Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kolom

Negara-negara Barat Ketagihan Perang dan Membunuh

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 6 September 2022 11:19 11:19 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 6 September 2022 12:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad mengatakan bahwa negara-negara Barat ketagihan perang dan membunuh orang, dengan perang terbaru di Ukraina menjadi upaya sengaja untuk memprovokasi Rusia agar melakukan pembalasan.

oleh Mahathir Mohamad

Saya tidak suka menggeneralisasi, tetapi dalam hal ini saya tidak punya pilihan selain menggeneralisasi. Karena pada umumnya memang demikian.

Saya meyakini bahwa negara-negara Eropa benar-benar ketagihan perang, membunuh orang. Selama ribuan tahun tidak pernah ada setahun pun di mana tidak ada perang diantara negara-negara Eropa.

Mereka memuliakan peperangan. Mereka merayakan pembantaian. Mereka menjadikan para pembunuh sebagai pahlawan; mendekorasi mereka, mendirikan patung dan merancang perayaan yang rumit dalam memori mereka.

Baca Juga

Waspada Akhir Zaman: Merebaknya Ulama Sū’
Fenomena Salju Akhir Zaman di Jazirah Arab dan Kedatangan Imam Mahdi
Burung ‘Al-Bukht’: Pasukan yang Diutus Allah untuk Membersihkan Bangkai Ya’juj dan Ma’juj
Kendaraan Dajjal di Akhir Zaman
70.000 Pengikut Dajjal dari Iran? Baca Hadits Berikut!

Mereka mempersiapkan perang dengan latihan dan permainan perang. Mereka terus-menerus menciptakan senjata baru yang lebih efisien dalam membunuh orang. Mereka mengatakan bahwa untuk memiliki perdamaian, negara harus bersiap untuk perang.

Tetapi setelah bersiap untuk peperangan, setelah menemukan dan melengkapi militer mereka dengan cara-cara baru untuk membunuh orang, mereka merasa perlu untuk mencoba dan menguji senjata baru mereka. Mereka memicu perang antar negara. Dan seringkali mereka akan pergi berperang sendiri.

Selama Perang Dunia II mereka, negara-negara Barat, menerima Rusia sebagai sekutu. Jutaan orang Rusia tewas dan jutaan lainnya terluka. Seluruh kota dan pedesaan hancur.

Dengan Rusia mendorong dari Timur dan negara-negara Eropa Barat bersama-sama dengan Amerika menyerang dari Barat, mereka mengalahkan Jerman.

Segera setelah perang, sekutu Barat mengidentifikasi mitra mereka, Rusia, sebagai musuh baru. Mereka mendirikan NATO dan Rusia menanggapinya dengan mendirikan Pakta Warsawa. Perang Dingin pun terjadi selama beberapa dekade.

Akhirnya Rusia menyerah dan mereka membubarkan Pakta Warsawa dan membebaskan negara-negara yang terlibat.

Tetapi alih-alih membubarkan NATO, kekuatan Barat malah membujuk mantan anggota Pakta Warsawa untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa. Rusia tidak diundang; itu tetap menjadi musuh potensial.

Karena semakin banyak mantan anggota Pakta Warsawa bergabung dengan Uni Eropa dan NATO, Rusia menemukan musuh baru di perbatasan baratnya.

Latihan perang dimainkan dengan melibatkan negara-negara di perbatasan barat Rusia. Idenya adalah untuk memprovokasi Rusia. Ukraina akan bergabung dengan NATO mengetahui sepenuhnya bahwa Rusia akan merasa terancam karena Ukraina adalah tetangga sebelah.

Jadi negara-negara NATO tidak mengakui Ukraina sebagai anggota NATO, tetapi mereka terus memprovokasi Rusia dengan memberitahukan bahwa mereka pada akhirnya akan menerima keanggotaan Ukraina di NATO.

Provokasi berhasil dan Rusia menyerang Ukraina. Seruan Zelensky agar NATO bergabung dalam membela negaranya diabaikan tetapi dukungannya hanya berupa uang dan perbekalan.

Jadi Ukraina dibiarkan membela diri. Jutaan orang bermigrasi, ribuan warga sipil dan tentara tewas dan negara hancur.

Tidak ada satu pun tentara NATO yang tewas, juga tidak ada negara-negara NATO yang dirugikan. Ini adalah strategi terbaik Eropa – melawan apa yang disebut dengan perang proksi.

Sementara itu provokasi telah bergeser ke Timur Jauh.*

Artikel ini ditulis berdasarkan thread Twitter yang Dr Mahathir Mohamed

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EropaMahathir MohamadMahathir MohammadNATOPakta WarsawaPerang Rusia UkrainaUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Proyek Bantuan Inggris di Kongo dan Zimbabwe Mendesak Penduduk Makan Ulat dan Serangga Atasi Kelaparan
Tulisan selanjutnya Ini Delapan Bagian Dalam Ka’bah yang Perlu Anda Tahu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Analisa Dunia IslamArtikel

Betulkah Gabung Board of Peace merupakan Tindakan Realistis?

4 Februari 2026 11:43
Analisa Dunia Islam

Masjid Dikepung, Ulama Dipenjara: Jejak Panjang Diskriminasi di Tajikistan

22 Juli 2025 08:30
Analisa Dunia Islam

Amerika Serikat dan Proyek Genosida di Gaza

21 Oktober 2024 10:30
Analisa Dunia Islam

Kebijakan Politik Iran dan Dilema Amerika

17 Oktober 2024 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?