Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

‘Israel’ Terus Membom Rumah Sakit, Dokter Melakukan Operasi Tanpa Anestesi

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Desember 2023 05:12 5:12 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 November 2023 21:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Satu dari ribuan adegan orang-orang kesakitan menunjukkan kondisi rumah sakit di Jalur Gaza yang terus dibom oleh jet-jet tempur penjajah ‘Israel’ atas dukungan Amerika Serikat dan sekutunya.

Dalam sebuah video yang viral, seorang gadis kecil menangis dan menjerit kesakitan sementara perawat menjahit luka di kepalanya tanpa menggunakan obat bius apa pun, karena luka tersebut tidak tersedia di Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, karena pasukan mencegah bantuan medis memasuki Jalur Gaza.

Perawat bernama Abu Imad Hassanein mengatakan pada Palestine Informastion Centre (PIC) sambil menggambarkan sejauh mana penderitaannya. “Kami sering memberikan kain kasa steril kepada anak yang terluka agar dia bisa menggigitnya untuk menghilangkan rasa sakit yang dia rasakan, dan kami tahu bahwa rasa sakit yang dia rasakan lebih tinggi dari yang dia bayangkan,” ujarnya.

Hal serupa juga terjadi pada pemuda Nimr Abu Thaer yang terluka dalam serangan Zionis. Ia membenarkan tidak menerima obat pereda nyeri saat luka pertama dijahit.

“Saya terus membaca Al-Quran sampai mereka menyelesaikan proses menjahit,” ujar Abu Thaer.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Muhammad Abu Salmiya menjelaskan, dengan kedatangan orang terluka dalam jumlah yang sangat besar dalam satu waktu, tidak ada pilihan selain mengobatinya di lapangan dan tanpa obat apa pun untuk menghilangkan rasa sakitnya yang memadai.

Abu Salmiya melanjutkan, operasi yang dilakukan petugas medis RS Al-Shifa dalam keadaan seperti itu termasuk mengamputasi anggota badan dan jari, atau menjahit luka, dan mengobati luka bakar berat.

Kesakitan atau Kematian

Kasus seperti ini, kata Abu Salmiya terjadi saat Zionis mengebom Rumah Sakit Baptis Al Ahli Arab pada 17 Oktober 2023 lalu, dan saat menangani sekitar 250 orang yang terluka tiba di Rumah Sakit Al-Shifa, yang hanya memiliki 12 ruang operasi.

“Kami harus bekerja di lapangan tanpa anestesi apa pun, atau dengan anestesi yang sangat sederhana atau obat penghilang rasa sakit yang sangat lemah, sehingga kami dapat menyelamatkan nyawa orang yang terluka,” kata Abu Salmiya.

Ia menambahkan bahwa hal ini ujian para staf medis dan tidak sederhana. Namun mereka terpaksa melakukannya karena alternatif dari rasa sakit yang dialami pasien mungkin adalah kehilangan nyawanya.

Hal senada juga dilakukan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza. Direktur rumah sakit tersebut, Dokter Muhammad, mengatakan, “Beberapa operasi dilakukan, termasuk operasi caesar pada wanita tanpa anestesi sama sekali… Itu adalah hal yang sangat menyakitkan.”

“Kami harus mengobati luka bakar tersebut tanpa anestesi dan tanpa obat pereda nyeri karena tidak tersedia,” ujarnya.

Beginilah suasana operasi pasien yg gawat di RS Al Quds #Gaza akibat dibom tak habis habis oleh Zionis #Israel.

Rezim teroris membom semua rumah sakit mengakibatkan semua layanan tak berfungsi. Kegagalan Israel kalahkan pejuang membuat menyerang membabi buta @Paltodaytv pic.twitter.com/nwTAjBRDt8

— Hidayatullah.com (@hidcom) November 11, 2023

Juru bicara Kementerian Kesehatan Ashraf Al-Qudra menjelaskan bahwa pelanggaran Zionis ‘Israel’ menyebabkan penargetan 130 institusi kesehatan. Ia mengatakan bahwa ‘Israel’ menggunakan senjata kelaparan terhadap korban luka dan pasien di rumah sakit.

Dia menambahkan bahwa 195 anggota tim medis telah gugur sejak dimulainya serangan besar-besaran di Jalur Gaza.

Menurut Kementerian Kesehatan, satu dari 40 bayi prematur di Rumah Sakit al-Shifa di Gaza telah meninggal karena kekurangan bahan bakar, dan sisanya akan mengalami nasib yang sama karena inkubator hanya dapat bertahan hingga saat ini.

Selama 34 hari, tentara penjajah telah melancarkan serangan bom di Jalur Gaza, yang mengakibatkan kematian 11.000 warga Palestina, 70% di antaranya adalah wanita dan anak-anak, dan melukai sekitar 27.000 lainnya.

Zionis dibantu Amerika Serikat (AS) bersama sekutunya melalukan bombardir pemukiman, rumah sakit dan tempat-tempat yang dilarang oleh internasional akibat ketidakmampuanya menemukan dan melawan para pejuang pembebasan Palestina dan Masjidil Aqsha.

Sementara di pihak penjajah, setiap hari, prajuritnya terus mati atau tewas secara mengerikan akibat serangan para mujahidin.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineisraelJet Tempurobat biusoperasipalestinaPasienpenjajah IsraelRumah Sakit Gaza
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Update Perang Darat: Bentrokan Hebat, Al-Qassam Hancurkan Tank dan Tembak Sniper Zionis dengan RPG
Tulisan selanjutnya Kelompok Hacker Anonymous: Rakyat Palestina, Kami Bersama Kalian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Berita
12 Juli 2026 17:41
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?