Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ketua PP Muhammadiyah: Agnostik dan Radikalisme, Virus Pendidikan Nasional Indonesia yang Merusak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Juli 2021 09:12 9:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juli 2021 09:12
Bagikan
agnostik
Bagikan

Hidayatullah.com— Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyinggung lima virus pendidikan Indonesia, salah satunya adalah virus agnostik, yang menjauhkan bangsa Indonesia dari Tuhan. Paparan ini disampaikan Haedar Nasir  saat menjadi keynote speech dalam pembukaan forum webinar nasional guru Muhammadiyah, Sabtu (24/7/2021) .

Lima virus itu ditengarai sebagai unsur yang pelan-pelan mengikis identitas nasional para pelajar Indonesia dari jati diri bangsa. “Saya tidak akan bilang dosa. Kalau ada yang bilang dosa pendidikan Indonesia itu nanti terlalu sakral. Saya menyebutnya virus saja,” kata Haedar.

Pertama, virus agnostik atau agnostisisme. Virus agnostik ditengarai Haedar sebagai bentuk laten dari cara pandang dan kebijakan yang berusaha menjauhkan siswa dari nilai-nilai ketuhanan dan agama.

Dua nilai ini dinegasikan dengan dunia ilmu pengetahuan karena dipandang sebagai sumber masalah yang sebenarnya justru dimunculkan oleh sejumlah kecil oknum-oknum umat beragama saja.

“Ini semacam alam pikiran sekular di mana ada praktek-praktek terorisme, orang sempit beragama, lalu disebutkan bahwa agama itu adalah sumber masalah. Nah, di dunia pendidikan modern itu sudah mulai masuk,” ungkapnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kedua, virus ‘ekstrimisme dan radikalisme apa saja’. Haedar menengarai kurikulum di dunia pendidikan belum banyak berubah dari sikap yang generalisir dan stigmatif.  Haedar menggunakan kata ‘apa saja’ untuk menolak pandangan bahwa ekstrimisme dan radikalisme hanya identik dengan agama, dan lebih khusus kepada Islam.

“Maka di sini apa saja. Ada ekstrimisme dan radikalisme karena pandangan agama yang ekstrim, misalnya jangan takut virus, takut hanya kepada Tuhan, itu ekstrim. Padahal kata Nabi ikat dulu untamu (berusaha), baru pasrah,” kata Haedar. “Tapi juga ingat ada ekstrimisme dan radikalisme atas nama kebangsaan, namanya chauvinisme nasionalisme yang itu memandang bahwa nasionalismelah yang utama. Agama dan lain-lain itu nomor dua. Itu ekstrim. Juga ada ekstrimisme radikalisme karena politik, misalkan separatisme atau ideologi misalnya komunisme, liberalisme, dan lain-lain,” jelas Haedar.

Ketiga, virus kekerasan di dunia pendidikan, baik oleh guru kepada murid ataupun murid kepada murid yang lain (perundungan, bullying). Keempat, virus asusila atau pelecehan seksual.

Meskipun kasus ini terbilang kecil, tapi tetap mencoreng dunia pendidikan dan integritas akhlak. “Memang kecil jumlahnya tapi jangan sampai hal ini menjadi kultur yang terkondisi bahwa kita selalu mentoleransi hal seperti ini karena kalau dunia guru sudah jebol di aspek low model seperti ini saja, jadi siapa lagi yang bisa digugu dan ditiru (jadi teladan)?” pesan Haedar.

Kelima, virus pembodohan, yakni mengajari murid dengan berbagai hal yang tidak selayaknya diajarkan sehingga membuat civitas akademika tidak tercerahkan.  “Maka ini perlu menjadi perhatian kita. Tentu di balik itu ada banyak kemajuan dalam dunia pendidikan kita. Ada banyak kisah-kisah sukses dalam dunia pendidikan kita dan banyak prestasi dari anak didik kita yang ini adalah modal kita untuk memajukan dunia pendidikan dalam rangka optimisme dan tetap semangat karena banyak guru juga yang menjadi teladan,” tutupnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agnostikhaedar NashirMuhammadiyahPendidikanradikalisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya WHO: Varian Delta Sudah Mendominasi Eropa, Beberapa Bulan Akan Mendominasi Global
Tulisan selanjutnya Ayat Al-Quran dan Hadis Dianggap Tak Sesuai ‘Nilai Republik’ Prancis, Imam Masjid Dipecat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?