Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Al-Quran Mengancam Umat Muslim yang Mengikuti Yahudi dan Nasrani

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Agustus 2023 19:10 7:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Agustus 2023 19:30
Bagikan
Kepala Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Pusat Akmal Sjafril, mengungkapkan, ghazwul fikri atau perang pemikiran merupakan tantangan yang nyata bagi umat Islam
Bagikan

Hidayatullah.com—Usaha untuk meruntuhkan peradaban Islam akan terus dilakukan, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Baqarah ayat 120. Di dalamnya, tersirat ancaman bagi umat Islam yang mengikuti Yahudi dan Nasrani.

Alasan dituliskannya kedua kaum tersebut karena mereka tergolong ke dalam ahlul kitab yang paling dekat dengan Islam. “Jika yang dekat saja tidak boleh diikuti, apalagi yang jauh,” demikian disampaikan penggagas Gerakan #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) Akmal Syafil dalam kuliah Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta Angkatan 13 yang kuliah tentang perang pemikiran (ghazwul fikri) pada Rabu (09/8/2023) malam berlangsung di Jakarta.

“Bentuk ghazwul fikri yang paling sederhana adalah kata-kata. Setiap kata mewakili konsep. Setiap konsep mewakili pemikiran,” jelas Akmal yang juga peneliti INSISTS ini menambahkan.

Beberapa contoh kata-kata yang merepresentasikan perilaku tercela tetapi diubah agar terdengar lebih indah, seperti gay dan kaum pelangi. “Dulu, pelaku sodomi tidak disebut gay. Karena arti sebenarnya gay itu adalah bahagia.”

Media massa diindikasi sebagai modus pertama ghazwul fikri. “Media punya kekuatan pengulangan. Jika terus diulang, maka orang akan percaya,” ucap Akmal sambil menunjukkan dua media yang memuat berita Aksi 212 dengan sudut pandang berbeda.

Baca Juga

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

“Lihat saja, ketika kata makar terus diulang, orang akan percaya bahwa aksi ini dipenuhi oleh makar,” sambungnya.

Beberapa masalah dipaparkan oleh Akmal sebagai bentuk modus kedua ghazwul fikri, yaitu pendidikan. Salah satunya disertasi mahasiswa S3 UIN Sunan Kalijaga yang menganggap pelaku zina tidak sepantasnya dikucilkan.

Hukuman terhadap pelaku zina yang dianggap terlalu berat dijadikan latar belakang penulisan. Pada disertasi ini, terminologi zina diperhalus menjadi hubungan seksual nonmarital.

Akmal dengan tegas mengatakan bahwa pembenaran yang disampaikan oleh penulis disertasi terhadap perilaku zina di awal sudah salah. Sangat jelas diatur dalam Islam, zina adalah perbuatan terlarang.

Selain media massa dan pendidikan, pria berdarah Minangkabau ini mengutarakan bahwa modus terakhir adalah hiburan. Ia menyebutkan nama H. Muhidin, salah satu tokoh dalam serial televisi Tukang Bubur Naik Haji.

Sikap yang dilekatkan kepada H. Muhidin sangat bertolak belakang dengan kondisi seharusnya. Jika keseharian tokoh tersebut senantiasa diisi dengan ibadah, maka akan tercermin sikap yang bersih dari riya’, iri, dengki, dan sombong.

“Aspek pemikiran menunjukkan bahwa ghazwul fikri hanya bisa dimenangkan dengan ilmu. Jika perang fisik membuat kita menjadi syuhada, perang pemikiran bisa membuat kita menjadi boneka,” ujarnya.

Ia juga menyelipkan ungkapan Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof Dr Hamid Fahmy Zarkasyi, bahwa beriman harus pada level intelektual.

Sementara itu, Syifa, murid SPI Jakarta Angkatan 13 asal Jakarta menyetujui pentingnya memahami ghazwul fikri. “Allah sudah memberikan kita akal untuk berpikir. Jangan sampai pemikiran-pemikiran yang jauh dari nilai Islam justru merusak akal kita dan perlahan menggeser pemikiran yang benar,” ujaranya.

Sebagai usaha untuk memenangkan perang pemikiran, ia berharap bahwa setiap umat Islam dapat membekali diri dengan ilmu.*/ kiriman Yusti Qomah (Jakarta)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#IndonesiaTanpaJILNasraniSekolah Pemikiran IslamSPISurat Al-Baqarahumat Islamyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelompok Pedofilia Internasional Diringkus, 98 Penjahat Ditangkap di AS dan Australia
Tulisan selanjutnya Hidayatullah Surabaya Gelar Forum Pemuda ASEAN

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Berita
13 Oktober 2026 00:13
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

13 Oktober 2026 16:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?