Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pelatih Sepak Bola Panggil Pemain Muslim ‘Teroris’, FA: Bukan Rasis

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 19 Januari 2023 20:26 8:26 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 19 Januari 2023 20:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyimpulkan bahwa tindakan seorang pelatih atau manajer yang menyebut pemain Muslim sebagai “teroris” adalah bukan seorang rasis yang disengaja.

Juri FA mengungkap bahwa mantan pelatih Crawley John Yems, 63 tahun, juga mengatakan kepada para pemain Muslim “orang-orangmu meledakkan barang dengan rompi.”

Menurut FA, antara 2019 dan 2022 pelatih John Yems tercatat;

  1. Menggunakan stereotip rasial terhadap pemain kulit hitam asal Afrika dengan menanyakan apakah dia menyukai Jerk Chicken (makanan khas Jamaika).
  2. Mengatakan bahwa seorang pemain muda Irak di klubnya “mungkin akan meledakkan stadion.”
  3. Berkali-kali membuat komentar tentang pemain lain “membawa bom di tasnya.”
  4. Menyebut seorang pemain sebagai “curry muncher” dan menanyakan apakah pemain tersebut tidak senang karena mereka tidak menyediakan “curry pizza“

Curry Muncher adalah istilah subyektif yang sering digunakan secara rasis atau ofensif dan tersirat terhadap orang-orang keturunan Asia Selatan.

  1. Memberi komentar kepada salah satu pemain tentang “seberapa gelap kulitnya” saat kembali ke Crawley setelah mewakili Grenada.

Selama persidangan, Yems membantah sebagian besar tuduhan dan dengan tegas menyangkal bahwa dia rasis. Dia mengatakan dia berpikiran terbuka dan menyambut semua orang dari latar belakang apa pun.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras serangan Israel
Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT
87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun
Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza

Yems berdalih para pemain menuduhnya rasis karena mereka kecewa karena tidak dipilihnya bermain mewakili tim.

Dia mengakui satu dakwaan dan dinyatakan bersalah atas 11 dakwaan lainnya terkait komentar yang menyerang asal suku, warna kulit, ras, kebangsaan, agama, kepercayaan, atau jenis kelamin.

Dia dilarang bermain sepak bola selama 15 bulan karena beberapa pelanggaran aturan FA terkait dengan komentar diskriminatif.

FA mengatakan dalam temuannya: “Kami menganggap ini sebagai kasus yang sangat serius. Kami telah menerima bahwa Tuan Yems bukanlah seorang rasis yang sadar. Jika iya, penangguhan yang sangat lama, bahkan permanen, akan sesuai.

Namun demikian, ‘olok-olok’ Tuan Yems tidak diragukan lagi dianggap oleh para korban dan orang lain sebagai ofensif, rasis, dan Islamofobia. Tuan Yems sama sekali tidak memedulikan kesedihan yang disebabkan oleh kelucuannya yang salah tempat.”

Sky News melaporkan bahwa organisasi anti-rasisme Kick It Out mengatakan “sangat sulit untuk memahami” bagaimana juri menyimpulkan bahwa Yems bukanlah seorang rasis yang sadar.

“Bahasa diskriminatif yang diuraikan dalam laporan independen FA sungguh mengejutkan,” baca pernyataan Kick It Out.

“Mengingat keseriusan insiden yang rinci, sangat sulit untuk memahami bagaimana panel independen FA menyimpulkan bahwa ‘Tuan Yems bukanlah seorang rasis yang sadar’. Kami tidak berbagi sudut pandang itu.

“Perilaku yang digariskan dalam laporan itu harus disebut apa adanya: rasisme dan Islamofobia.

“Secara gamblang, larangan 15 bulan mengingat beratnya 11 dakwaan yang terbukti adalah tamparan bagi para korban pelecehan diskriminatif yang dirinci dalam laporan ini dan siapa saja yang menjadi sasaran rasisme atau Islamofobia.

“Selain itu, untuk mengurangi rangkaian pernyataan ofensif, Islamofobia, dan rasisnya yang berkepanjangan menjadi ‘kelucuan yang salah tempat’ menunjukkan kurangnya pemahaman tentang kerusakan yang dapat disebabkan oleh bahasa ini atau dinamika kekuatan yang ada dalam permainan.*


Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:eplLiga Inggrisliga primer inggrismuslim inggrisrasisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sewot Cak Nun Kritik Presiden, Guntur Romli Juga Pernah Sebut Anies “Firaun”
Tulisan selanjutnya Buya Yahya Menerima Gelar Profesor Kehormatan Bidang Hukum Islam dari UNISSULA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun

Berita
17 September 2026 17:50
Teror Bandit Merebak di Nigeria, Enam Imam Diculik
Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina
Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak
‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi

Terbaru

  • Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
  • Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT
  • 87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
  • Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun
  • Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza
  • Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’
  • Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina
  • Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah
  • Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI
  • Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’

17 September 2026 16:35
Berita

Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI

17 September 2026 16:00
Berita

Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah

17 September 2026 16:00
Berita

Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan

17 September 2026 15:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?