Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof.Dr. Syafi’i Ma’arif mengingatkan pemerintah Megawati untuk tidak terus melakukan penangkapan kelompok Islam lainnya. Jika pemerintah terus melakukannya, menurut Syafi’i, maka Muhammadiyah tidak akan tinggal diam.
“Stop! Jangan sampai itu terjadi. Kalau hal itu terjadi, kita tidak akan tinggal diam. Saya yakin Baasyir hanya dijadikan korban untuk memenuhi pesanan negara yang suka mendikite. Siapa lagi kalau bukan AS”, kanya.
Peryataan keras Syafi’i ini disampaikan Selasa,(29/10/02) kemarin di Surabaya. Pemimpin teras Muhammadiyah ini mengemukakan pernyataan tersebut saat berbicara dalam lokakarya nasional, “Indonesia Bersatu Menyosong Era Global” yang diselenggarakan DPP Lembaga Pengembangan Potensi Nasional (LPPN) dengan Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang) Pemprop Jatim.
Sebagai pemimpin organisasi Islam yang cukup besar di Indonesia, Syafi’i mencium akan tanda-tanda itu. Menurutnya, dia telah melihat indikasi akan adanya pemberangusan kelompok Islam setelah Abu Bakar Baasyir. “Saya kira hal itu tak akan terjadi. Tapi kalau terjadi tentu kita akan berteriak membela. Jangan Karena ada pesanan, lalu tokoh-tokoh Islam kemudian ditangkapi”, lanjutnya.
Syafi’i menegaskan, Muhammadiyah telah menolak segala bentuk terorisme, termasuk langkah AS. Dengan alasan melawan terorisme lalu menyerang rakyat Afghanistan yang kemudian menyebabkan 6000 orang korban. Menurut Syafi’i tak ada untungnya seorang Abu Bakar Baasyir membunuh Megawati seperti yang telah digembar-gemborkan pihak aparat selama ini.
“Jadi, penangkapan Ustadz Abu Bakar Baasyir itu pesanan….apa keuntungannya membunuh Megawati bagi seorang Ustadz Abu Bakar Baasyir”, tandasnya.
Kebingungan AA Gym
Senada dengan Syafi’i Maarif, penceramah populer asal Bandung, Ust. Abdullah Gymnastiar mengaku merasa bingung menyaksikan berbagai persoalan yang terjadi di tanah akhir-akhir ini, terutama menyangkut penangkapan Abu Bakar Baasyir. Menurut AA, begitu panggilan singkatnya, sekarang ini ada ketidakadilan di tengah masyakat dalam memperlakukan orang yang telah berbuat baik dengan yang berbuat zholim.
“Sekarang ini hukum dan sistem di sekitar kita sudah terbalik, orang yang biasa sholat tahajud dan berbuat baik, kok seolah-olah dituduh berbuat makar. Padahal tontonan-tontonan yang mendekati zinah malah dibiarkan”, kutipnya dalam ceramah nya yang direlay RRI, Rabu (30/10/02) pagi tadi. AA juga membandingkan dengan perlakuan Baasyir dengan koruptor kelas kakap di Indonesia. “Kalau koruptor sakit saja diberi kesempatan berobat ke luar negeri. Tapi kalau Abu Bakar kok langsung ditangkap dalam kondisi sakit”, tandasnya.
Lebih lanjut dalam ceramahnya, pemimpin Pesantren Darut Tauhid ini berpesan agar polisi berlaku lebih arif. Sebab menurutnya, orang seperti Baasyir adalah orang kharismatik di masyarakat. Untuk itu AA Gym meminta polisi dan aparat bertindak lebih adil.(MM/cha)