Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kemarau 2022 di Somalia Merenggut Nyawa 43.000 Orang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Maret 2023 11:41 11:41 am
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Maret 2023 11:40
Bagikan
Bahaya kelaparan kembali ancam Somalia
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah laporan baru menyebutkan bahwa kemarau panjang di Somalia pada tahun 2022 diperkirakan telah merenggut nyawa 43.000 orang dan setengah dari mereka sepertinya anak berusia di bawah 5 tahun.

Ini adalah data korban jiwa resmi pertama yang diumumkan dalam masalah kekeringan yang melanda sebagian besar kawasan Tanduk Afrika, lapor Associated Press Selasa (20/3/2023).

Sedikitnya 18.000 orang dan paling banyak 34.000 diperkirakan akan kehilangan nyawanya akibat kekeringan pada kurun enam bulan pertama tahun ini.

“Krisis ini jauh dari usai,” menurut laporan hasil penelitian yang dirilis hari Senin oleh organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa WHO dan UNICEF dan dilaksanakan oleh London School of Hygiene and Tropical Medicine.

Somalia dan negara tetangga Ethiopia dan Kenya menghadapi musim hujan tanpa kehadiran tetes air hujan selama enam tahun berturut-turut. Harga-harga bahan pangan global yang melonjak dan pasokan palawija yang terganggu akibat perang di Ukraina menambah krisis kelaparan semakin parah.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

PBB dan mitra-mitranya awal tahun ini mengatakan tidak lagi memperkirakan deklarasi bencana kelaparan resmi untuk Somalia untuk saat ini, tetapi menyebut situasinya “sangat kritis” dengan lebih dari 6 juta orang mengalami kelaparan di negara itu saja.

“Risiko famine masih ada,” kata koordinator PBB di Somalia Adam Abdelmoula kepada wartawan, hari Senin.

Famine adalah situasi kekurangan makanan ekstrem dan tingkat kematian yang signifikan akibat kelaparan atau malnutrisi diaertai dengan penyakit seperti kolera. Deklarasi bencana kelaparan resmi artinya data menunjukkan lebih dari seperlima rumah tangga di suatu negara mengalami kekurangan makanan ekstrem, lebih dari 30% anak mengalami malnutrisi akut dan lebih dari dua per 10.000 orang meninggal dunia disebabkan kondisi itu setiap hari.

Sejumlah pejabat kemanusiaan dan iklim tahun ini memperingatkan bahwa trennya akan memburuk dibandingkan bencana kelaparan tahun 2011 di Somalia di mana seperempat juta orang meninggal dunia.

“Tingkat kematian bertambah di saat menjelang akhir tahun,” kata Profesor Francesco Checchi dari London School of Hygiene and Tropical Medicine kepada jurnalis. Penduduk yang paling terdampak berada di wilayah Bay dan Bakool di bagian barat daya Somalia dan orang-orang tak punya rumah yang menyelamatkan diri dari ibu kota, Mogadishu.

Jutaan hewan ternak juga mati akibat krisis saat ini, diperparah oleh perubahan iklim dan gangguan keamanan di Somalia, di mana kerap terjadi kejahatan oleh kelompok kriminal bersenjata maupun kelompok pemberontak seperti Al-Shabab dan milisi afiliasi ISIS.

Badan urusan migrasi PBB mengatakan 3,8 juta orang kehilangan tempat tinggal, rekor tertinggi.

Sebuah asesmen ketahanan pangan yang dirilis bulan lalu mengatakan hampir setengah juta anak di Somalia kemungkinan akan kekurangan gizi parah tahun ini.

“Banyak dari pendonor tradisional telah mencuci tangan dan lebih fokus pada Ukraina,” kata koordinator residen PBB kepada duta besar Amereika Serikat untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, saat pengaray di Mogadishu pada bulan Januari.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Laznas BMH-FOZ dan 15 Komunitas Motor Sambut Ramadhan dengan Gelar Pawai Zakat
Tulisan selanjutnya Transaksi Mencurigakan di Kementerian Keuangan Tambah, DPR akan Rapat Bersama Mahfud Md

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

3 September 2026 14:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?