Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Melacak Akar Pemikiran Islam Liberal (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Juli 2021 14:38 2:38 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Juli 2021 14:33
Bagikan
pemikiran islam liberal
Aksi umat Islam tolak homoseksual di Jakarta.
Bagikan

Rasionalisme –mendewakan akal fikiran dalam menilai segala sesuatu– menjadi asas peradaban Barat, yang juga dianut  Islam Liberal 

Oleh: Khalif Muammar A. Harris

Hidayatullah.com | DI akhir abad keduapuluh, umat Islam dikejutkan oleh fenomena baru dalam pemikiran Islam. Golongan yang memperkenalkan diri dengan nama Islam Liberal telah menggemparkan dunia Islam dengan isu-isu pemikiran yang kontroversial.

Gerakan ini sempat populer di Indonesia, namun banyak yang tidak sadar  bahwa ia  sebenarnya mempunyai jaringan yang luas bukan saja di dunia Islam namun juga hampir di seluruh dunia: Mesir, India, Pakistan, Bangladesh, Amerika, Perancis, Malaysia, Turki, Jordan, Sudan, Syria, Moroko, Tunisia, Lebanon, Algeria, Nigeria dll.

Pada dasarnya, Islam Liberal merupakan ‘produk’ baru yang ingin memunculkan  kembali modernisme di abad ke-21. Modernisme Islam telah lama muncul di kalangan intelektual Muslim dan menjadi satu tren pemikiran yang berpengaruh di dunia Islam sejak abad ke-19M.

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Tulisan ini bertujuan melacak dan mencari penjelasan tentang akar ideologi gerakan Islam Liberal sekaligus menyoroti perkembangan terbaru yang berlaku pada tren pemikiran ini yang cukup banyak diperdebatkan dalam bahasan ilmiah dewasa ini. Hipotesis kajian ini adalah bahwa terjadi kesinambungan dan pengaruh yang kuat antara sekularisme, orientalisme, modenisme Islam dengan Islam Liberal.

Kemunculan modernisme Islam sebagai akibat dari pertemuan yang tidak seimbang dari dua dunia: Islam dan Barat. Penjajahan yang berlangsung lebih dari 400 tahun terhadap umat Islam sedikit banyak menyebabkan sikap rendah diri atau inferiority-complex ketika berhadapan dengan peradaban yang canggih dan hebat.

Perlu digarisbawahi di sini bahwa modernisme Islam bukanlah aliran pemikiran yang tunggal dan jelas, tetapi ia terdiri dari beberapa aliran pemikiran sesuai dengan istilah modernisme itu sendiri yang kabur.

Gerakan modernisme telah mengalami banyak perubahan setelah kemunculan Fazlur Rahman (1919-1988) yang telah membangun framework pemikiran neomodernisme pada awal 80an. Sayangnya usaha dia telah ‘dimanfaatkan’ oleh orang-orang yang berkepentingan, untuk menjustifikasi lahirnya pemikiran yang lebih radikal, liberal dan berani. Golongan ini kemudian diberi nama Islam Liberal.

Modernisme Islam mengambil semangat pembaharuan dan reformasi. Yaitu dengan melihat model pembaharuan (modernisasi) yang telah berhasil merubah masyarakat Barat. Modernisme di Barat telah menghasilkan apa yang dinamakan enlightenment, revolusi industri dan akhirnya menjadikan Barat sebagai negara yang maju dan pemimpin dunia.

Menyadari kemunduran dan keterbelakangan kaum muslimin, dan setelah mengkaji faktor kemajuan Barat maka golongan modernis mengambil kesimpulan bahwa umat Islam perlu bersikap terbuka terhadap peradaban Barat untuk menguasai sains Barat dan seterusnya mengikuti   jejak kemajuannya.

Sikap keterbukaan ini didasari oleh pendirian bahwa ilmu itu bersifat bebas nilai atau netral yang tidak diwarnai oleh ideologi pembawanya dan terserah sepenuhnya kepada pengguna sains tersebut untuk menggunakan sesuai kehendaknya. Karena sains telah terbukti berhasil memberi kemajuan kepada masyarakat Barat, maka tentunya jika digunakan oleh umat Islam ia  juga akan dapat menjanjikan kemajuan.

Modernisme Islam dan Modernisme Barat

Karena modernisme Islam sangat terkait dengan modernisme Barat, maka sebelum membicarakan modernisme Islam, sangat penting sekali memahami konsep modernisme dan modernisasi dan kemunculannya di Barat. Perlu digaris bawahi di sini bahwa kemunculan modernisme Islam merupakan akibat dari konsekuensi interaksi dunia Islam dengan peradaban  Barat.

Satu fakta yang perlu diingat bahwa umat Islam sejak abad ke 16/17M telah dijajah dan diinfiltrasi oleh pemikiran dan budaya asing dari pemikiran, budaya dan agama mereka. Reaksi umat Islam ketika itu yaitu menolak dan menerima.

Golongan tradisionalis lebih cenderung menentang dan mengasingkan diri dari segala bentuk pembaratan (westernization). Adapun golongan modernis yang waktu itu mempunyai latar belakang pendidikan Barat, melihat banyak  kebaikan dalam peradaban Barat, sehingga menganggap rugi besar bahkan kolot jika umat Islam tidak mengambilnya.

Modernisme di Barat digerakkan oleh falsafah enlightenment-humanism yang berhasil mempengaruhi pemikiran sebagian masyarakat Barat dan mayoritas intelektual mereka. Kemunculan ahli-ahli falsafah seperti Immanuel Kant, David Hume, Nietzsche dan lain-lain telah memberikan penekanan terhadap rasionalisme dan kebebasan (liberalisme) atau pembebasan manusia dari tradisi dan dogma.

Gerakan keintelektualan ini semakin kuat dengan munculnya falsafah eksistensialisme oleh Sartre dan logical-positivism oleh kelompok yang dikenali dengan Vienna Circle.

Pada hari ini gerakan humanisme dipelopori oleh Council for Secular Humanism. Menurut mereka secular humanism artinya “cara berfikir dan cara hidup yang bertujuan untuk memberikan yang terbaik bagi manusia dengan menolak segala kepercayaan agama dan kuasa di luar pengikutnya. Humanisme sekular menekankan rasio manusia dan pengkajian saintifik, kebebasan individu dan pertanggung-jawaban, nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang dan keperluan terhadap toleransi dan kerjasama”.

Penjelasan tentang humanisme sekuler di atas memperlihatkan wujudnya dikotomi antara agama dan sains, antara moralitas dan kebebasan individu, antara Tuhan dan nilai-nilai kemanusiaan. Terlepas dari elemen-elemen yang tampak baik yang terdapat dalam pemikiran ini, penumpuan kepada kerasionalan, penolakan terhadap agama, dan kebebasan individu dalam menentukan segala sesuatu, jelas memberi kesan negatif khususnya bagi Muslim. Oleh kerana itu, penilaian perlu dilakukan secara menyeluruh dan sebaiknya penjelasan tentang modernisme dilakukan dari dua sudut pandang berbeda: Barat dan Islam.

Seorang penulis Muslim dari Prancis dan menetap di Mesir, Renë Guenon, menjelaskan bahwa modernisme pada intinya merupakan penolakan terhadap segala apa yang berbentuk divine (keilahian), transcendent dan supernatural. Ia adalah penolakan yang dilakukan oleh enlightment-humanist terhadap tradisi dan otoritas, demi kepentingan akal dan sains pengikutnya. Ia dibangun atas dasar perkiraan bahwa kuasa individu yang menjadi satu-satunya sumber bagi makna dan kebenaran.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh humanisme Barat sangat kuat dalam kerangka pemikiran modernisme Islam. Dalam menjelaskan hakikat liberalisme Islam, Leonard Binder menegaskan bahwa bahasan rasional menjadi tonggak utama golongan Islam Liberal ini.

Rasionalisme, dalam arti mendewakan akal fikiran dan menjadikannya kayu ukur dalam menilai segala sesuatu, yang menjadi asas peradaban Barat juga dianut oleh golongan modernis dan liberal Muslim. Dalam mendefinisikan modernisme Islam Charles Kurzman, seorang ideolog Islam Liberal, dalam bukunya Modernist Islam mengatakan bahwa seorang modernis bukan saja menerima nilai-nilai modern dari Barat sebagai sesuatu yang benar melainkan juga usaha untuk memperjuangkan modernisme Barat (proponent of modernity) yang termasuk di dalamnya rasionaliti, sains, kedaulatan perlembagaan (constitutionalism), dan persamaan manusia.

Bahkan peranan seorang modernis menurutnya  bukan saja dalam mencari persamaan di antara nilai-nilai modren dengan ajaran Islam. Lebih dari itu, seorang modernis harus berusaha membuat teori yang kokoh yang dapat membuktikan adanya persamaan dan kesesuaian tersebut. Dari sini tampak jelas bahwa gerakan ini mempunyai prakonsepsi dalam memahami Islam.

Penyatuan di antara nilai modern dan ajaran Islam pada kenyataanya dilakukan dengan tidak adil yaitu dengan memilih sebagian tradisi dan teks-teks agama yang bisa menyokong nilai-nilai Barat. Sedangkan kajian terhadap tradisi Barat sendiri dilakukan dengan penuh apresiasi dan tidak kritis.

Berkenaan dengan tema-tema Islam Liberal, sebagaimana tulisan mereka, dapat dilihat bahwa sebenarnya tidak jauh berbeda dengan modernist Islam. Di antaranya adalah demokrasi, pembelaan hak-hak perempuan, kebebasan bersuara, dan masa depan kemajuan manusia.

Tema-tema yang diangkat memberikan impresi (kesan)  bahwa siapapun yang rasional tidak mungkin menolak perjuangan mereka. Dibalik itu ada keinginan memonopoli perjuangan kemanusiaan, padahal agama Islam sejak awal sudah memperjuangkan kepentingan manusia.

Tema-tema di atas tampak menarik dan segar, tetapi ini berbeda dengan tema-tema yang selalu menjadi perdebatan hangat di kalangan umat Islam. Isu-isu seperti penolakan syari’at, pluralisme agama, kebebasan berijtihad, penolakan otoritas agama dan hermeneutik sebenarnya yang menjadi bahasan utama gerakan ini. (bersambung)

Associate Professor of Islamic Thought, Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Artikel pernah dimuat di Majalah Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Asal Muasalislam liberalmodernismepemikiranRasionalisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama MUI Milad ke 46 MUI Peringati Milad ke-46 Tahun, PP Muhammadiyah Kirim Pesan
Tulisan selanjutnya Milad MUI Ke-46, Menag Yaqut Minta Ulama Aktif Ajak Masyarakat Perangi Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?