Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sejak 2001, Sedikitnya 20 Wartawan Tewas Akibat Kebrutalan “Israel”

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 11 Mei 2023 09:48 9:48 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 11 Mei 2023 09:47
Bagikan
pembunuhan wartawan palestina
Wartawan Al Jazeera Shireen Abu Akleh
Bagikan

Hidayatullah—Setahun lalu, koresponden Arab Al-Jazeera, Shireen Abu Akleh, ditembak mati di kepala oleh serdadu penjajah “Israel”. Saat itu, ia tengah melaporkan serangan militer terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Abu Akleh bukan satu-satunya wartawan yang tewas. Terhitung sejak 2001, the Committee to Protect Journalists (CPJ) telah mendokumentasikan setidaknya 20 pembunuhan terhadap wartawan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Sebagian besar —18— adalah wartawan dari Palestina. Meski telah sekian banyak wartawan yang terbunuh, menurut CPJ, sejauh ini tidak ada aparat atau pejabat “Israel” yang didakwa atau dimintai pertanggungjawaban.

“Pembunuhan Shireen Abu Akleh dan kegagalan proses investigasi tentara untuk meminta pertanggungjawaban siapapun bukanlah peristiwa yang terjadi satu kali saja,” kata Robert Mahoney, Direktur Proyek Khusus CPJ.

“Tidak ada satu pun anggota IDF yang dimintai pertanggungjawaban atas kematian 20 wartawan akibat tembakan serdadu Israel selama 22 tahun terakhir,” katanya.

Baca Juga

Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Menurut laporan CPJ, kabarnya telah dilakukan penyelidikan rutin. Namun pejabat “Israel” mengabaikan bukti dan klaim saksi, bahkan seringkali membebaskan serdadu dari dakwaan, sementara penyelidikan masih berlangsung.

CPJ menyebut prosedur pemeriksaan pembunuhan serdadu IDF terhadap warga sipil dan wartawan bagaikan black box (kotak hitam). Tidak ada dokumen yang menjelaskan proses secara rinci dan hasil dari setiap penyelidikan bersifat rahasia.

Proses penyelidikannya pun seringkali membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Akibatnya, keluarga wartawan hanya memiliki sedikit jalan untuk mengejar keadilan.

CPJ juga mencatat bahwa serdadu penjajah “Israel” berulang kali tidak menghormati lencana pers. Selain itu, kerap mengirim ancaman kepada wartawan dan pekerja media di seluruh Tepi Barat dan Gaza. Di dua wilayah inilah terjadi pembunuhan terhadap 20 jurnalis.

Mayoritas dari 20 jurnalis yang tewas —setidaknya 13— secara jelas diidentifikasi sebagai anggota media atau berada di dalam kendaraan dengan lencana pers pada saat dibunuh. Seperti Abu Akleh, jelas mengenakan atribut dan tulisan pers.

Pada tahun 2008, operator kamera Reuters, Fadel Shana, mengenakan rompi bertanda “PRESS”. Ia juga berdiri di samping kendaraan dengan tulisan “TV” dan “PRESS”. Namun hal itu tak membuat ragu sebuah tank memuntahkan amunisi yang menembus dada dan kakinya di banyak titik, hingga menewaskannya.

“Sejauh mana klaim Israel untuk menyelidiki pembunuhan wartawan sangat bergantung pada tekanan eksternal,” kata Sherif Mansour, Koordinator Program CPJ untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Ada penyelidikan sepintas atas kematian wartawan dengan paspor asing, tetapi jarang terjadi pada wartawan Palestina yang tewas. Pada akhirnya, tidak ada yang melihat keadilan.”

Selain tewas, tak terhitung pula wartawan yang terluka. Pada tahun 2021, serdadu penjajah “Israel” membombardir gedung-gedung di Gaza yang menampung lebih dari selusin kantor media lokal dan internasional, termasuk The Associated Press dan Al-Jazeera.

CPJ telah mengajukan banyak permintaan ke kantor IDF untuk mewawancarai jaksa dan pejabat militer, tetapi militer menolak bertemu untuk wawancara yang direkam.

Pembunuhan terhadap wartawan memiliki efek mengerikan pada wartawan, merongrong kebebasan pers dan meningkatkan masalah keamanan bagi wartawan Palestina dan asing.

Itulah sebabnya, CPJ menuntut agar “Israel”, Amerika Serikat, dan komunitas internasional melindungi wartawan, mengakhiri impunitas dalam kasus wartawan yang tewas, dan mencegah pembunuhan di masa mendatang.

CPJ juga menuntut adanya investigasi yang cepat, independen, transparan, dan efektif atas pembunuhan wartawan yang berpotensi melanggar hukum. Selain itu, CPJ menyerukan “Israel” agar membuka penyelidikan kriminal atas kasus pembunuhan terhadap para wartawan.*/Pam

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:CPJHeadlineisraeljurnalis PalestinaShireen Abu Aklehthe Committee to Protect Journalists
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslihat di Balik Runtuhnya Baghdad
Tulisan selanjutnya Polisi Jerman Selidiki Upaya Pembakaran Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

21 Juli 2026 14:37
Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

21 Juli 2026 10:00
Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

21 Juli 2026 08:51
senjata israel
Berita

Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

21 Juli 2026 06:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?