Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Libya Diambang Kekacauan, Saudi dan Turki Tutup Perwakilan Diplomatik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Mei 2014 10:28 10:28 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Mei 2014 10:14
Bagikan
Sejumlah mobil hangus terbakar di halaman gedung parlemen Libya di Tripoli.
Bagikan

Hidayatullah.com—Arab Saudi menutup kantor perwakilan diplomatiknya di Libya dan Turki menutup sementara konsulatnya di Benghazi menyusul ketegangan di negara itu setelah bentrokan bersenjata terjadi antara kelompok jenderal pembangkang dan milisi-milisi Islam.

“Semua staf diplomatik telah meninggalkan ibukota Libya naik pesawat pribadi karena situasi keamanan [buruk] yang sedang melanda Libya,” kata Duta Besar Muhammad Mahmud Al-Ali dalam pernyataannya yang dilansir kantor berita Saudi SPA Senin (19/5/2014).

Kedutaan Saudi ditutup sampai situasi keamanan di ibukota Tripoli membaik.

“Kami melakukan kontak dengan pihak Libya untuk mengetahui semua perkembangannya,” kata duta besar Saudi itu dikutip Arab News.

Libya mengalami serangkaian serangan bersenjata terhadap para pemimpinnya dan diplomat asing, seiring dengan gangguan keamanan yang terus berlangsung tanpa henti pasca digulingkan dan dibunuhnya pemimpin Libya Muammar Qadhafi oleh sebagian rakyat dan kelompok-kelompok bersenjata yang didukung oleh NATO.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Situasi itu semakin buruk setelah pada hari Jumat (16/5/2014) tentara yang dipimpin jenderal pembelot Khalifa Haftar melancarkan serangan ke kelompok-kelompok bersenjata Islam sehingga menewaskan 70 orang di daerah timur Benghazi, kota lahirnya revolusi 2011 melawan Muammar Qadhafi.

Pada hari Ahad (18/5/2014) sekelompok tentara pro-Haftar menyerang gedung parlemen di ibukota Tripoli dan pangkalan udara Libya di wilayah timur negara itu. Milisi-milisi pro-Haftar juga dikabarkan terlibat dalam serangan selama 4 jam tersebut dan berperang melawan kelompok milisi seterunya.

Hari Jumat, Aljazair mengirimkan tim pasukan khusus ke Tripoli untuk mengawal evakuasi duta besar dan staf diplomatiknya, menyusul adanya ancaman.

Aljazair juga melakukan peraturan ketat di pintu perbatasannya, di mana hanya warga negara Aljazair dari Libya yang boleh melintas masuk ke wilayahnya dan hanya warga Libya yang boleh melewati pintu perbatasan masuk ke wilayah Libya.

Turki hari Senin mengumumkan penutupan sementara kantor konsulatnya di Benghazi.

Menurut laporan saksi kepada kantor berita Reuters, bendera yang biasanya terlihat berkibar di gedung konsulat Turki telah diturunkan. Namun, para pejabat Turki mengatakan pihaknya hanya menutup kantor, tetapi tidak mengevakuasi staf diplomatik.

Menurut jurubicara Kementerian Luar Negeri Turki Tanju Bilgic, konsulat di Benghazi ditutup setelah mendapatkan ancaman. Tetapi Bilgic tidak menjelaskan lebih lanjut perihal ancaman tersebut.

“Konsulat telah ditutup untuk hari ini karena alasan keamanan. Apakah besok masih akan ditutup atau tidak tergantung pada situasi keamanan,” kata Bilgic Senin kemarin.

Turki merupakan salah satu negara yang mempertahankan misi diplomatiknya di Benghazi, setelah duta besar Amerika Serikat terbunuh dalam sebuah serangan menyusul penayangan film penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam buatan imigran Kristen Koptik Mesir di Amerika berjudul “Innocence of Muslim”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anti-PD1s dan anti-PDL1s Terobosan Baru Pengobatan Kanker Paru
Tulisan selanjutnya Pasukan Khusus AD Libya Dukung Jenderal Pembangkang Haftar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?