Hidayatullah.com– Polisi di Ghana memperingatkan agar para pendeta (pemuka-pemuka agama) di negara mayoritas Kristen itu agar tidak membuat ramalan Tahun Baru yang dapat menimbulkan rasa takut, khawatir, kecemasan atau kematian di masyarakat.
Hak kebebasan beribadah tidak boleh melanggar hak-hak lainnya, kata pihak kepolisian dalam sebuah pernyataan.
Secara tradisi, jutaan orang Kristen berkumpul di gereja untuk mendengar pendeta-pendeta mereka membuat ramalan tentang tahun baru. Pesannya sering berkisar dari proyeksi optimis hingga peringatan akan datangnya malapetaka.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Senin pekan ini, polisi meminta kerja sam dari para pemuka agama dan mematuhi Prophecy Communication Compliance Day, yang ditetapkan pada 27 Desember.
“Hari ini ditetapkan untuk mengingatkan kita semua supaya menjalankan ajaran agama kita dalam batas-batas hukum guna memastikan masyarakat yang aman, terjamin, bebas dari kecemasan yang dihasilkan dari ramalan-ramalan bahaya yang akan datang,” bunyi pernyataan dari kepolisian.
Polisi membuat hari peringatan tahunan semacam itu sejak tahun lalu, setelah masyarakat dibanjiri oleh banyak prediksi tentang kematian dan bencana, lapor situs berita lokal My Joy Online seperti dilansir BBC (27/12/2022).
Namun, menurut Sammy Darko, seorang pengacara, peringatan atau perintah dari kepolisian itu “ilegal” tidak sah, karena melanggar konstitusi yang menjamin hak kebebasan beragama.
“Maslah ini bahkan tidak untuk diperdebatkan atau ditafsirkan oleh mahkamah agung Ghana. Tidak ada undang-undang di Ghana yang memberikan wewenang kepada administrasi kepolisian untuk mengatur ramalan di negara ini,” tulisnya.
“Kebebasan beragama lebih dari sekedar ‘kebebasan beribadah’ di sinagog, gereja, atau masjid. Kebebasan itu berarti orang tidak boleh bertentangan dengan nilai dan keyakinan inti mereka demi menyesuaikan diri dengan budaya atau pemerintah, kecuali itu melanggar hukum tertentu,” tambahnya.
Darko mengatakan kepada BBC bahwa awal tahun ini pihak kepolisian kalah dalam kasus berkaitan dengan seorang pendeta, yang didakwa membuat ramalan yang mengkhawatirkan perihal seorang musisi selebriti yang ditembak mati.*