Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aktor Penting Genosida Rwanda Meninggal di Penjara Mali

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 September 2021 19:37 7:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 September 2021 19:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang bekas kolonel militer Rwanda yang divonis bersalah dalam kasus genosida sekitar 800.000 orang pada 1994 telah meninggal dunia di Mali, di mana dia dipenjara.

Théoneste Bagosora, 80, merupakan seorang tokoh senior di Kementerian Pertahanan Rwanda pada saat terjadi pembantaian itu.

Putranya, Achille, mengatakan kepada BBC (25/9/2021) bahwa dia meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Bamako karena gangguan jantung.

Genosida dimulai setelah sebuah pesawat yang membawa presiden Rwanda kala itu Juvenal Habyarimana ditembak jatuh pada 6 April 1994, menewaskan semua kru dan penumpangnya.

Sekitar 800.000 orang – kebanyakan dari etnis Tutsi – dibunuh selama 100 hari genosida.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bagosora ditangkap dua tahun kemudian di Kamerun, setelah  Rwandan Patriotic Front pimpinan Paul Kagame mengambil alih kekuasaan.

Pada 2008, International Criminal Tribunal for Rwanda menyatakannya bersalah dalam dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan, mengatur pembunuhan beberapa tokoh politik, termasuk PM Agathe Uwilingiyimana.

Selama persidangan Bagosora mencitrakan dirinya sebagai korban propaganda pemerintah yang sekarang didominasi Tutsi.

Jenderal Romeo Dallaire, petinggi militer Kanada yang memimpin pasukan penjaga perdamaian PBB saat terjadi genosida, menggambarkan Bagosora sebagai “kingpin” di belakang pembunuhan-pembunuhan itu, dan menuding kolonel tersebut pernah mengancam akan membunuhnya.

Awalnya pengadilan dukungan PBB menghukum Bagosora penjara seumur hidup, tetapi tiga tahun kemudian sebagian dakwaan dibatalkan dan hukumannya dikurangi menjadi 35 tahun.

Awal tahun ini permohonannya untuk dibebaskan lebih awal ditolak, dan dia seharusnya menjalani hukuman sampai usia 89.

Bagosora menjalani hukuman di penjara Koulikoro di Mali, bersama dengan sejumlah orang lain yang dihukum karena ambil bagian dalam genosida di Rwanda.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bagosoragenosida Rwanda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya masjid malaysia Malaysia Segera Izinkan Perjalanan Antaranegara Bagian
Tulisan selanjutnya Taliban Desak Maskapai Internasional Terbang ke Kabul

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?