Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Rekam Jejak Penaklukan Salahudin Al Ayyubi atas Baitul Maqdis Palestina

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2021 23:06 11:06 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 4 Oktober 2021 07:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Baitul Maqdis, kota suci bagi penganut tiga agama monoteistik besar, masih memiliki jejak pemimpin Muslim, Salahudin Yusuf bin Ayyub atau kita kenal sebagai Salahudin Al Ayyubi, Sultan Mesir dan Suriah, yang mengalahkan pasukan Kristen di Pertempuran Hattin dalam perang salib dan hasilnya, merebut kekuasaan atas Baitul Maqdis atau Yerusalem pada 1187 setelah lebih dari 90 tahun penjajahan.

Daftar isi
  • Mimbar Pemberian Salahudin Al Ayyubi
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Umat Islam di seluruh dunia menganggap pembebasan Baitul Maqdis ini sebagai peristiwa terbesar dalam sejarah Salahudin Al Ayyubi. Dia memulihkan keseimbangan agama, sosial, dan politik atas kota suci itu.

“Dia mempunyai rencana strategis untuk memulihkan identitas demografis dan sosial kota tersebut. Yang terbukti pada hari ini dengan hadirnya keluarga tentara yang bertempur dengannya. Seperti keluarga Maroko, Kurdi, masyarakat Afrika, dan lainnya,” kata Abdallah Marouf, profesor Sejarah Islam di Universitas 29 Mei Istanbul.

Para keluarga tersebut saat ini masih menjadi bagian penting dan asli dari masyarakat umum di Baitul Maqdis.

Salahudin memperkuat posisi politiknya di kota dengan cara pandang Islam, pada kekuasaan tertingginya, menyatukan umat Islam dari Mesir hingga Arab. Ia memanfaatkan kelihaian politik dan militer yang membantunya merasakan kemenangan bersama pasukannya.

Baca Juga

Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

“Intelijen politik Salahudin Al Ayyubi menekankan pentingnya politik di kota itu, bersama dengan simbolisme agama di kalangan umat Islam. Hal itu masih bisa terlihat dari semua periode sejarah melewati kota dari Ayyubiyah hingga sejarah modernnya,” tambah Marouf.

Salahudin Al Ayyubi juga memulihkan keseimbangan sosial dan hubungan damai antar pemeluk agama di Baitul Maqdis.

“Keluarga Joudeh yang beragama Islam masih menyimpan kunci Gereja Makam Suci yang menunjukkan tangga sosial di kota tersebut setelah mengalami periode berdarah selama Perang Salib,” tambahnya.

Mimbar Pemberian Salahudin Al Ayyubi

Pembebasan Baitul Maqdis masih menjadi peristiwa bersejarah yang sangat penting dan dampaknya masih jelas dalam ingatan masyarakat. Khususnya di situs arkeologi Utsmaniyyah di dalam Masjid Al-Aqsha.

Utsmaniyyah membangun kubah di dalam pekarangan kompleks Masjid Al-Aqsha dan menamakannya kubah Yusuf bin Ayyub. Selain itu, Utsmaniyyah juga memasang manuskrip dari pemerintahannya di tembok-tembok kota selama rekonstruksi di era Utsmaniyyah.

Mimbar Nurudin Zangi yang di bawa Salahudin dari Damaskus ke Baitul Maqdis setelah penaklukannya adalah tonggak paling penting dari kemenangan umat Islam. Hingga akhirnya mimbar itu di bakar pada tahun 1969 oleh Denis Michael Rohan.

“Pendudukan ‘Israel’ terus menerus berusaha untuk melenyapkan simbol apapun yang mengingatkan warga Palestina akan kemenangan Salahudin, dan saya kira itu adalah salah satu motif utama Rohan membakar mimbar tersebut,” kata Marouf.

Ia menyebutkan banyak peninggalan bersejarah lain dari Ayyubiyah yang menjadi target penghancuran ‘Israel’. Ada pula yang peninggalan yang kemudian di ubah menjadi kuil Yahudi.

“Pada tahun 1967, pasukan ‘Israel’ menghancurkan lingkungan Maroko di sebelah barat Masjid Al-Aqsha yang di bangun Salahudin. Lingkungan sebagai Wakaf bagi tentara yang datang bersamanya dari Maroko untuk membebaskan Baitul Maqdis,” tambahnya.

Entitas Zionis kemudian menyita bagian yang di wakafkan kepada keluarga Kurdi di utara Masjid Al-Aqsha. Bagian itu kemudian di ubah menjadi Tembok Ratapan kecil, sebutan yang umum di kalangan pemukim ilegal Yahudi ‘Israel’,

Marouf meyakini bahwa saat ini adalah masa terburuk Baitul Maqdis, karena upaya terus menerus Zionis ‘Israel’ untuk menghapus peninggalan Islam dan menyematkan ingatan baru padanya, berbeda dari apa yang telah berusaha dilestarikan kota itu selama sejarahnya.

“Entitas Pendudukan secara konsisten melenyapkan identitas Kristen-Islam Arab yang berumur panjang. Penduduk kota menyadari rencana ‘Israel’ untuk membuat pijakan permanen bagi pemukim ekstremis di situs-situs suci kota melalui serbuan konsisten mereka ke dalam Masjid Al-Aqsha dan aktivitas pemukiman untuk merebut banyak Wakaf Kristen,” catat Marouf.* Disadur dari Anadolu Agency (03/10/2021)

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul MaqdispalestinaSalahuddin Al-Ayyubi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ledakan di luar masjid Ledakan Terjadi di Luar Masjid, 2 Warga Sipil Terbunuh
Tulisan selanjutnya pemimpin muslim rohingya Bangladesh Tangkap 5 Tersangka Pembunuhan Pemimpin Muslim Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Dahnil Simanjuntak Wakil Menteri Haji dan Umrah
Berita

Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah

Berita
4 Agustus 2026 18:43
Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 
Rektor UIN Tulungagung: Jangan Jauhkan Anak dari Masjid

Terbaru

  • Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan
  • Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam
  • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 
  • Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi
  • Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji
  • Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
  • Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
  • MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram
  • Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah
  • Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan

Mungkin Anda Juga Suka

Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?