Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Mei 2026 16:23 4:23 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Mei 2026 01:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seekor kerbau albino pangka di Bangladesh yang diberi nama panggilan “Donald Trump”, karena jambul pirangnya yang mirip rambut presiden Amerika Serikat itu, batal disembelih sebagai hewan qurban setelah ada intervensi di menit-menit terakhir oleh pemerintah dengan alasan keamanan.

Hewan berbobot 700 kilogram tersebut sudah dijual sebagai hewan qurban ketika aparat turun tangan, dengan alasan keamanan membatalkan penyembelihannya pada hari Kamis (28/5/2026) setelah mengundang keingintahuan banyak anggota masyarakat.

Menteri Dalam Negeri Salahuddin Ahmed memerintahkan supaya hewan itu tidak disembelih, uangnya dikembalikan ke si pembeli dan hewan tersebut dipindahkan ke kebun binatang nasional di Dhaka.

“Di menit terakhir, keputusan diambil untuk menyelamatkan kerbau itu dari penyembelihan disebabkan kekhawatiran akan keamanan dan tingkat minat publik yang luar biasa,” kata seorang pejabat kementerian seperti dilansir BBC.

Apa yang awalnya merupakan pembelian rutin semasa Idul Adha berubah menjadi kehebohan nasional setelah video kerbau tersebut viral. Warga lokal mendatangi kandang kerbau itu, sebagian bahkan rela bepergian jauh untuk melihat hewan besar bertanduk berjambul pirang dengan perilaku jinak.

Baca Juga

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Pemiliknya, Ziauddin Mridha, adik lelakinya yang memberi julukan “Donald Trump” untuk kerbau itu, setelah melihat ada kemiripan dengan wajah presiden AS tersebut.

Mridha mengatakan bahwa hewan itu sangat jinak dan membutuhkan perawatan yang cermat, termasuk pemberian makan yang sering dan mandi secara teratur.

Kerbau albino jarang ditemukan di Bangladesh, di mana sebagian besar sapi berwarna gelap, sehingga membuatnya terlihat menonjol selama musim puncak penjualan ternak Idul Adha.

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Tulisan selanjutnya vape covid Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Berita
29 Agustus 2026 09:56
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Sultan Perak Dorong Persaudaraan Muslim Redam Persaingan Politik
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Terbaru

  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
  • Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
  • Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

31 Agustus 2026 17:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?