Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penghuni Tertua Penjara Guantanamo Dipulangkan ke Pakistan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Oktober 2022 20:03 8:03 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Oktober 2022 20:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Penghuni tertua penjara Amerika Serikat di Guantanamo sudah dipulangkan ke negaranya, Pakistan, setelah dikurung selama hampir dua dekade.

Saifullah Paracha, 75, ditangkap dua tahun setelah serangan 11 September 2001 atas gedung World Trade Center (WTC) di New York City, Amerika Serikat, yang ditudingkan kepada para simpatisan Al-Qaeda sebagai pelakunya.

Paracha dituduh mendanai kelompok bersenjata itu, tetapi senantiasa membantah tuduhan dan kukuh menyatakan dirinya tidak bersalah dan dia tidak pernah secara resmi didakwa dan dibawa ke pengadilan.

Penjara yang dikelola militer Amerika Serikat di wilayah Kuba itu pernah menampung ratusan orang yang dicurigai sebagai militan atau simpatisan Al-Qaeda menyusul serangan 9/11 tersebut.

“Saif Ullah Paracha, seorang warga negara Pakistan, yang ditahan di Guantanamo Bay, sudah dilepaskan dan tiba di Pakistan pada hari Sabtu, 29 Oktober 2022,” kata Kementerian Luar Negeri Pakistan seperti dilansir BBC.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami senang bahwa seorang warga negara Pakistan yang ditahan di luar negeri akhirnya bersatu kembali dengan keluarganya,” imbuh pernyataan itu.

Clive Stafford-Smith, pengacara Paracha, mempertanyakan mengapa butuh waktu sangat lama untuk melepaskan kliennya.

“Dia sudah diputuskan untuk dibebaskan sejak lebih dari setahun lalu … dia biasanya bersenandung kepada saya lagu The Eagles ‘Hotel California ‘, di mana ada liriknya yang berbunyi ‘Kamu bisa keluar tetapi tidak bisa pergi’,” kata Stafford-Smith dalam acara BBC’s Newshour.

Paracha ditangkap pada Juli 2003 di Thailand setelah operasi penyergapan oleh agen-agen FBI [Biro Investigasi Federal] Amerika Serikat.

Paracha, yang pernah sekolah di AS, dituduh oleh aparat Amerika melakukan kontak dengan sejumlah tokoh Al-Qaeda termasuk Osama bin Laden dan Khalid Sheikh Mohammed.

Setelah 14 bulan dikurung di penjara militer AS di Bagram, Afghanistan, dia dipindahkan ke Guantanamo.

Pada masa pemerintahan Obama, pemerintah AS berjanji akan segera menutup penjara itu, yang diketahui menjadi tempat penyekapan orang-orang yang yang diculik atau ditangkap tanpa proses hukum oleh aparat AS dengan alasan perang melawan teroris.

Presiden AS Joe Biden didesak untuk melepaskan orang-orang yang dikurung di sana tanpa ada proses hukum dan tidak didakwa.

Tahun lalu, pemerintahan Biden menyetujui pembebasan Paracha, bersama seorang warga Pakistan lain bernama Abdul Rabbani yang berusia 55 tahun, serta warga Yaman berusia 41 tahun bernama Uthman Abdul al-Rahim Uthman.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan tidak menyebut Rabbani.

Masih ada 35 orang yang saat ini dikurung di Guantanamo, termasuk Khalid Mohammed yang disebut sebagai “atak dari serangan 9/11” dalam berkas laporan 9/11 Commission Report.

Pengacara dari Paracha mengatakan dia memperkirakan akan ada beberapa tahanan yang akan dibebaskan kurun beberapa bulan ke depan.

“Saya masih memiliki empat klien di sana [di Guantanamo], semuanya sudah mendapatkan izin untuk dibebaskan,” katanya kepada BBC, seraya menambahkan bahwa ini merupakan hal yang “memalukan bagi AS”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QaedaAmerika SerikatGuantanamoPakistanpenjara militerSaifullah Parachaserangan 9/11
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bukti Keislaman Para Rasul Terdahulu, termasuk “Yesus”
Tulisan selanjutnya Sudah Sepuluh Hari Kebakaran di Gunung Kilimanjaro Belum Padam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?