Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Resep Hati yang Lapang 

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Oktober 2021 13:01 1:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Oktober 2021 13:01
Bagikan
mengusap wajah setelah berdoa
Bagikan

Hidayatullah.com | “Berusahalah untuk tidak bersedih, baik atas sesuatu yang luput atau hilang, atau atas perlakuan seseorang pada kita. Jika pun kita akhirnya tetap merasa sedih, maka jangan terbawa sampai menjelang tidur malam. Yakinlah semua dalam pengaturan-Nya, maka mohonlah kekuatan dari-Nya.” 

Nasihat bijak ini terucap dari seseorang ibu renta (87 tahun) yang Ahad kemaren kutemui di rumahnya di kawasan Depok, Jawa Barat,  ketika kumintakan resep hidup sehatnya. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkaruniakan usia yang berkah kepadanya… Amin. 

Ini resep yang singkat, namun pasti tak sesingkat itu  menemukan, apalagi menerapkannya.  Namun ini disampaikan oleh seseorang yang telah mengalaminya, ia pasti tau bahwa itu tak mudah, namun jika itu disampaikannya, maka kita harus meyakini bahwa selalu ada peluang untuk meraih Kebaikan, yaitu menjalani hidup tanpa kesedihan yang berlarut-larut. 

Susah atau mudah adalah persepsi yang akan menjebak kita. Maka keputusannya ada pada kita juga, berpikirlah positif maka keberhasilan tak pernah menjauh.

Kesedihan ibarat cairan yang mulai pekat. Semakin kita larut dan terinternalisasi di dalamnya, maka semakin kita lebih jauh tenggelam. 

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Semua seakan semakin gelap dan kita semakin merasa tak berdaya keluar darinya. Karena ketakberdayaan itu hakekatnya kitalah yang menciptakan. 

Merasa lemah mengaburkan akal sehat, dan kita tak bisa lagi memaknai peluang serta kesempatan. Semua ikhtiar seakan terkubur dan bumi seakan diam, beku dan cuma menatap sendu.

Simaklah kata-kata Ibu di atas tadi, “Berusahalah untuk tidak bersedih.”  Rasanya tak mungkin sepanjang hidup kita tak mengalami kesedihan, tetapi kita pasti bisa menghindari bahkan menghentikannya.

Sampai di sini kita faham, menjauhi atau keluar dari rasa sedih harus dimulai dari diri sendiri, jangan terlalu bergantung pada orang lain. 

Yang pertama, tidak usah menyangkal bahwa kita memang sedang sedih. Kedua, cari dan sadari apa penyebabnya.  Ketiga, mendekatlah pada Allah, dengan melakukan shalat di tengah malam, lalu mengadu kepada-Nya. 

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ 

“ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”(QS: Ar-Ra’d: 28).

Jauhi atau hindari hal-hal yang memicu atau menjurus pada perasaan sedih, perbanyaklah kesibukan, mohonlah kesabaran dan tetap bersyukur kepada Allah. 

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ 

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (QS: Al-Baqara: 156).

Bahkan sebagai seorang Muslim, kita harus mampu menjadi pribadi yang menebarkan manfaat pada sesama, memberi solusi. jJika  tidak demikian, posisi kita setidaknya bukan yang malah menambah masalah. 

Sedih tak boleh kita tularkan, bahkan yakinlah sebagaimana Allah telah menguatkan kita, maka kita pun mampu menguatkan sesama.  

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR: Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).

«إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا»

“Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya.” (HR: Bukhari, dan Muslim)

Satu hal lagi yang kusaksikan dari Ibu ini ialah Ia tak merasa perlu harus membebani anak-anaknya. Misalnya untuk menolongnya berjalan, karena ia sudah merasa mampu dan tertolong dengan menggeser kursi lipat sebagai pengganti tongkat. 

Sata memakna ini sebagai perasaan bersyukur yang dalam dari seseorang. Ia tak menyesali apa yang telah hilang dari dirinya, karena ia masih memiliki banyak hal sebagai karunia-Nya. 

Mengingat banyak hal menyenangkan di masa lalu tak selalu berarti bahwa kita tak pernah mengalami kesedihan, tapi ini adalah pilihan cerdas dan bijak.  

Ibu ini punya banyak cerita menarik tentang kriterianya dalam memilih teman. Ia lebih suka berteman dengan yang pintar, ia bisa detail menceritakan kebisaan teman sekolahnya.  

Ia adalah sosok luar biasa, ia bukan saja tak mau bersedih,  ia bahkan berharap tak ada yang diingat orang di sekitarnya kecuali kenangan yang indah. Inilah kelapangan hati yang dimiliki seseorang.

Inilah sikap luar biasa, agar hati tidak terus rusak dengan kenangan-kenangan buruk.  Semoga Allah menjadikan beliau dan kita semua dalam ketaatan kepada-NYA.*/ Hamid Abud Attamimi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kisah inspiratifnasihatsedih
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ratusan Warga Palestina yang Dipenjara ‘Israel’ Gelar Aksi Mogok Makan
Tulisan selanjutnya sembako lansia BMH – Mushida Salurkan Sembako untuk Lansia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?