Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pakar Politik: Kemunculan Politik Dinasti Melemahkan Demokrasi

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 September 2023 14:04 2:04 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 September 2023 14:20
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com—Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Airlangga (UNAIR) Dr Suko Widodo menyatakan kemunculan politik dinasti yang seringkali melibatkan keluarga utuh dapat memiliki implikasi yang kompleks terhadap keragaman pandangan politik.

“Fenomena ini menghambat konsolidasi demokrasi sekaligus melemahkan institusional partai politik dan lebih mengemukakan pendekatan personal ketimbang memperjuangkan pluralisme politik atau aspira rakyat yang beragam, ” demikian ujar Suko Widodo.

Akibat fenomena politik dinasti ini, hanya sekelompok atau segelintir orang yang menguasai rekrutmen politik melalui oligarki. Padahal, Indonesia merupakan negara demokrasi.

Sebagai negara demokrasi, kata Suko, dalam memilih pemimpin, rakyat mempunyai kesempatan untuk berpartisipasi langsung dalam pemilihan umum, baik dipilih maupun memilih.

Suko juga mengulas tentang dampak politik dinasti terhadap kemandirian anggota parlemen. Dalam hal ini, ada potensi bahwa pengambilan keputusan menjadi lebih fokus pada kepentingan keluarga dari pada masyarakat umum.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

“Afinitas yang kuat terhadap keluarga bisa mereduksi independensi para anggota parlemen dalam mengambil  keputusan,” ujar Suko yang merupakan dosen mata kuliah Komunikasi Politik di FISIP UNAIR.

Menurut Suko, penting bagi masyarakat untuk melihat potensi adanya vested interest atau tarikan kepentingan dalam politik dinasti. “Di mana kepentingan pribadi keluarga bisa mengalahkan kepentingan publik,” ujarnya.

Tidak Mewakili Masyarakat

Menurut Suko, politik dinasti mungkin mempengaruhi kualitasnya. Sebaba= adanya politik dinasti dapat merugikan kualitas representasi.

“Sebab, calon yang ada mungkin lebih berdasar pada pertalian keluarga ketimbang kemampuan dan pengalaman,” ujarnya, menambahkan, hal ini berisiko menghasilkan pemimpin yang tidak mewakili dengan baik beragam aspirasi masyarakat.

Suko menilai perlunya tindakan preventif dalam merespons dampak politik dinasti. Langkah-langkah ini mampu membantu masyarakat dalam mengambil keputusan yang lebih terinformasi dan menyadari dampak pilihan politik.

Saat menghadapi persiapan menuju pemilu 2024, isu ini muncul sebagai topik yang tidak bisa diabaikan. Pentingnya menjaga prinsip-prinsip demokrasi yang inklusif dan berintegritas, untuk memastikan bahwa proses politik berjalan dengan adil dan mendukung kemajuan masyarakat. “Transparansi mengenai latar belakang calon serta peran kuat media independen dalam menyediakan informasi objektif sangatlah penting,” jelasnya dikutip laman resmi unair.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dinasti politikHeadlineoligarkipolitik dinastiSuko WidodoUNAIRuniversitas airlangga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perjuangan Umat Muslim di Mathura India saat Negara Menghancurkan Rumah Mereka
Tulisan selanjutnya Berada di Layar Terlalu Lama Meningkatkan Depresi pada Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?