Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Ilmuwan Temukan Senyawa untuk Mengatasi SARS dan MERS

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 1 Juni 2014 20:39 8:39 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 1 Juni 2014 20:39
Bagikan
MERS coronavirus dilihat melalui mikroskopik.
Bagikan

SATU tim ilmuwan internasional mengatakan, mereka telah mengidentifikasi suatu senyawa yang dapat melawan coronavirus, yang membentuk wabah SARS dan MERS yang saat ini belum ada obatnya.

Coronavirus mempengaruhi saluran pernapasan atas dan bawah pada manusia. Lebih dari sepertiga gejala demam berasal dari bagian tubuh tersebut.

Satu strain (jenis) virus yang lebih parah, yang diduga berasal dari kelelawar, telah memicu epidemi  SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) di dunia pada tahun 2002 yang menewaskan hampir 800 orang.

Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) adalah strain baru yang ditemukan di Arab Saudi pada tahun 2012 dan diduga berasal dari unta. Lebih mematikan tapi kurang menular. Sejauh ini telah menewaskan 193 orang dari 636 kasus yang dikonfirmasi.

Tapi sekarang, seperti dilaporkan Channel News Asia (30/5/2014), satu tim ilmuwan yang dipimpin oleh Edward Trybala dari University of Gothenburg di Swedia dan Volker Thiel dari University of Bern, telah menemukan senyawa yang disebut K22, yang dapat memblokir kemampuan virus untuk menyebar pada manusia.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Mereka pertama kali mengamati bahwa K22 mampu memerangi bentuk lemah dari coronavirus yang antara lain dapat menyebabkan gejala flu ringan, kemudian ternyata K22 juga menunjukkan mampu melawan strain yang lebih serius, termasuk SARS dan MERS.

Dalam artikelnya untuk jurnal spesialis “PLOS Patogen”, para ilmuwan menjelaskan bahwa virus berkembang biak dalam sel-sel yang melapisi sistem pernapasan manusia.

Virus mengambil alih membran yang memisahkan bagian berbeda dari sel manusia, membentuknya menjadi semacam pertahanan guna memulai siklus produksinya.

Tapi K22 bertindak pada tahap awal dalam proses ini, yakni mencegah virus dari mengambil kendali membran sel.

“Hasilnya mengkonfirmasi bahwa pengambilalihan membran sel merupakan langkah penting dalam siklus hidup virus,” tulis para peneliti. Karya mereka menunjukkan bahwa “proses ini sangat sensitif dan dapat dipengaruhi oleh obat anti-virus”.

Mereka mengatakan epidemi SARS dan MERS ini menunjukkan harus ada investasi yang mendesak dalam pengujian K22 di luar laboratorium, dan mengembangkan obat-obatan.

Awal bulan Mei lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumpulkan para ahli di Jenewa, kemudian menegaskan bahwa MERS mudah menyebar, tetapi belum mencapai darurat di tingkat global.

Sebagian besar kasus kematian MERS sejauh ini berada di Arab Saudi, tetapi virus telah menyebar ke lebih dari selusin negara lain. Orang-orang tersebut telah terlebih dulu sakit saat berada di Timur Tengah.

Pada Kamis lalu Iran mendapat kasus kematian pertama dari MERS, dan sudah tercatat enam orang terkena infeksi.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tak Laku, Google Tutup Pabrik Ponsel Motorola di Texas
Tulisan selanjutnya Dr. Munir Ghadban, Mantan Pengawas IM Suriah Wafat di Makkah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?