Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

CNN Meminta Maaf Syuting di Lokasi Pembunuhan Massal di Tempat Penitipan Anak di Thailand

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 10 Oktober 2022 22:35 10:35 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 10 Oktober 2022 22:35
Bagikan
di lokasi pembunuhan massal di pusat penitipan anak di Uthai Sawan, Nong Bua Lamphu, yang menjadi lokasi pembunuhan berdarah
Bagikan

Hidayatullah.com—CNN meminta maaf menyusul insiden syuting di lokasi pembunuhan massal di pusat penitipan anak di Uthai Sawan, Nong Bua Lamphu, yang menjadi lokasi pembunuhan berdarah itu. CNN juga mencabut video tersebut dari situsnya.

Dua jurnalis CNN – seorang Australia, 47, dan seorang Inggris, 34 – didenda 5.000 baht dan meninggalkan negara itu setelah pihak berwenang menemukan bahwa mereka telah menyalahgunakan visa turis.

Namun, mereka dibebaskan dari tuduhan memasuki dan merekam adegan tanpa izin. Wakil Inspektur Jenderal Polisi, Jenderal Surachate Hakparn mengatakan, penyelidikan menemukan bahwa tim mendapat izin dari petugas kesehatan yang berada di tempat kejadian.

Kedua wartawan itu tidak menyadari bahwa petugas kesehatan tidak memiliki wewenang untuk memberikan izin masuk ke tempat itu, katanya. Kedua jurnalis tersebut juga menyampaikan permintaan maaf.

“Saya ingin meminta maaf kepada masyarakat Thailand, terutama keluarga korban tragedi itu,” kata kru CNN, Anna Coren. “Kami sangat menyesal atas tindakan kami yang telah menambah kesedihan dan penderitaan. Itu bukan niat kami,” kata, Anna.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu, executive vice president dan general manager CNN International, Mike McCarthy juga meminta maaf. Dalam sebuah pernyataan, dia menyesali kesalahan yang dibuat dan kesulitan yang mungkin dihadapi polisi Thailand

Dia mengatakan CNN telah berhenti menyiarkan laporan tersebut dan menarik video dari situs webnya. “Partai kami tidak pernah bermaksud untuk melanggar aturan apa pun dan tidak ada penjagaan polisi di sekitar tempat kejadian pada saat itu.”

“Setelah merekam sekitar 15 menit, tim mencoba pergi, namun gerbang kompleks ditutup dan dipasang garis polisi, mereka harus memanjat pagar untuk keluar,” katanya.

Foreign Correspondents’ Club to Thailand (FCCT) menegaskan bahwa tindakan kedua awak CNN tersebut tidak profesional dan melanggar etika jurnalistik dalam pemberitaan kejahatan. Pada hari Kamis seorang polisi yang dipecat membunuh 36 orang termasuk 24 anak-anak antara usia dua dan empat dan 12 orang dewasa termasuk istrinya di Uthai Sawan di provinsi Nong Bua Lamphu.

Pria 34 tahun itu dilaporkan membunuh 23 anak yang sedang tidur setelah mereka selesai menikmati makan siang. Pembunuh itu kemudian melarikan diri dari tempat kejadian dan kembali ke rumah dan membunuh istri dan putranya sebelum melakukan bunuh diri.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:beritacnnpenembakan massalthailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Julian Assange Positif Covid-19 di Penjara Belmarsh London
Tulisan selanjutnya Polisi di Malang Minta Maaf dan Sujud Massal atas Tragedi Kanjuruhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Berita
28 Agustus 2026 09:20
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?