Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tak Betah Dengar Adzan, Politisi BJP India Sebut ‘Apa Allah Tuli?’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 15 Maret 2023 10:25 10:25 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 15 Maret 2023 11:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Politisi partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party, (BJP) dan mantan menteri Karnataka KS Eshwarappa membuat pernyataan kontroversial terkait adzan dan bertanya “apakah Allah tuli” sehingga perlu pengeras suara untuk memanggilnya.

Pernyataan politisi BJP itu memicu perdebatan baru terkait adzan yang sempat dibahas di Mahkamah Agung pada tahun lalu.

Eshwarappa sedang berpidato di depan publik saat adzan terdengar dari sebuah masjid terdekat.

“(Adzan) ini adalah sakit kepala bagi saya, ke manapun saya punya masalah yang sama. Apakah Allah mendengar doa hanya jika seseorang berteriak dengan mikrofon? Apakah Allah tuli?,” ujar Eshwarappa dilansir Aninews pada Senin (13/03/2023).

“Bahkan kita Hindu berdoa di kuil, mengucapkan shloka dan menyanyikan bhajan, kita lebih beriman dari pada mereka dan adalah Bharat Mata yang melindungi agama-agama, tetapi jika kamu mengatakan bahwa Allah hanya mendengar kamu berdoa dengan mikrofon, saya harus mempertanyakan apakah dia tuli. Ini tidak diperlukan, masalah ini harus diselesaikan.”

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Pada April tahun lalu, beberapa ekstremis nasionalis di Karnataka meminta pihak berwenang melarang adzan disiarkan dengan pengeras suara karena melanggar polusi suara.

Karena hal itu, masjid-masjid di Karnataka kemudian mendapat himbauan dari Kepolisian yang meminta agar penggunaan pengeras suara tidak melebihi batas desibel yang diizinkan. Kepolisian mengirim himbauan tersebut ke 301 masjid, kuil, gereja dan bangunan yang menggunakan pengeras suara.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AdzanKarnatakamuslim IndiaPolitisi BJP
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Awal Ramadhan, Film Buya Hamka Mulai Dirilis di Bioskop
Tulisan selanjutnya Bentrokan Terjadi Polisi Pakistan Berusaha Menangkap Imran Khan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Berita
27 Agustus 2026 10:14
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?