Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Guru Besar IPB Prediksi Proyek Ketahanan Lumbung Pangan Nasional Gagal, Ini Sebabnya

Bambang S
Terakhir diupdate: 30 Desember 2021 10:06 10:06 am
Bambang S
Dipublikasikan 30 Desember 2021 10:06
Bagikan
Lembaga Pangan Nasional
Bagikan

Hidayatullah.com — Proyek ketahanan lumbung pangan nasional atau food estate diprediksi akan gagal oleh Guru Besar IPB, Dwi Andreas Santosa dalam kegiatan konferensi Refleksi Ekonomi Akhir tahun CORE Indonesia, Rabu (29/12) kemarin.

“Food estate atau lumbung pangan nasional saya kritik ini tidak belajar dari kesalahan selama 25 tahun, sehingga kesalahan terus menerus diulang sehingga saya pastikan ini gagal,” kata Dwi seperti dikutip dari Cnnindonesia, Kamis (30/12/2021).

Kegagalan itu, menurut Dwi karena tidak memenuhi 4 syarat yang mesti dimiliki proyek pangan skala besar. Padahal proyek itu diharapkan menjadi jawaban dari ancaman krisis pangan.

Pertama, proyek itu dinilai tak memenuhi kesesuaian tanah untuk menjadi lahan tanam. Selain itu, ia menyebut belum juga proyek dimulai tapi sudah banyak polemik yang menghiasi, seperti pelanggaran kepemilikan tanah adat.

Kedua, infrastruktur pertanian di lahan food estate tak sesuai. Ia menilai irigasi dan jalan sarana prasarana di beberapa lokasi yang dijadikan lahan tanam tidak memenuhi kriteria layak.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Petani bisa mentransfer produknya ke luar wilayah produksi, itu pun juga sulit, kami terlibat bukan hanya ngomong saja,” ujarnya.

Dwi mengklaim pihaknya beberapa kali melakukan percobaan tanam di lokasi berbeda, namun sejauh ini percobaan masih menemui jalan buntu alias gagal tanam. “Kalau infrastrukturnya setengah-setengah jangan kira-kira lah, pasti gagal,” terangnya.

Ketiga, varietas yang ditanam kurang cocok dengan lahan tanam dan teknologi yang dimiliki pun masih minim. Belum lagi soal ketersediaan pupuk.

Keempat, Dwi mengatakan syarat agar food estate bisa berhasil adalah produktivitas gabah yang dihasilkan. Ia mensyaratkan setiap hektare lahan harus mampu menghasilkan minimal 4 ton gabah. Sementara, saat ini, kata dia gabah yang bisa dihasilkan hanya 1 ton per hektare.

“Proyek food estate tadi itu tidak ada yang mencapai itu, uji coba kami saja hanya 1 ton per hektare, padahal didampingi doktor, profesor, untuk itu kenapa mohon pemerintah mempertimbangkan lagi,” tukasnya.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Institut Pertanian Bogorketahanan pangan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya doa sholat dhuha Doa Sholat Dhuha
Tulisan selanjutnya Menag Kukuhkan 9 Kiai sebagai Majelis Masyayikh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Berita
13 Oktober 2026 00:13
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?