Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

FBI Peringatkan Ancaman Pembunuhan Tokoh Sikh di Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 September 2023 04:48 4:48 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 September 2023 21:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Dinas intelijen domestik Amerika Serikat FBI memperingatkan sedikitnya tiga tokoh Sikh aktif perihal ancaman pembunuhan terhadap mereka, menyusul pembunuhan Hardeep Singh Nijjar, seorang pemuka komunitas Sikh di Kanada, bulan Juni lalu, lansir The Guardian Selasa (26/9/2023).

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau belum lama ini mengatakan bahwa hasil penelusuran oleh intelijen menunjukkan adanya keterlibatan pemerintah India dalam pembunuhan Nijjar.

Pritpal Singh, seorang warga AS berusia 69 yang bertindak sebagai koordinator American Sikh Caucus Committee, mengkonfirmasi kepada The Guardian bahwa dia dan dua rekan lainnya dipanggil oleh FBI hanya beberapa hari setelah pembunuhan Hardeep Singh Nijjar, warga negara Kanada yang disergap pada 18 Juni di luar sebuah kuil Sikh di Surrey, British Columbia, Kanada. Beberapa hari kemudian, FBI menyodorkan instruksi keselamatan yang lebih spesifik kepada Singh. 

FBI juga memperingatkan Amarjit Singh, warga AS berusia 70 tahun yang bekerja sebagai jurnalis dan komentator di New York. Dia mengaku pertama kali mendapatkan peringatan bahaya pada 22 Juni. 

Singh mengatakan kepada The Guardian bahwa dia dihubungi oleh FBI sepulangnya dia dari mengikuti aksi protes terhadap PM Narendra Modi di Washington DC, selama kunjungan kenegaraan di mana Presiden AS Joe Biden memuji hubungan AS-India yang disebutnya semakin dekat dan semakin kuat.

Baca Juga

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Amarjit Singh mengatakan panggilan awal dari FBI ditindaklanjuti beberapa pekan kemudian dengan pertemuan tatap muka yang lebih lama, dan pada saat itu dia mengatakan sudah jelas bahwa pihak berwenang AS memperingatkan kemungkinan pembunuhan dirinya oleh orang-orang suruhan pemerintah India.

“Mereka (FBI, red) bilang jangan bepergian, jaga keselamatan diri Anda sendiri,” kata Amarjit Singh, yang akhirnya memutuskan untuk mempublikasikan kisahnya setelah PM Trudeau mengungkapkan dugaan Kanada tentang keterlibatan pemerintah India dalam pembunuhan Nijjar.

Sementara itu, hari Senin (25/9/2023) muncul informasi lebih lanjut perihal pembunuhan Nijjar. Mengutip rekaman video kamera pengawas yang menangkap aksi pembunuhan Nijjar, Washington Post melaporkan bahwa sedikitnya enam orang pria dan dua kendaraan terlibat dalam pembunuhan tersebut. Dari rekaman CCTV tampak jelas pembunuhan dilakukan dengan sangat terencana dan terorganisir. Para pelaku pembunuh melepaskan sekitar 50 peluru, yang 34 di antaranya mengenai tubuh Nijjar.

Nijjar, yang berusia 45 tahun, adalah pemimpin gerakan Khalistan di Kanada, yang menyerukan pembentukan negara Sikh yang merdeka di wilayah Punjab di India. Punjab merupakan negara bagian di India di mana banyak orang Sikh tinggal dan kuil suci utama penganut Sikh berada.

Moninder Singh, seorang jubir British Columbia Gurdwaras Council, merupakan satu dari lima orang – termasuk Nijjar – yang mendapatkan peringatan dari pihak berwenang Kanada pada tahun 2022 bahwa mereka dalam bahaya.

“Kami tidak pernah diberitahu apa risikonya atau dari mana datangnya bahaya itu. Namun, kami menduga itu India, disebabkan aktivitas dan kelantangan kami,” kata Moninder Singh. “Kami mengira mereka akan menyerang kami di media, atau melakukan pembunuhan karakter, jadi [pembunuhan] ini mengejutkan.”

Meskipun dia diminta meninggalkan rumahnya untuk melindungi keluarganya, Moninder Singh mengatakan tidak satupun dari mereka diberikan perlindungan khusus oleh aparat Kanada.

Beberapa pekan kemudian, Singh diberitahu bahwa ancaman terhadap dirinya telah hilang, tetapi ancaman terhadap Nijjar – teman karib dan mentornya – tetap ada.*

Yuk bergabung dengan dakwa media melalui BCA 1280720000 a.n. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH)

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatFBIIndiakanadaSikh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Penjarakan Seumur Hidup Profesor Rahile Dawut Wanita Pakar Budaya Uyghur
Tulisan selanjutnya Tukang Cendol Malaysia Simpatisan ISIS Dipersilahkan Mendekam di Penjara 10 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Berita
2 September 2026 20:18
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

3 September 2026 13:38
Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?