Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kerap di-Bully Wali Murid, Guru di Korea Selatan Mogok

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 September 2023 08:38 8:38 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 September 2023 08:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Para guru di Korea Selatan menggelar aksi mogok massal sebagai protes terhadap perundungan yang kerap mereka terima dari wali murid dan siswa yang berbuat kurang ajar, yang mengakibatkan sejumlah rekan mereka bunuh diri.

Masalah perundungan dan kekerasan di kalangan pelajar di negeri ginseng ini terdokumentasi dengan baik. Namun, para guru kini menuntut perlindungan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri di tengah meningkatnya tindak kekerasan dan perlakuan buruk terhadap staf pengajar, termasuk dituduh melakukan pelecehan hanya anak karena mendisiplinkan siswa.

“Hak guru sama pentingnya dengan hak siswa. Kami juga diintimidasi oleh orang tua dan siswa, dan ini harus dihentikan,” kata seorang guru bernama Koh kepada The Guardian.

Kurang lebih 15.000 orang berpakaian hitam menghadiri aksi protes pada hari Senin (4/9/2023) di luar gedung parlemen nasional di ibu kota, Seoul. Beberapa peserta aksi menitikkan air mata saat pidato dibacakan di atas panggung. Aksi unjuk rasa serupa juga digelar di berbagai daerah di seluruh penjuru Korean Selatan.

Banyak guru mengajukan cuti untuk dapat mengikuti aksi dan sejumlah sekolah bahkan ditutup sementara pada hari Senin, meskipun ada peringatan dari pihak berwenang bahwa tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan para pelakunya akan dikenai sanksi.

Baca Juga

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Seorang guru wanita yang hanya bersedia disebutkan marganya, Kim, mengaku sengaja berangkat ke Seoul untuk mendukung aksi protes itu.

“Guru berperan penting dalam membentuk masa depan anak-anak kita. Sekolah seharusnya aman, dan bukan menjadi tempat di mana guru dianiaya,” tegasnya.

Aksi protes dan mogok itu dipicu oleh kematian seorang guru sekolah dasar pada bulan Juli. Guru wanita berusia 23 tahun itu mengakhiri hidupnya sendiri di sekolah, setelah sebelumnya mengeluhkan perundungan yang diterimanya dari para wali murid.

Sejak itu, demonstrasi digelar rutin setiap akhir pekan dan menuntut perbaikan perlakuan terhadap guru. Aksi protes akhir pekan di Seoul pada puncaknya diikuti oleh tidak kurang 200.000 guru.

Hari Senin kemarin merupakan hari ke-49 sejak kematian guru muda tersebut, hari penting menurut ritual kematian menurut ajaran Buddha.

“Kami akan melindungi mereka (para guru) dan melakukan perubahan agar tidak ada satu guru pun yang memilih untuk bunuh diri,” kata kelompok utama yang menggelar aksi protes tersebut, Everyone Together As One.

Per Juni 2023, menurut data pemerintah 100 guru yang bunuh diri di Korea Selatan sejak 2018, sebanyak 57 di antaranya mengajar di sekolah dasar.

Korea Selatan memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di antara negara-negara maju. Bunuh diri menjadi penyebab utama kematian di antara mereka yang berusia 10 hingga 39 tahun.

Hari Ahad, Kementerian Pendidikan menyalahkan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya karena “terlalu menekankan” hak asasi siswa dibandingkan hak guru.

Presiden Yoon Suk Yeol memerintahkan para para petinggi pendidikan untuk “memikirkan benar-benar” aksi protes yang dilakukan para guru dan melakukan yang terbaik untuk melindungi hak-hak mereka.

Kementerian Pendidikan telah berjanji untuk memperkuat wewenang otoritas pendidikan dan mendorong undang-undang untuk memastikan “kegiatan pendidikan yang sah dibedakan dari kejahatan kekerasan terhadap anak”. Maksudnya, agar tindakan mendidik oleh guru di sekolah terhadap murid tidak langsung disamakan dengan kekerasan terhadap anak.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bunuh diriHeadlineKorea Selatansekolahsiswawali murid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid di Graz Austria Muslim Austria Diteror, Kepala Babi Digantung di Pintu Masuk Masjid
Tulisan selanjutnya Piala Dunia 2022 Polisi Pariwisata Qatar Meningkat Sejak Piala Dunia 2022

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?