Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ribuan Orang Burma Melarikan Diri ke Thailand

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 April 2023 07:23 7:23 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 April 2023 07:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sekitar 10.000 orang Burma melarikan diri ke Thailand guna menghindari pertempuran sengit antara militer dan kelompok bersenjata etnis lokal Karen yang pecah sejak hari Rabu, kata pihak berwenang Thailand.

Mereka melarikan diri dari kota kecil Shwe Kokko, yang dikontrol oleh pasukan milisi pro-militer Myanmar dan tempat di mana banyak kasino atau rumah judi milik orang China.

Milisi pro-militer Border Guard Forces, yang mengontrol keamanan kawasan perjudian dan kasino-kasino di Shwe Kokko, memperingatkan warga agar tidak ke luar rumah.

Pertempuran itu pecah setelah milisi etnis Karen KNLA (Karen National Liberation Army) dan sekutunya melancarkan serangan ke pos-pos militer dan sebuah pintu gerbang kamp dekat Shwe Kokko pada hari Rabu (5/4/2023). Lebih dari 80 orang tewas di kedua sisi, kata KNLA kepada BBC Thai Jumat (7/4/2023).

KNLA juga telah menutup jalan raya  Asia Myawaddy-Kawkareik – salah satu jalan utama menuju perbatasan – selama dua pekan mulai hari Jumat.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Langkah itu diambil KNLA karena militer terus menghancurkan perlawanan sipil, menyerang sekolah-sekolah, klinik-klinik, dan desa-desa.

Awal pekan ini, militer mengatakan telah menangkap 15 guru yang memberikan kelas online untuk sebuah sekolah yang didukung oleh kelompok orang-orang di pengasingan National Unity Government (NUG).

Sejak awal, pendidikan telah menjadi medan pertempuran di Myanmar. Guru termasuk yang pertama-tama, bersama dengan pekerja kesehatan, turun ke jalan menentang kudeta militer, dan berada di garis depan protes besar yang digaungkan oleh Gerakan Pembangkangan Sipil pada pekan-pekan awal kudeta militer Februari 2022.

Ketika aksi-aksi protes mereka digerus oleh militer, kebanyakan berani menentang perintah militer yang menyuruh mereka kembali bekerja, dan pada pada Mei 2020 sekitar 150.000 guru dan dosen universitas diberhentikan dari pekerjaannya. Banyak dari mereka yang kemudian memutuskan untuk melakukan gerakan bawah tanah, bergabung dengan sekolah dan klinik di daerah di mana komunitas telah memulai perjuangan bersenjata melawan kekuasaan militer dan menyebut pasukan mereka sebagai pasukan pertahanan rakyat atau People’s Defence Forces (PDF).

Militer memandang pendirian sekolah dan klinik independen sebagai ancaman eksistensial. Angka resmi menunjukkan jumlah siswa yang mengikuti ujian matrikulasi kelas 10 di sekolah negeri sekarang hanya seperlima dari jumlah sebelum kudeta. Guru yang bekerja di luar sekolah negeri dicap sebagai teroris.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burmaetnis KarenmilitermyanmarShwe Kokkothailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pencucian Uang Travel Umroh NSWM yang Rugikan Jamaah Rp.91 Miliar
Tulisan selanjutnya Otr Elkalam 1444 H Iran Juara Baca Qur’an dan Indonesia Juara Kedua Azan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?