Hidayatullah.com – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) memperkuat kapasitas dosen dalam menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas dan berstandar internasional. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan penulisan artikel jurnal sekaligus pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara etis dalam proses penelitian dan penulisan akademik.
Kegiatan yang digelar di Bogor, Rabu (16/9/2026), diikuti 30 dosen Unhan RI. Pelatihan menghadirkan pakar publikasi akademik Murniati Mukhlisin dari Universitas Tazkia dan Teguh Dartanto dari LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).
Dalam paparannya, Murniati menekankan bahwa peningkatan kualitas publikasi harus berjalan seiring dengan penguatan integritas akademik. Menurutnya, peneliti perlu menjunjung tinggi kejujuran dan memastikan karya ilmiah yang dihasilkan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Integritas bagi seorang akademisi, di mana peneliti harus menjunjung tinggi kejujuran agar karya yang dihasilkan dapat memberikan kemanfaatan nyata bagi masyarakat luas,” ujar Murniati.
Pimpinan Sakinah Finance Research Institute itu juga membagikan sejumlah strategi teknis dalam menyusun artikel jurnal. Penulisan, kata dia, dapat diawali dengan membangun konsep melalui mind mapping, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan abstrak yang kuat.
Penggunaan bahasa formal dan akademis juga menjadi salah satu faktor penting. Peneliti perlu menghindari penggunaan bahasa percakapan sehari-hari agar naskah dapat disampaikan secara lebih ilmiah dan menarik perhatian reviewer.
Di sisi lain, perkembangan AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses penyuntingan naskah. Murniati menyebut teknologi tersebut dapat membantu peneliti dalam melakukan parafrasa, memperbaiki struktur kalimat, serta menyempurnakan tata bahasa Inggris dalam artikel ilmiah.
Namun, pemanfaatan AI tetap memiliki batasan. Teguh Dartanto mengingatkan bahwa teknologi AI harus digunakan secara bertanggung jawab dan tidak menggantikan peran peneliti sebagai penghasil gagasan serta penulis karya ilmiah.
“AI memang dapat digunakan untuk membantu penyesuaian bahasa maupun pengaturan naskah, namun AI tidak bisa diposisikan sebagai penulis (author),” kata Teguh.
Menurut Teguh, penggunaan AI dalam publikasi akademik perlu disesuaikan dengan pedoman dan kebijakan masing-masing jurnal. Orisinalitas gagasan tetap harus berasal dari peneliti, sementara kemampuan merumuskan prompt yang tepat dapat menjadi bagian dari keterampilan yang perlu dikembangkan dalam memanfaatkan teknologi tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan dan pejabat di lingkungan Unhan RI, di antaranya Wakil Rektor IV, Kepala Satuan Pengawas, Dekan Fakultas Strategi Pertahanan, Direktur Program Doktoral, Kepala LPPM, Wakil Direktur Akademik, Sekretaris LPPM, Kepala LPMPP, serta sejumlah wakil dekan dari fakultas di lingkungan Unhan RI.
Melalui pelatihan tersebut, Unhan RI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi dosen pada jurnal bereputasi internasional. Penguatan kapasitas akademik tersebut dilakukan dengan tetap menempatkan integritas, orisinalitas, dan etika pemanfaatan teknologi sebagai bagian penting dalam proses penelitian.




