Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Dakwah Tak Boleh Meminta Upah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Maret 2021 21:36 9:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Maret 2021 21:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | DAKWAH adalah ibadah. Karena itu, ia harus dilakukan dengan ikhlas sebagaimana syarat sebuah ibadah.

Seorang dai harus memurnikan terlebih dahulu niatnya untuk mengajak manusia menapaki jalan lurus menuju Surga. Jangan ada tujuan lain dari dakwahnya selain mencari ridha Allah Ta’ala. Dakwah bukan untuk mengumpulkan harta, meraih jabatan, mendapatkan simpati dari manusia, atau tujuan dunia lainnya.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima dari semua jenis amalan kecuali yang murni (ikhlas) untuk-Nya dan untuk mencari wajah-Nya.” (Riwayat Nasa-i).

Karena itu pula Allah Ta’ala tidak memperkenankan Nabi ﷺ  untuk meminta upah dari dakwah beliau. “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al Qur`an) …” (Al An’am [6]: 90). Demikian Allah Ta’ala menyeru kepada Rasulullah ﷺ  untuk mengatakan kepada orang-orang yang beliau dakwahi.

Baca: Menjemput Kemenangan Dakwah: Hakekat dan Kiat-kiatnya

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ungkapan serupa juga ditegaskan Allah Ta’ala dalam surat al-Furqan [25] ayat 57, “Katakanlah, ‘Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan nya,’.”

Hal seperti ini juga difirmankan Allah Ta’ala kepada Nabi Nuh AS sebagaimana tertera dalam al-Qur’an surat As-Syu’ara [26] ayat 109,  “Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.”

Demikian pula diungkap oleh Nabi Hud AS dalam surat yang sama ayat 127, “Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam,” serta Nabi Saleh (Asy-Syu’ara [26]: 145), Nabi Lut (Asy-Syu’ara [26]: 164), dan Nabi Syuaib (Asy-Syu’ara [26]: 180).

Semua itu bertujuan untuk memurnikan dakwah. Bila dakwah ditujukan untuk kepentingan dunia, maka ia tak akan bertahan lama. Apalagi jalan dakwah bukan jalan yang mudah.

Upah bagi para dai yang sabar meniti jalan dakwah disediakan oleh Allah Ta’ala di akhirat kelak. Nilainya tak akan sebanding dengan upah yang didapat manusia selama di dunia. Ini disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam surat al-Mu’minun [23] ayat 72, “… Atau kamu meminta upah kepada mereka? Maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi Rezeki Yang Paling Baik.”

Allah Ta’ala juga menegaskan bahwa dai yang ikhlas berdakwah demi ridho-Nya dan tidak berharap imbalan dunia adalah teladan yang patut diikuti. Ini diungkap oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surat Yasin [36] ayat 13 sampai 21 tentang  kisah tiga utusan-Nya.

Ketiganya, menurut Ibnu Juraij dari Wahb ibn Sulaiman, dari Syu’aib al-Jiba’i, bernama Syam’un, Yuhana, dan Baulus. Mereka diutus dalam waktu yang bersamaan di negeri Intakiyah. Adapun Qatadah ibn Di’amah mengatakan bahwa ketiganya adalah utusan Nabi Isa AS kepada penduduk Intakiyah.

Baca: Tiga Modal Penting Para Juru Dakwah

Dalam kisah ini disebutkan bahwa ketiga utusan tersebut berkata kepada penduduk negeri Intakiyah, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.” (ayat 14).

Namun penduduk negeri itu mengingkari ketiganya dengan berkata, “Kalian (bertiga) ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun. Kalian hanyalah pendusta belaka.” (ayat 15).

Ketiganya tetap bersabar dengan ajakan mereka. “Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan-(Nya) kepada kalian, dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas (ayat 16 dan 17),” kata ketiganya.

Penduduk negeri itu tetap tak mau percaya. Bahkan mereka menuduh bahwa ketiga utusan tersebut telah menimpakan nasib yang malang kepada mereka (ayat 18 dan 19).

Lalu datanglah dari ujung kota seorang laki-laki dengan bergegas seraya berkata, “Wahai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu. Ikutilah orang yang tidak meminta upah (imbalan) kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (ayat 20 dan 21).

Semoga kita termasuk dai yang hanya berharap imbalan dari Allah Yang Maha Kaya. Wallahu a’lam. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daidakwahupah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wapres: MUI Harus Berada di Tengah dan jadi Wadah Silaturahim Ormas Islam
Tulisan selanjutnya Sekolah utsmaniyyah menengah SMP Hassan Kamel Al-Sabbah, Sekolah Utsmaniyyah Penghasil Tokoh Besar dan Negarawan Yordania

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?