Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Virus Hendra Ditemukan, Epidemiolog Sebut 7 dari 10 Orang yang Terpapar Meninggal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Mei 2022 16:08 4:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Mei 2022 17:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Baru-baru ini, varian virus Hendra baru yang bisa menular ke manusia. Ditemukan oleh ilmuwan di Griffith University Australia. Virus itu terdeteksi di urine kelelawar berkepala hitam dan abu-abu yang menyebar di Australia New South Wales hingga Queensland.

Peneliti menyebut virus Hendra dominan ditemukan akhir Mei hingga akhir Agustus. Meski begitu, penularan diyakini bisa terjadi di semua musim. Para ahli tengah menganalisis bagaimana penyebaran varian HeV-g2.

Epidemiolog Dicky Budiman menyebut virus Hendra sebenarnya sudah lama ditemukan, merupakan penyakit endemi yang hanya ditemukan di sejumlah wilayah. Sejak dilaporkan 1994 silam, virus Hendra tercatat memiliki angka kematian di atas 50 persen, baik pada hewan dan manusia.

Virus Hendra berasal dari kelelawar pemakan buah, ‘korban’ terpapar paling banyak dilaporkan pada hewan kuda. Kuda yang terinfeksi akibat terpapar kotoran dari kelelawar pemakan buah umumnya mengalami kondisi fatal. Sekitar 80 persen dari total kasus tak tertolong. Ancaman serupa juga mengintai manusia.

“Pada manusia pun 70 persen kalau terpapar ya mematikan, 7 dari 10 orang manusia yang terkena virus Hendra ini meninggal,” beber Dicky dalam keterangan tertulis, Selasa (17/5/2022), dilansir oleh Detikcom.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dicky meminta masyarakat khususnya mereka yang memiliki peternakan mewaspadai penularan virus Hendra. Pasalnya, virus bertahan di kotoran hewan selama empat hari.

“Gejalanya pada manusia itu mestinya demam, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, sama seperti penyakit flu disertai dengan meningitis atau encephalitis atau peradangan pada otak, bila berkembang yang menyebabkan nyeri kepala, demam tinggi, dan juga kejang sampai koma,” ungkap dia.

Apa itu virus Hendra?

“Untuk diketahui bahwa Hendra virus ini sebetulnya penyakit yang menjadi endemi di flying fox, flying fox ini semacam kelelawar yang memakan buah-buahan dan di Australia khususnya ini menjadi satu temuan yang sudah lama di tahun 90an kenapa ini manusia terpapar Hendra virus ini?,” jelas Dicky.

“Karena si flying fox ini atau kelelawar buah ini itu sering menginfeksi kuda, dan ketika menginfeksi kuda karena kotorannya yang dari si flying fix atau fruit bat ini mencemari makanan yang dikonsumsi kuda dan akhirnya mematikan,” pungkas Dicky.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:epidemiologkelelawarVirus Hendra
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Miyabi DKI Akan Digelar Acara Dinner Bareng Miyabi di DKI, Mujahid 212 Minta Anies Tegas Menolak
Tulisan selanjutnya Rusia: 959 Prajurit Ukraina di Azovstal Akhirnya Menyerah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?