Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tanggapi Pernyataan Singapura Soal UAS, Kepala BNPT Bicara Fanatisme Agama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Mei 2022 09:39 9:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Mei 2022 09:39
Bagikan
Ustadz Abdul Somad (UAS) mengisi tausiyah di panggung mushalla arena IBF 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (02/03/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Boy Rafli Amar buka suara soal pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Singapura, K Shanmugam terkait Ustadz Abdul Shomad (UAS). Boy Rafli menanggapi dengan berbicara soal fanatisme beragama.

Boy Rafli menilai fanatisme pada dasarnya adalah sikap positif pemeluk agama. Ia menyebut fanatisme dapat meningkatkan keimanan para pemeluk agama.

“Fanatisme itu sebuah hal positif bagi pemeluk agama yang bersangkutan dalam menjalankan syariat agama untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan,” kata Boy Rafli Amar di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta, Selasa (24/5/2022), dilansir Detikcom.

Boy Rafli menuturkan pernyataan seorang tokoh memang bisa menjadi inspirasi pemeluk agama. Hal itu, menurutnya, juga termasuk beberapa peristiwa ketika ucapan tokoh menginspirasi orang lain melakukan aksi teror.

“Tapi, dalam beberapa peristiwa lain, ucapan tokoh bisa menginspirasi orang melakukan kekerasan dan bahkan melakukan tindakan teror. Kita punya fakta itu,” katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Boy Rafli juga beranggapan, bahwa dalam konteks kehidupan beragama, fanatisme merupakan karakter penganut agama.

Boy menyebut yang terpenting adalah jangan menyalahkan ajaran agama lain. Sebab, katanya, menyalahkan ajaran agama lain berpotensi menimbulkan intoleransi.

“Fanatisme ini saya pikir, dalam konteks kehidupan kita beragama, itu karakter kita sebagai penganut agama. Yang terpenting, kita harus menghormati kebenaran versi agama lain. Yang penting kita tidak menyalahkan ajaran orang lain yang berbeda dengan keyakinan kita. Mereka punya fanatisme sendiri,” katanya.

“Kalau kita memaksakan versi kebenaran kita, sementara agama lain mengajarkan lain, tentu ini berpotensi menimbulkan intoleransi,” sambungnya.

Sebelumnya, Mentri Dalam Negri Singapura K. Shanmugam menuding pendakwah Indonesia Ustadz Abdul Shomad (UAS) sebgai sosok pemecah belah. Dia juga mengklaim UAS telah terbukti mempengaruhi warganya menjadi radikal.

Shanmugam mengatakan UAS telah berada di radar otoritas Singapura selama beberapa waktu. Hal itu, menurutnya, setelah terungkap bahwa beberapa warga yang diindikasi terdampak radikalisasi telah menonton videonya dan mengikuti khotbahnya.

“Khotbah Somad memiliki konsekuensi dunia nyata,” kata Shanmugam di kantor pusat Kementerian Dalam Negeri (MHA) di daerah Novena Senin (23/5/2022), dilansir oleh Strait Times.

Di antara mereka, kata Shanmugam, adalah seorang anak berusia 17 tahun yang ditahan di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri pada Januari 2020. Remaja itu, klaimnya, telah menonton ceramah YouTube UAS tentang bom bunuh diri, dan mulai percaya bahwa pelaku bom bunuh diri adalah martir.

Shanmugam juga mengutip contoh-contoh terbaru dari pernyataan pendukung UAS yang memprotes pemerintahan Singapura setelah UAS didepak oleh otoritasnya. Ia juga menuding US sebagai sosok yang memecah belah.

“Bahasanya, retorikanya, seperti yang Anda lihat, sangat memecah belah – sama sekali tidak dapat diterima di Singapura,” tudingnya. “Kerukunan ras, agama, kami menganggap (ini) mendasar bagi masyarakat kami dan sebagian besar warga Singapura menerima itu,” tambahnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BNPTBoy Rafli AmarFanatisme AgamasingapuraUASUstad Abdul Somad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BNPT Radikalisme Menurun BNPT Klaim Kantongi Data Kelompok Radikal di Kalangan Kampus
Tulisan selanjutnya subsidi minyak goreng curah Mulai 31 Mei 2022, Subsidi Minyak Goreng Curah Bakal Dicabut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bakar Dua Masjid, Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi Picu Kerusuhan di Tepi Barat

Berita
27 Juli 2026 11:54
MUI dan UI Teken MoU Pengembangan AI dan Data Science di KUII VIII
Ahmad Muzani: Persatuan Umat Islam Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Bangsa
Deputi Kemenpora Buka Rakerwil Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta: Jadilah Penggerak Bangsa Menuju Indonesia Emas
Indonesia dan Australia Resmikan Kemitraan KITA SEHAT untuk Perkuat Sistem Kesehatan Nasional

Terbaru

  • Bunuh Majikan dan Kerap Mencuri, ART Asal Indonesia Dibui Seumur Hidup di Singapura
  • Laporan: ‘Israel’ Danai Kampanye Rp840 Miliar untuk Mempengaruhi Jawaban AI soal Gaza
  • Pakai Kacamata AI untuk Menyontek Saat Ujian Nasional Pria Korea Selatan Dipidana
  • Ribuan Sambaran Petir Picu Karhutla Baru di Kanada
  • Ratusan Warga Palestina Kehilangan Tempat Bernaung usai ‘Israel’ Bom Tenda Pengungsian
  • Pakar: Pernikahan adalah Jalan Peradaban, Jangan Biarkan Medsos Meracuninya
  • MUI: Konten Keislaman Jangan Kalah di Ruang Digital
  • Demo Pro-Palestina Sambut Kedatangan Netanyahu di Gedung Putih
  • MUI Tolak Eufemisme Barat, Desak Publik Pakai Istilah LGSP Pengganti LGBT
  • Baliho Berbahasa Ibrani Mewabah, ‘Israel’ Kuasai Siprus?

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?