Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 17 September 2026 14:11 2:11 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 17 September 2026 15:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Lembaga pendidikan pemerintah Texas menyetujui revisi besar-besaran mata pelajaran ilmu sosial tingkat SMA yang memasukkan bias anti-Muslim dan anti-Islam.

Mereka menggunakan frasa “Islam radikal” yang dikaitkan dengan serangan 11 September (9/11), serta menggambarkan sejarah Islam dengan menonjolkan perang dan perbudakan.

Melansir Anadolu pada Rabu (16/09/2026), Dewan Pendidikan Negara Bagian Texas meresmikan kurikulum meski perdebatan sengit dan keberatan dari warga Muslim.

Salah satu ketentuan yang paling diperdebatkan adalah kewajiban bagi siswa untuk mempelajari bahwa “Islam radikal” menjadi motif di balik serangan teroris 11 September 2001.

Para pembicara dari kalangan Muslim mendesak dewan untuk lebih spesifik menyebut al-Qaida, Osama bin Laden, dan para pelaku teror yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, alih-alih menggunakan frasa yang menurut mereka berisiko mengaitkan agama Islam itu sendiri dengan terorisme.

Baca Juga

Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026
Muhammadiyah Tawarkan Pendampingan Hukum untuk Kasus di Ponpes Hamalatul Qur’an
Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian
LBH Hidayatullah Kecam Penggerebekan Sewenang-Wenang Aparat di Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo

Kalangan Muslim juga menyoroti fakta bahwa ada warga Muslim yang menjadi korban dalam peristiwa 9/11.

Selain itu, kurikulum tersebut menginstruksikan siswa yang mempelajari sejarah awal Islam untuk mengkaji sosok Nabi Muhammad melalui deskripsi mengenai berbagai kampanye militer melawan suku-suku Yahudi dan Kristen, praktik perbudakan, serta penawanan perempuan.

Warga Muslim di Texas menyampaikan kepada dewan pendidikan bahwa penyajian materi semacam itu secara khusus menempatkan Islam dalam posisi yang dipandang secara negatif, sekaligus mencabut peristiwa-peristiwa tersebut dari konteks sejarahnya yang lebih luas.

Sejak saat itu, kelompok mayoritas dari Partai Republik telah mendorong kurikulum ke arah yang lebih konservatif, dengan alasan bahwa sekolah tidak seharusnya mengajarkan anak-anak untuk memandang Amerika Serikat terutama dari kegagalan-kegagalan sejarahnya.

Namun, organisasi-organisasi Muslim dan pihak-pihak lain yang kritis berpendapat bahwa perlakuan yang tidak adil terhadap Islam ini menggambarkan risiko membiarkan pertarungan ideologis menentukan bagaimana agama dan komunitas minoritas digambarkan di ruang kelas sekolah umum.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:9/11Amerika Serikatanti-IslamHeadlineislamofobiaKurikulum Texassejarah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peringatan Hari Kematian Mahsa Amini Pertokoan Tutup, Pasukan Keamanan Iran Bersiaga
Tulisan selanjutnya Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara

Berita
28 Oktober 2026 05:00
KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026
Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing
LBH Hidayatullah Kecam Penggerebekan Sewenang-Wenang Aparat di Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo

Terbaru

  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026
  • Muhammadiyah Tawarkan Pendampingan Hukum untuk Kasus di Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian
  • LBH Hidayatullah Kecam Penggerebekan Sewenang-Wenang Aparat di Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo
  • Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
  • Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
  • Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
  • Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
  • Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer

1 November 2026 16:49
Berita

Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar

31 Oktober 2026 17:26
Berita

Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika

31 Oktober 2026 16:32
Berita

Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action

31 Oktober 2026 10:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?