Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Kota yang Menyamankan Pejalan Kaki Turunkan Diabetes

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 23 Juni 2014 10:36 10:36 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 23 Juni 2014 10:36
Bagikan
Bagikan

TEMPAT tinggal dapat mempengaruhi keputusan dan kesehatan kita, kata peneliti, yang menyarankan perancang kota membangun jalur untuk pejalan kaki guna mengurangi diabetes.

Jika lingkungan pemukiman kita semakin “menyamankan pejalan kaki”, semakin kecil kemungkinan kita menjadi gemuk atau berkembang menjadi diabetes. Dengan lingkungan yang mendorong melakukan aktivitas fisik, untuk menuju ke satu lokasi kita bisa berjalan selama lebih dari 10 menit, dapat mengurangi mengurangi angka obesitas, kata Gillian Booth, peneliti utama.

Dalam laporan pada laman Bloomberg belum lama ini, para peneliti meneliti lingkungan di Ontario selatan (Kanada) selama lebih dari 10 tahun, yang berakhir pada tahun 2012. Kegemukan dan tingkat obesitas turun 9 persen di daerah yang paling menyamankan pejalan kaki dan naik 13 persen di daerah yang kurang memberikan kenyamanan untuk berjalan. Kasus-kasus diabetes turun 7 persen di lingkungan yang ramah pejalan kaki.

“Desain kota memiliki dampak besar pada kesehatan kita,” kata Booth, peneliti di St. Michael’s Hospital di Toronto. “Sebagai masyarakat, kita mengharapkan ada semacam rekayasa terhadap aktivitas fisik dari kehidupan kita.”

Penelitian tentang berjalan kaki yang terkait dengan obesitas dan diabetes dilakukan bersama oleh Booth dan Marisa Creatore, ahli epidemiologi di St. Michael’s Hospital. Booth telah mempresentasikan penelitiannya pada Selasa, 17 Juni, pada konferensi yang diselenggarakan American Diabetes Association di San Francisco.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Lebih dari sepertiga orang dewasa di AS mengalami obesitas, menurut Pusat Statistik Kesehatan Nasional. Meningkatnya biaya kesehatan dan sejumlah masalah kesehatan, termasuk pada diabetes, penyakit jantung dan kolesterol tinggi, menjadikan penyakit-penyakit tersebut masuk dalam kategori epidemi.

Index Berjalan Kaki

Para peneliti mengukur “berjalan kaki” dengan indeks yang mereka ciptakan terhadap penduduk dan kepadatan hunian, jalur-jalur jalan kaki yang tersedia, dan jumlah kawasan perbelanjaan dan layanan yang ada di dekatnya.

Booth mengatakan, dari hasil penelitian, kawasan pemukiman yang memiliki sejumlah toko, taman, dan fasilitas orang berjalan, yang bisa menyebabkan orang berjalan selama sekitar 10, atau berjalan sepanjang 800 meter, telah menyebabkan orang lebih cenderung berjalan kaki untuk menuju ke suatu tempat.

“Ketika kita masuk ke daerah kota yang lebih pinggiran, dengan kawasan antara pemukiman dan kawasan komersial lebih jauh,” kata Booth, ”Membuat kita tidak punya banyak pilihan untuk berjalan kaki.”

Hubungan antara “lingkungan binaan” dan kesehatan ini telah meningkatkan perhatian dari para profesional kesehatan masyarakat di tingkat lokal dan nasional, kata Roger Millar, Wakil Presiden pada Smart Growth Amerika, dan juga direktur pada National Complete Streets Coalition.

Ketika pemerintah daerah membuat keputusan tentang perencanaan kota, mereka perlu mempertimbangkan antara biaya-biaya keuangan dan keuntungan, katanya. Terhadap penderitaan obesitas, ada dimensi finansial yang besar bagi individu dan masyarakat, kata Millar.

‘Manfaat Keuangan’

”Jika kita dapat melakukan sesuatu pada lingkungan binaan kita, yang memungkinkan orang menjadi sehat, ada keuntungan finansial,” kata Millar. “Pikirkankanlah adanya biaya obesitas.”

Biaya perawatan kesehatan yang berhubungan dengan obesitas berkisar sekitar 21 persen dari total belanja kesehatan di Amerika Serikat pada tahun 2005, kata studi yang dilakukan para peneliti Cornell University pada tahun 2012.

Frank Hu, seorang profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard’s School of Public Health, mengatakan, penelitian di bidang ini mencerminkan pemikiran yang relatif baru tentang faktor-faktor yang menyebabkan obesitas dan diabetes. Meskipun penelitian tersebut ditujukan terutama untuk masalah individu, tetapi bukti menunjukkan ada hubungan antara aspek lingkungan dan sosial, katanya.

”Jika kita dapat mengatasi beberapa faktor sosial, seperti karakteristik lingkungan dan desain kota, itu sangat penting untuk mengubah kebiasaan dan pola diet, serta mengurangi obesitas pada tingkat mikro,” kata Hu.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:diabetes
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dai Lokalisasi Yakin Dolly Bisa Ditutup Secara Total
Tulisan selanjutnya Mengapa Sains Modern Menjadi Sekular?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?