Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Rezim Cina Kembali Larang Muslim Uyghur Berpuasa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Maret 2023 22:33 10:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Maret 2023 22:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Umat Islam di seluruh dunia saat ini sedang menikmati beragam ibadah di bulan suci Ramadhan. Namun Muslim Uighur di Xinjiang, China, justru menghadapi larangan berpuasa dan berbagai kebijakan represif lainnya.

Daftar isi
  • Pemaksaan
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Otoritas China menginstruksikan agar warga Muslim di Turkistan Timur (Xinjiang) tidak mengizinkan anak-anak mereka berpuasa. Anak-anak pun ditanyai oleh aparat mengenai apakah orangtua mereka berpuasa atau tidak, kata pejabat setempat dan kelompok hak asasi manusia.

“Selama Ramadhan, rezim meminta 1.811 desa (di Xinjiang) untuk menerapkan sistem pemantauan sepanjang waktu, termasuk inspeksi langsung ke rumah-rumah warga Uighur,” kata jurubicara World Uyghur Congress (WUC), Dilshat Rishit, sebagaimana dilansir oleh Radio Free Asia (23/03/2023).

Tak hanya itu, 11,4 juta Muslim etnis Hui –komunitas yang paling dekat dengan etnis mayoritas Han Cina– juga berada dalam bahaya. Hal ini diperingatkan oleh koalisi kelompok hak asasi, termasuk Chinese Human Rights Defenders, dalam laporan terbaru.

Etnis Muslim Hui telah diidentifikasi oleh Beijing sebagai “ancaman yang harus diselesaikan melalui asimilasi paksa”, sebut laporan koalisi itu.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Laporan juga menyebutkan bahwa rezim komunis telah menjadikan mereka sebagai sasaran kampanye “kontraterorisme” di Xinjiang. Lebih dari 100.000 warga Hui juga dikirim ke kamp konsentrasi bersama warga Uighur.

Turghunjan Alawudin dari WUC mengatakan, “China tidak menghormati atau mentoleransi budaya dan agama orang lain, tetapi memperlakukan budayanya sendiri sebagai yang tertinggi. Alih-alih memberi selamat kepada umat Islam atas datangnya Ramadhan, China justru terus melarang kaum Muslimin untuk berpuasa dan shalat.”

“China telah menunjukkan permusuhan ekstrem terhadap keyakinan beragama dan kebudayaan Uighur. China terus melanjutkan genosida terhadap Muslim Uighur dan berupaya untuk menghapusnya,” tegasnya.

Pemaksaan

Sekolah-sekolah di Ili memanfaatkan anak-anak Muslim untuk mendapatkan informasi tentang ketaatan beragama orangtuanya. Demikian dikisahkan oleh Serikjan Bilash, pendiri kelompok hak asasi Atajurt yang berbasis di Kazakhstan.

“(Mereka diberi) formulir yang berisi pertanyaan-pertanyaan terperinci mengenai praktik-praktik yang sebenarnya normal dalam sebuah keluarga Muslim,” katanya.

“Misalnya, apakah orangtua menggunakan Assalaamu’alaykum ketika mereka menyapa kerabatnya. Juga, apakah orangtua mereka makan atau minum saat tengah hari, dan apakah mereka sarapan setelah matahari terbit,” jelasnya.

Pertanyaan tentang makan dan minum ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah mereka melaksanakan puasa atau tidak.

Seorang pejabat di biro pendidikan daerah Xinyuan membenarkan bahwa setiap orang dewasa yang bekerja untuk pemerintah dilarang berpuasa selama Ramadhan.

“Para siswa tidak diperbolehkan berpuasa, dan anggota keluarga yang menjadi pegawai negeri juga tidak diperbolehkan,” kata pejabat itu.

Seorang Muslim Kazakh yang menyebut dirinya dengan nama Kamina mengatakan, siapapun yang ditemukan berpuasa akan dikenakan sanksi.

“Puasa benar-benar dilarang. Beberapa orang terpaksa meninggalkan puasa karena takut, sementara yang lain berpuasa secara diam-diam,” ujarnya.

“Beberapa tempat mengizinkan puasa, tetapi kemudian mereka (aparat) memantau orang-orang itu dan menyebut mereka sebagai ‘pemuja agama’, kemudian mereka ditahan,” katanya.* Pambudi

Muslim Uyghur Terkurung dan Kelaparan Akibat Lockdown Covid
Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineMuslim UyghurRamadhanuighurUyghuruyghur xinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Derajat Orang yang Puasa
Tulisan selanjutnya Pembakaran Al-Quran Pembakaran Al-Quran Kembali Terjadi di Denmark, Sejumlah Negara Kecam Keras

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?