Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Parpol Islam, Jangan Lupakan Suara Ulama dan Umat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Mei 2014 05:35 5:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Mei 2014 06:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Teuku Zulkhairi, MA

PEROLEHAN suara partai politik (Parpol) Islam dan partai berbasis Islam dalam pemilu legislatif (Pileg) 9 April 2014 yang lalu mengalami peningkatan suara yang sangat signifikan. Perolehan ini mementahkan prediksi para pengamat dan lembaga survei sebelumnya yang sering mengecilkan (baca: seolah tak menginginkan partai Islam besar).

Tercatat, berdasarkan hasil perhitungan sementara, gabungan perolehan suara PKB, PAN, PPP, PKS, dan PBB, diperkirakan mencapai angka 32 persen lebih. Perolehan ini terbesar dalam sejarah melewati perolehan suara Partai Masyumi dalam Pemilu 1955 yang menguasai 20,92 persen suara secara nasional.

Dukungan ulama dan ummat

Harus diakui, menjelang Pemilu beberapa waktu lalu, muncul arus dukungan yang sangat kuat dari kalangan ulama kepada parpol Islam. Seruan pada partai-partai Islam melewarti mimbar, ceramah, tulisan-tulisan di beberapa media Islam bahkan di media sosial (Medsos). Seruan-seruan aktivis-aktivis Islam untuk mendukung parpol Islam juga begitu intens. Banyak yang mengorbankan netralitas mereka demi menyuarakan dukungan bagi parpol Islam.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Barangkali, munculnya seruan-seruan tersebut setelah mereka melihat realitas banyaknya produk Undang-Undang berbau Syari’ah yang gagal diperjuangkan di parlemen karena minimnya dukungan dari anggota parlemen pusat di Jakarta. Tercatat, beberapa UU berbau syari’ah gagal diperjuangkan di parlemen karena tidak adanya dukungan dari mayoritas anggota parlemen seperti UU pendidikan,  dan UU Jaminan Produk Halal untuk Obat dan Makanan, UU perbankan syariah, UU ekonomi syariah dan sebagainya yang membuktikan bahwa suara parpol Islam seringkali kalah oleh suara parpol nasionalis sekuler.

Di sisi lain, juga muncul sebuah kesadaran bahwa kekuatan nasionalis sekuler yang telah sekian lama menguasai negeri ini telah gagal membangun bangsa ini agar sejahtera dan berdaulat. Bahkan, dalam indeks “prestasi” korupsi, partai-partai nasionalis-sekuler menempati urutan teratas sebagai partai terkorup. Kiprah mereka di parlemen pun seringkali berseberangan dengan kehendak rakyat, misalnya saat wacana penaikan harga BBM dan pengusutan kasus mafia pajak di tengah maraknya kasus korupsi pajak. Beberapa parpol nasionalis mendukung kenaikan harga BBM dan mayoritas anggota DPR RI dari parpol nasionalis-sekuler menolak hak angket pengusutan kasus Mafia Pajak sehingga hak angket itupun kandas. Padahal, usulan hak angket mafia pajak di DPR RI justru memberi peluang penyelidikan secara terbuka seperti penyelidikan DPR RI atas kasus Bank Century.

Hal ini ditambah lagi dengan realitas berbagai kesulitan yang dihadapi umat Islam di tanah air dalam rangka menjalankan ajaran agamanya. Misalnya bagaimana institusi Polri melarang Polisi Wanita (Polwan) mengenakan jelbab. Satu hal yang membuat berbagai kalangan tokoh Islam sadar bahwa lembaga wakil rakyat di Jakarta harus dipenuhi oleh wakil rakyat yang pro pada Islam sehingga mereka akan memiliki agenda advokasi atas kebebasan umat Islam untuk menjalankan ajaran agamanya.

Puncak kekecewaan ini akhirnya membulatkan suara umat Islam untuk mendukung parpol Islam dalam Pileg beberapa waktu yang lalu. Parpol Islam pun disebut-sebut berbagai pengamat meraih keberhasilan yang fantastis, khususnya jika dibandingkan dengan hasil pemilu pada 2009 yang lalu.*/bersambung Partai Islam jangan Ego

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:Menuju Koalisi Partai Islampartai Islamulamaumat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banjir Makkah, 1 Korban Jiwa dan 1356 Titik Rusak Parah
Tulisan selanjutnya 15 Dai Cordofa Jalani Masa Orientasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?