Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

IAEA: Dua Setengah Ton Uranium Hilang dari Gudang di Libya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Maret 2023 15:17 3:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Maret 2023 15:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Dua setengah ton uranium hilang dari sebuah tempat penyimpanannya di Libya, kata badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas mengawasi nuklir IAEA.

International Atomic Energy Agency (IAEA) membunyikan lonceng alarm setelah para inspekturnya berkunjung ke tempat yang dirahasiakan itu awal pekan ini, lapor BBC Kamis (16/3/2023).

Mereka menemukan bahwa 10 drum berisi bijih uranium telah hilang, kata IAEA.

Ada kekhawatiran uranium yang hilang itu akan menimbulkan risiko radiologis serta masalah keamanan nuklir.

IAEA mengatakan bahwa tempat di mana uranium itu disimpan bukan berada di wilayah yang dikuasai pemerintah.

Baca Juga

genosida bosnia
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Tidak jelas kapan uranium itu hilang.

Dalam sebuah pernyataan, IAEA mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya sedang bekerja untuk mengklarifikasi apa yang terjadi, bagaimana bahan baku nuklir itu dipindahtempatkan dan di mana keberadaannya sekarang.

IAEA menjelaskan, mencapai tempat itu rumit akhir-akhir ini.

Para petugas inspeksi IAEA direncanakan mengunjungi lokasi tersebut tahun lalu, tetapi perjalanan mereka harus ditunda karena pertempuran antarmilisi di Libya yang berbeda kubu terus berkecamuk.

Pada bulan Desember 2003, Libya secara terbuka mengumumkan tidak lagi berusaha membuat senjata nuklir, biologi dan kimia dan setuju untuk membatasi diri pada kepemilikan rudal balistik dengan jangkauan tidak lebih dari 300 km.

Namun, sejak pemimpin Libya Kolonel Muammar Gaddafi digulingkan pada 2011, negara yang paling makmur di Afrika Utara itu berubah menjadi sebuah negara gagal nyaris tak berbentuk. Faksi-faksi dan kelompok-kelompok bersenjata saling bertempur memperebutkan wilayah dan kursi kekuasaan.

Sekarang negara itu terpecah menjadi dua kubu, satu pemerintahan semenjak berpusat di Tripoli dan satunya pemerintahan yang dipimpin oleh Jenderal Khalifa Haftar yang bermarkas di bagian timur.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Libyauranium
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Petugas Kebersihan Protes Pensiun Kota Paris Bau Sampah Menggunung
Tulisan selanjutnya Butuh Modal Tambahan Virgin Orbit Hentikan Operasi Rumahkan Pegawai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aparat Keamanan Pakistan Tewaskan 49 Militan

Berita
22 Agustus 2026 09:39
Iran Desak Qatar Pindahkan Pilotnya ke Rumah Sakit di Darat
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
‘Israel’ Cemas, Rudal Hipersonik Baru Turki Dinilai Jadi Ancaman Zionis
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton

Terbaru

  • Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
  • Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
  • Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
  • Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
  • 600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
  • Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
  • STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
  • Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
  • Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
  • Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

27 Agustus 2026 11:44
Berita

STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

27 Agustus 2026 10:14
Berita

Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza

26 Agustus 2026 15:02
Berita

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia

26 Agustus 2026 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?