Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Video

Ketua Dewan Gereja Metodis Amerika Serikat Masuk Islam

Bambang S
Terakhir diupdate: 2 November 2021 13:02 1:02 pm
Bambang S
Dipublikasikan 2 November 2021 13:02
Bagikan
Jerald F Dirks, Ketua Dewan Gereja Metodis Amerika Serikat
Bagikan

Hidayatullah.com–Berita ini pernah mengejutkan publik Amerika Serikat. Seorang Ketua Dewan Gereja Motodis lulusan Universitas Hardvard masuk Islam.

Dibesarkan di tengah lingkungan masyarakat penganut kepercayaan Kristen Metodis, membuat Jerald F Dirks kecil terbiasa dengan suara dentingan lonceng gereja. Kebetulan rumahnya hanya dua blok dari sebuah gereja tua. Bunyi lonceng itu menjadi tanda bagi seluruh anggota keluarganya agar segera menghadiri kebaktian yang diadakan di gereja.

Tidak hanya dalam urusan kebaktian, tetapi juga dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak Gereja Kristen Metodis, seluruh anggota keluarga ini turut terlibat secara aktif.

Tak heran sejak usia kanak-kanak Jerald sudah diikutsertakan dalam kegiatan yang diadakan oleh pihak gereja. Salah satunya adalah mengikuti sekolah khusus selama dua pekan yang diadakan oleh gereja setiap Juni. Selama mengikuti sekolah khusus ini, para peserta mendapat pengajaran mengenai Bibel. ”Secara rutin saya mengikuti sekolah khusus ini hingga memasuki tahun kedelapan,” ungkap Jerald.

Selain itu, Jerald juga aktif pada kebaktian Minggu pagi dan sekolah Minggu yang diadakan setiap akhir pekan. Di antara para peserta sekolah khusus itu, Jerald termasuk yang paling menonjol. Tidak pernah sekalipun pria kelahiran Kansas tahun 1950 ini absen dari kelas. Dan dalam hal menghafal ayat-ayat dalam Bibel, ia kerap mendapatkan penghargaan.

Baca Juga

Menjaga Benih Karakter Anak Saat Liburan
Prof DR Hamid Fahmi Zarkasyi: Toleransi Bukan Saling Menghormati
Sudah Mengislamkan 3000 Orang, Al Falah Gelar Pengajian dengan Pembicara Mualaf dari AS
(Video) Islam di Argentina Terbesar Di Amerika Latin
Mengintip Islam di Maroko, Apa Hubungannya dengan Presiden Soekarno dan Ust. Abdul Somad?

Keikutsertaan Jerald dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas Gereja Metodis terus berlanjut hingga ia memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Di antaranya ia terlibat secara aktif dalam organisasi kepemudaan Kristen Metodis.

Dia juga kerap mengisi khotbah kebaktian Minggu khusus diadakan bagi kalangan anak muda seusianya. Dalam perjalanannya, khotbahnya ternyata menarik minat komunitas Kristen Metodis di tempat lain. Ia pun kemudian diminta untuk memberikan khotbah di gereja lain, panti jompo, dan di hadapan organisasi-organisasi kepemudaan yang berafiliasi dengan Gereja Metodis.

Sejak saat itu, Jerald bercita-cita ingin menjadi seorang pendeta kelak. Ketika diterima di Universitas Harvard, Jerald tidak mensia-siakan kesempatan demi mewujudkan cita-citanya itu. Ia mendaftar pada kelas perbandingan agama yang diajar oleh Wilfred Cantwell Smith, seorang pakar Islam.

Di kelas perbandingan agama ini Jerald mengambil bidang keahlian khusus yaitu agama Islam. Namun, selama mengikuti kelas ini Jerald justru lebih tertarik untuk mempelajari agama Budha dan Hindu. Dibandingkan dengan Islam, menurut dia, kedua ajaran agama itu tidak ada kemiripan sama sekali dengan keyakinan yang ia anut selama ini.

Akan tetapi untuk memenuhi tuntutan standar kelulusan akademik, Jerald diharuskan untuk membuat makalah mengenai konsep wahyu dalam Alquran. Ia mulai membaca berbagai literatur mengenai Islam, yang sebagian besar justru ditulis oleh para penulis non-muslim.

Ia juga membaca dua Alquran terjemahan bahasa Inggris dalam versi yang berbeda. Makalah tersebut mendapat penghargaan Hollis Scholar dari Harvard. Sebuah penghargaan tertinggi bagi para mahasiswa jurusan Teologi Universitas Harvard yang dinilai berprestasi.

Setelah lulus dari Harvard College pada 1971, Jerald langsung mendaftar di Harvard Divinity School, sejenis sekolah tinggi teologi atas beasiswa dari Gereja Metodis Amerika. Selama menempuh pendidikan di Harvard, Jerald menyambi sebagai rohaniawan di RS Peter Bent Brigham di Boston.

Ia lulus dari sekolah tinggi itu tahun 1974 dan mendapatkan gelar master di bidang teologi. Selepas meraih gelar master teologi, ia sempat menghabiskan liburan musim panasnya dengan menjadi pendeta pada dua Gereja Metodis Amerika yang berada di pinggiran Kansas.

Bagaimana dia kemudian masuk Islam, ikuti kisah selanjutnya di sini:  Ketua Dewan Gereja Metodis Amerika Serikat Masuk Islam

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:biarawati masuk Islamcerita mualafcerita mualaf terbaruIslam di Amerikakisah mualafkisah mualaf terbarumualaf terbarumualaf terbaru di amerikapastur masuk islampendeta masuk Islamromo masuk Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pimpinan DPR Setujui Pembentukan Pansus Selesaikan Masalah Garuda Indonesia
Tulisan selanjutnya Bulan Oktober 2021 Jerman Kedatangan 5.000 Migran Lewat Rute Baru Belarusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Video

Jeritan Ibu Muslim yang Semua Anaknya Katholik

10 Desember 2022 07:00
Video

Istri Muslim, Suami Katholik “Perang” Doa 24 Tahun

29 November 2022 18:00
missionaris perangkap
Video

Missionaris Ini Pasang Perangkap untuk Muslim Justru Ia Sendiri Terperangkap

21 November 2022 18:36
Video

Perjuangan Ustadzah Kembar di Kampung Mualaf

22 September 2022 11:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?