Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Meniru Soekarno dan Soeharto

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2002 13:25 1:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Oktober 2002 13:25
Bagikan
Bagikan

Oleh Wisnu Pramudya *

Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto punya satu kesamaan penting, yaitu, ketika melakukan proses pembunuhan demokrasi dan sentralisasi kekuasaan di Indonesia sama-sama diawali dengan membunuhi kekuatan masyarakat Islam. Apakah pemerintahan Megawati Soekarnoputri juga sedang melakukan hal yang sama? Mari kita banding-bandingkan.

1. Mengeksploitasi kelompok-kelompok berkekuatan fisik:

– Pemerintahan Soekarno mengeksploitasi gerakan-gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Aceh, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan yang pada awalnya hanya merupakan reaksi terhadap dua hal: ketidakadilan pusat terhadap daerah dan dominasi kekuatan-kekuatan Komunis di sekitar Soekarno.

– Pemerintahan Soeharto mengeksploitasi gerakan-gerakan Imran (yang belakangan diketahui sebagai rekayasa dan binaan aparat intelijen), Komando Jihad, dan Negara Islam Indonesia (NII) yang pada awalnya juga hanya merupakan reaksi terhadap dua hal: luar biasanya hegemoni kekuasaan yang memperalat militer dan dominasi kekuatan-kekuatan minoritas Katolik (CSIS) dan konglomerasi Cina di sekitar Soeharto.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Eksploitasi terhadap gerakan-gerakan berkekuatan fisik ini berambisi menimbulkan ketakutan permanen di kalangan rakyat terhadap Islam yang terorganisasi.

2. Menyempitkan ruang gerak, mengintervensi, sampai membubarkan partai politik yang legal konstitusional:

– Pemerintahan Soekarno menyempitkan ruang gerak dan membubarkan partai politik Islam Masyumi (bersama dengan PSI) sebagai langkah awal dimulainya “Demokrasi Terpimpin”.

– Pemerintahan Soeharto mengintervensi, mengadu domba kalangan internal, dan memaksakan orangnya menjadi pemimpin Parmusi (Partai Muslimin Indonesia) dan lalu menyatukannya dengan tiga partai lainya NU (Nahdlatul Ulama), PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia), dan Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah).

3. Memanipulasi kelompok-kelompok kompromistis:

– Pemerintahan Soekarno merangkul NU bersama PKI (Partai Komunis Indonesia) dan PNI (Partai Nasionalis Indonesia: yang sudah diintervensi Komunis) sebagai pendukung sentralisasi kekuasaan.

– Pemerintahan Soeharto merangkul Satkar (Satuan Karya) Ulama di bawah Golkar, Matlaul Anwar, Jami’atul Wasliyah, Perti, GUPPI (Gabungan Usaha Perbaikan Pendidikan Islam) dan lain-lain sebagai seakan-akan legitimasi dari ummat Islam atas sentralisasi kekuasaan.

4. Mengendalikan ormas-ormas dengan sebuah ideologi buatan:

– Pemerintahan Soekarno menggunakan Nasakom (Nasionalisme-Agama-Komunisme) sebagai platform sosial-politik nasional, yang menolak dianggap melawan negara.

– Pemerintahan Soeharto memaksa agar Pancasila yang merupakan sebuah konsensus nasional menjadi satu-satunya azas semua organisasi, yang tidak menerima hal itu dipaksa membubarkan diri.

Penutup

Apakah pemerintahan Megawati Soekarnoputri sedang melakukan hal yang sama? Sudah dua kali pembunuhan demokrasi terjadi di Indonesia. Keduanya selalu dimulai dengan pembunuhan kekuatan-kekuatan masyarakat Islam. Sekali tahap itu dilewati, semua penguasa di negeri ini selalu tergoda untuk melumpuhkan kekuatan-kekuatan masyarakat lainnya, dan menobatkan diri sebagai penguasa sentralistik otoriter. Soalnya, ketiganya sama-sama tidak mungkin melakukan demokrasi yang diskriminatif.

Rasanya kita tidak perlu menunggu sampai demokrasi benar-benar dibunuh untuk menjawab pertanyaan itu. Pelajaran dari dua pemerintahan sudah cukup bagi kita. Dan hari ini kita sedang menjalani tahap-tahap awal pembunuhan itu.

Apa yang harus kita lakukan? Mengingatkan pemerintah sekuat tenaga, dari semua lini, agar tetap berdemokrasi secara wajar. Karena mematikan demokrasi berarti mematikan banyak pilihan hidup, termasuk pilihan hidup para para pemegang kekuasaan sendiri. Pilihan untuk jujur dan untuk bersikap manusiawi.

* Penulis adalah wartawan, tinggal di Jakarta.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah Ingatkan Mega Untuk Tidak Terus Menekan Islam
Tulisan selanjutnya Lebih 40 Kasus Kekerasan Menimpa Muslim Australia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?