Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Bisnis Berbasis Amanah, Masih Adakah?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Maret 2009 13:04 1:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Maret 2009 13:04
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

hidayatullah.com–Salah satu bukti kebenaran Islam sebagai agama akhir zaman adalah agama ini memiliki kunci jawaban dari setiap persoalan yang dihadapi oleh manusia akhir zaman, tentu termasuk juga persoalan kita yang hidup di zaman ini.

Dalam dunia bisnis pun Islam mempunyai cara atau jawaban tersendiri yang berbeda dengan yang dilakukan oleh kaum Nasrani dan Yahudi. Amanah yang didasari keimanan pada Allah dan hari akhir, menjadi hal yang utama bagi seorang muslim –lebih utama dari sistem atau hukum yang lahir di luar hukum Islam.

Bagi yang masih lebih mengandalkan sistem (di luar sistem Islam), ketimbang amanah kepada saudaranya seiman, saya hanya ingin berbagi dengan Anda tentang hadis sahih panjang yang saya pandang sangat relevan dengan dunia bisnis dan investasi saat ini, setelah itu Anda sendiri yang memutuskan, mana yang lebih sesuai dengan hati kecil Anda.

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman r.a., dia berkata: “Rasulullah SAW menceritakan kepada kami dua hadis. Sungguh aku telah melihat salah satunya dan aku menanti yang lain (sebab sekarang aku belum menjumpainya). Beliau bercerita kepada kami, bahwa amanat itu turun di hati beberapa laki-laki, lantas Al-Qur’an diturunkan, lalu mereka mengetahui (ilmu) dari Al-Qur’an dan Sunah Rasul.”

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Kemudian beliau bercerita kepada kami tentang amanat yang akan diangkat, lalu beliau bersabda: “Seorang laki-laki tidur, lantas amanat diambil dari hatinya, lalu tinggal bekasnya seperti lepuh (di kulit). Ia laksana bara yang kamu gelincirkan di kakimu, lantas kulitnya melepuh. Kamu lihat bengkak (di kulit kakimu), kamu kira di dalamnya terdapat sesuatu, tapi hakikatnya tidak ada. Kemudian dia mengambil batu kecil lalu dilemparkan ke kakinya; lalu manusia berjual beli padanya, hampir saja tidak ada seseorang yang mampu menunaikan amanat, hingga dikatakan: sesungguhnya dalam bani Fulan (salah satu suku bangsa) terdapat laki-laki yang bisa dipercaya. Lantas banyak orang yang berkata: alangkah kuatnya, alangkah baiknya, alangkah cerdiknya, padahal sejatinya dalam lubuk hatinya tidak terdapat keimanan, sekalipun seberat biji sawi.”

Hudzaifah berkata: “Sungguh telah datang kepadaku suatu masa dan aku tidak peduli siapakah di antara kamu yang aku ajak jual beli. Bila dia seorang muslim, maka agamanya yang akan mengembalikan amanat kepadaku (bila dia membeli barangku dengan hutang, Maka kemantapan dia dalam beragama akan mengembalikan uang itu kepadaku). Bila dia seorang Nasrani atau Yahudi (lantas aku berjual beli padanya tidak tunai, lalu dia berkianat), maka petugas dari pemerintah yang akan mengembalikan (barangku atau hakku). Untuk sekarang aku tidak akan berjual beli, kecuali kepada Fulan dan Fulan (yaitu orang-orang yang menurutku kuat dalam memegang amanat).” [HR. Muttafaq Alaih].

Kita yang hidup di zaman sekarang dapat melihat apa yang disinyalir oleh hadits tersebut di atas; yaitu ketika kita menitipkan harta kita pada kaum Nasrani dan Yahudi, misalnya dalam bentuk tabungan di bank-bank yang dimiliki mereka, kemudian mereka berkhianat (seperti kasus BLBI 1997-1999), apa yang terjadi? Pemerintah yang menjaminnya bukan? Sepintas lalu ini baik karena uang Anda selamat; namun apakah ini baik untuk masyarakat keseluruhan? Ternyata tidak.

Kasus bailout oleh pemerintahan (entah Yahudi atau Nasrani) AS baru-baru ini terhadap beberapa lembaga keuangan yang gagal, telah menjadi bukti bahwa sistem penjaminan oleh pemerintah ini bukan-lah solusi yang baik karena hal-hal berikut:

1. ?Bailout oleh pemerintah lebih banyak menyelamatkan bankers/lenders yang tidak bertanggung jawab.

2. ?Memindahkan aset-aset beracun ke tangan pemerintah, yang ujung-ujungnya menjadi beban masyarakat secara luas.

3. ?Tidak mendidik masyarakat untuk berhati-hati dalam menitipkan kekayaannya.

Sayangnya, solusi bailout atau penjaminan oleh pemerintah yang di negeri asalnya pun banyak dikritik oleh rakyatnya, kini telah salah kaprah dianggap sesuatu yang paling benar dan ditiru oleh negara-negara lain.

Kalau saja dari umat mulai ada keberpihakan pada saudara-saudara kita yang seiman dan amanah, maka insya Allah akan tumbuh entrepreneur-entrepreneur yang kita merasa aman mempercayakan harta kita pada mereka –-karena agamanya yang akan menjaga amanat di hatinya.

Masih adakah amanat ini di hati saudara-saudara kita se-iman? Saya optimis insya Allah masih ada; bahkan insya Allah masih akan tumbuh bila ada keberpihakan kita, seperti keberpihakannya Hudzaifah dalam hadis tersebut di atas, yaitu bermualah dengan si Fulan dan si Fulan. Orang yang kuat memegang amanah, bukan si Fulan bin Fulan yang mengandalkan jaminan pemerintah. Wa Allahu A’lam.

Penulis adalah Direktur GeraiDinar.com dan kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bisnis Berbasis Amanah, Masih Adakah?
Tulisan selanjutnya Cover Story

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?