, memberikan pembelaan kepada beliau baik ketika masih hidup maupun sesudah wafat, memusuhi orang yang menentang beliau, menghidupkan sunnah-sunnah beliau, menyebarkan dakwah dan syariat beliau dengan memperhatikan adab-adabnya, yaitu menahan diri bertutur tentang syariat beliau tanpa dasar ilmu, menghormati orang-orang yang mempelajari syariat tersebut, yang berakhlak dengan akhlak yang terdapat di dalamnya, yang beradab dengan adab-adab yang terkandung di dalamnya, mencintai keluarga dan para shahabat beliau, dan menjauhi pelaku bid’ah dalam syariat beliau atau orang yang mencela para shahabat beliau, dan lain-lain.”

Keempat, mengucapkan shalawat dan salam untuk beliau tatkala namanya disebut.

Allah berfirman;

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS:  Al-Ahzab:56).

Baca: Shalahuddin Al Ayyubi dan Shalawat Setelah Adzan

Nabi sendiri pernah bersabda;

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barangsiapa mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, Allah akan membalasnya sepuluh kali.” (HR. Muslim).

Seseorang yang bershalawat kepada Nabi secara terus-menerus akan mendapatkan berkah yang sangat besar. Ibnul Qoyyim rahimahullah telah menyebutkan sekitar empat puluh keutamaan bershalawat kepada Nabi.

Itulah beberapa bentuk cinta kepada Rasulullah ﷺ sebagaimana diperintakan Allah. Semoga kita diberi kekuatan oleh Allah mencintai manusia yang paling dicintai oleh-Nya yaitu Rasulullah Muhammad Shalallhu alaihi wa salam.*

Pengajar di Sekolah Tinggi Luqmanul Hakim-Surabaya

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bentuk cinta pada nabi muhammadbentuk cinta pada rasulullahcara mencintai nabi muhammadcara mencintai rasulullahcinta pada nabicinta pada rasulullahcinta rasul
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sehat Islami dengan Mengamalkan 7 Sunnah
Tulisan selanjutnya Bunyi-bunyian yang Ditabuh Menuju Pilpres 2024 Sudah Terdengar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia

Berita
11 Juni 2026 17:48
BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Terbaru

  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?