Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sekjen MUI Pesankan Dai agar Tekankan Pemahaman Islam Wasathiyah dalam Dakwah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Oktober 2021 20:52 8:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Oktober 2021 21:00
Bagikan
Buya Amirsyah Tambunan, Sekjen MUI
Bagikan

Hidayatullah.com — Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan berpesan agar para dai harus mampu meningkatkan materi dakwahnya masing-masing. Dia mengungkap untuk menjawab tantangan, materi dakwah perlu menekankan pada aspek pemahaman wasathiyatul Islam (Islam Wasathiyah).

Pesan tersebut disampaikan dalam program Standardisasi Kompetensi Dai pada Senin (11/10/2021) di Kantor MUI, Jakarta Pusat. Dalam kegiatan yang diadakan oleh Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah menuturkan Islam Wasathiyah perlu menjadi standar materi para muballigh dalam berdakwah.

“Salah satu contohnya hadis Rasulullah SAW; ‘Hai anak Adam, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan’,” ucapnya.

Menurut Amirsyah, penting untuk memahami makna ifrath (sikap berlebih-lebihan) dan tafrith (sikap hemat ekstrem). Keduanya dapat ditinjau dalam kasus konsumsi makanan atau minuman.

Pertama, ujar Amirsyah, ifrath itu terlalu berlebihan dalam makan atau minum, sebaliknya tafrith terlalu sedikit makan atau minum. Keduanya sama-sama buruk, sebab tubuh manusia memerlukan keseimbangan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Tubuh butuh kapasitas yang cukup. Tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit (makan atau minum). Jadi tidak ifrath maupun tafrith,” ujarnya.

Kedua, dia melanjutkan, sikap ifrath dan tafrith juga terdapat dalam corak pemikiran atau ideologi.

Berbagai corak pemikiran bertebaran bebas di mana-mana. Bahkan ada yang bercorak ekstrim dan berbahaya seperti kelompok pemikiran radikalisme kiri, seperti sosialisme, komunisme, dan liberalisme ekonomi.

Amirsyah mengatakan contoh corak pemikiran berbahaya lainnya adalah ekstrem kanan, yang menyalahgunakan doktrin takfiri untuk kepentingan kelompok dan politik-kekuasaan sesaat.

“Akar masalah munculnya esktrim kiri-kanan tersebut karena ketidak adilan seperti penguasaan ekonomi oleh kelompok ologarki yang menyebabkan kesenjangan sosial antara kaya dengan miskin,” sambungnya.

Selain membahas perihal sikap ekstrem tersebut, Buya Amirsyah juga menuturkan pentingnya meluruskan makna moderat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dia mengutip, moderat berarti selalu menghindari perilaku atau pengungkapan yang ekstrem. Moderat juga dapat dimaknai berkecenderungan ke arah jalan tengah.

“Contoh pandangan yang cukup moderat, ia mau mempertimbangkan pandangan pihak lain,” ucapnya.

Selain makna tadi, Amirsyah menuturkan, moderat juga memiliki beberapa makna lain. Pertama, moderat adalah sebuah homonim sebab memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda.

Kedua, dalam kelas kata sifat/adjektiva, moderat dapat mengubah makna kata benda atau kata ganti. Artinya, menurutnya, kata moderat dapat memunculkan makna lain dan membuatnya jadi lebih spesifik.

“Untuk itu, moderat belum tentu mampu memahami dan menegakkan nilai-nilai keadilan. Karenanya, kata moderasi harus didasarkan pada nilai keadilan seperti yang terdapat pada Pancasila. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berita islam terbaruberita islam terkiniBuya Amirsyah TambunanIslam WasathiyahMajelis Ulama Indonesiastandardisasi dai
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya megawati badan riset Megawati Jadi Dewan Pengarah Badan Riset, Abdilllah Toha: Pecahkan Rekor Dunia, Semoga Tuhan Mengampuni Negeriku
Tulisan selanjutnya Oknum TNI Bantu Kabur Publik Figur dari Karantina, Keduanya Harus Disanksi Tegas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?